"Stop stop stop! Latihan kita akhirin sampe sini, vokalis satunya gak niat latihan" Ucap Changbin membuat ruang latihan yang tadi berisik seketika hening.
Yeonjun menaruh mikrofon ke atas meja lalu ia duduk lesehan sembari menyender di tembok dengan mata terpejam. Wooyoung bangkit dari tempat duduknya dengan masih memegang stik drum. Mark, Changbin, Dino dan Hyunsuk masing-masing menaruh alat musik mereka sedangkan Yunjin ikut menaruh mic nya di sebelah mic milik Yeonjun.
"Kalian langsung pulang aja, latihan kita sambung lagi minggu depan"
"Siap kapten" Jawabnya serempak kemudian keluar satu persatu hingga menyisakan Changbin dan Yeonjun.
Pemuda kelahiran Agustus itu menghela nafas kemudian ikut duduk di samping Yeonjun yang kini tengah mengeluarkan rokok elektriknya.
"Lo kenapa sih Jun, akhir-akhir ini setiap latihan gak fokus mulu. Padahal bulan ini jadwal manggung kita padet loh, belum lagi akhir bulan nanti kita manggung di nikahannya bang Namjoon sama mbak Jihyo."
Sulung keluarga Ramdani itu menghembuskan nafasnya yang bercampur dengan asap rokok elektrik beraroma strawberry.
"Sorry bin, gue emang lagi gak fokus"
"Gue tebak ini ada sangkut pautnya sama Yeji dan Soobin?"
Yeonjun tidak menjawab apapun, tapi itu menguatkan dugaan Changbin kalau tebakannya benar.
"Lo udah nanya sama Soobin dia bener-bener suka sama Yeji atau enggak?" Yeonjun menggeleng.
"Goblok!"
"Gue tau"
Changbin mendengus sebal, urusan asmaranya dengan Yuqi saja tidak jelas. Ini ditambah urusan asmara sahabat dan sepupunya.
"Ikut gue!" Changbin berdiri dan menarik tangan Yeonjun.
"Kemana?"
"Gak usah banyak nanya, ikut aja atau gue hajar lo disini"
Akhirnya Yeonjun pun mengekor langkah Changbin dengan gontai.
......
"Sayang... Grandpa tinggal satu minggu gapapa kan? Tenang disini banyak om-om yang bakal jaga dan ngerawat kamu. Jangan nakal, makan yang banyak dan nurut sama ayah Dori, om Doongie dan om Soonie ya. Kalo rindu bunda Byul nanti Grandpa telponin Opah San supaya bawa bunda kamu kesini" Ucap Minho sembari menciumi wajah Edi dalam genggaman kedua tangannya. Sementara anak kucing berusia 5 bulan itu hanya mengeong kecil dan berusaha menjauhkan kepalanya.
Sakura yang sudah berdiri di depan rumah Minho selama 30 menit hanya bisa menghela nafas, karena pemuda yang ia sukai diam-diam itu masih belum usai pamitan kepada 4 peliharaannya.
"Minho~ udah belum pamitannya?" Rengek Sakura sembari menghentakan kakinya pegal.
Minho melirik ke arah Sakura dengan tatapan sinis "Berisik amat netijen, kalo mau cepet berangkat yaudah berangkat sendiri gak usah nebeng!"
"Iya-iya maaf" Sakura mengerucutkan bibirnya ngambek.
Dengan berat hati Minho langsung menyerahkan Edi yang baru tinggal dirumahnya seminggu lalu kedekapan Hyunjin. "Jaga anak sama cucu gue baik-baik ya Jin, awas kalo lo telantarin"
"Iya bang elah... "
"Yaudah kalo gitu gue berangkat dulu, Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam... "
Hyunjin memangku Edi dengan sebelah tangan, sementara tangan lainnya ia gunakan untuk mengangkat kaki depan Edi dan menggerakkannya seolah-olah melambai ke arah Minho.
"Dadah Grandpa, jangan lupa pulangnya bawa oleh-oleh" Cicit Hyunjin.
Minho yang hendak membuka pintu mobil berbalik dan menatap Edi dengan mata berkaca-kaca. "Kamvret Hyunjin! Gue jadi gak mau berangkat kalo gini, ya ampun Edi gemes banget "
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga?!
FanfictionGimana jadinya kalo keluarga Abah Sihyuk dan 7 buntutnya yang minus akhlak tetanggaan sama keluarga Babeh Jinyoung yang punya 8 bocah prik? (S1&S2) S1=End S2=......
