"Tunangan dan Kejutan"

250 26 35
                                        

"Bang Hoseok! Udah belum!" Beomgyu menggedor pintu toilet dekat dapur sesuai titah Seokjin.

Beberapa detik kemudian Hoseok keluar dengan wajah pucatnya. "Udah, ayok Gyu"

Sesampainya di ruang tengah, pemuda kelahiran februari itu segera memakai jasnya kembali. "Awas kalo abis ini lo kebelet lagi ya Seok, lo udah bolak balik kamar mandi 5 kali!" Omel Seokjin sembari merapihkan surai adiknya.

"Ya gimana bang namanya juga gugup"

"Baru mau tunangan aja segugup itu, gimana ntar pas nikahan?" Celetuk Abah yang baru turun dari lantai dua.

"Ehehe ya gimana lagi atuh bah" Hoseok cengengesan.

Ya, hari ini adalah hari dimana acara pertunangan Hoseok dan Ryujin akan dilangsungkan. Semua keluarga Syarifuddin ft Ramdani sudah bersiap dari pagi buta supaya acara berjalan lancar. Namun Hoseok yang diserang gugup malah bolak balik kamar mandi sehingga mereka harus menunggu.

"Udah pada siap kan? Kalo udah kita langsung berangkat ke rumah Ryujin"

"Siap bah!" Jawab anak-anak serempak.

"Hoseok, Namjoon, Soobin, Taehyun, kalian semobil sama abah. Yeonjun, Jungkook, Taehyung, Jimin, kalian semobil sama Seokjin. Sisanya, Beomgyu sama Kai kalian ikut mobil Yoongi" Jelas abah membuat Beomgyu dan Hueningkai menghela nafas, karena mereka tidak bisa merusuh jika semobil dengan Yoongi. Bisa-bisa keduanya akan diturunkan di pinggir jalan kalau berisik.

Di perjalanan yang sebenarnya hanya membutuhkan waktu 9 menit 33 detik saja, Hoseok tengah berusaha menenangkan hatinya. Sesekali ia akan mengecek kotak beludru merah di saku jasnya, yang mana kotak itu berisi sepasang cincin yang ia persiapkan dari jauh-jauh hari untuk melamar Ryujin.

Abah yang tengah menyetir melirik ke arah Hoseok lewat kaca atas dan menggeleng pelan. Kemudian ia melirik Namjoon yang duduk disebelahnya. Anak itu tidak banyak bicara, ia hanya diam dan sesekali menimpali percakapan kakak dan adiknya.

"Joon, yakin?" Tanya abah tiba-tiba yang hanya bisa di dengar Namjoon.

"InsyaAllah bah"

"Kalo kamu gak yakin jangan dipaksa, kita bisa batalin sebelum terlambat"

"Gapapa bah" Namjoon tersenyum kecil untuk meyakinkan abahnya.
Tanpa disadari seseorang melihat interaksi mereka yang dirasa janggal "Bang Joon kenapa?" Batinnya.

"Oy Hyun! Ngelamun aja lo" Taehyun tersadar dari lamunannya saat Soobin menepuk bahunya. Namun tatapan kembaran dari Kai itu tetap mengarah pada Namjoon yang terlihat lebih pendiam daripada biasanya.


....

"Ryu ayok pake!"

"OGAH! NTAR GUE GAK SWAG!"

"Lo itu mau tunangan Ryu, lo harus keliatan cantik bukannya swag" Jihyo hanya bisa menghela nafas lelah melihat Ryujin yang sudah memakai dress selutut lari-lari di kejar Yeji karena tidak mau memakai flower crown.

"HYUNJIN! JISUNG! TANGKAP RYUJIN!" Teriak Yeji.

"KALO KALIAN MAJU, GUE GAK MAU MABAR ROBLOX LAGI AMA KALIAN YA!" Ancam Ryujin pada Hyunjin dan Jisung yang kini kembali duduk dan pura-pura tidak mendengar teriakan Yeji.

Bangchan yang sudah lelah akhirnya bertindak, "Ryu, duduk, nurut" Ucapnya dengan suara tegas.

"Iya kak" Ryujin akhirnya duduk dan nurut ketika flower crown itu berhasil terpasang indah disurai sebahunya yang tergerai. Jihyo kembali merapihkan makeup pada adik sepupunya itu.

"KELUARGA SYARIFUDDIN UDAH NYAMPE!" Teriak Jeongin sembari masuk ke dalam rumah keluarga Itzy.

"Ayok semua siap-siap, gue mau manggil om dulu" Jihyo beranjak ke halaman belakang dimana babeh tengah duduk santai sembari scroll tiktok.

Tetangga?! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang