"hhuuuuuhhhh"
Helaan nafas terdengar mencekam di telinga kedua gadis yg sekarang hanya menunduk,di depan mereka seorang cowok tinggi menutup wajah nya dengan satu tangan,dan tangan satu nya berada di pinggang,dapat 2 gadis itu rasa kan aura sang cowok benar-benar mencekam di sertai helaan nafas terdengar lelah.
"Apa-apaan ini!!" Gumam cowok itu berat,di sana juga terdengar sebuah isakan kecil dari bibir cowok mungil.
Gadis mungil yg bukan lain nayara gugen aghata menayangkan lirikan mautnya,berharap cowok mungil itu berhenti menangis namun bukan nya berhenti ia malah semakin terisak.
"Hhuuhh!"
Tubuh Ara terperanjat mendengar helaan nafas si cowok tinggi itu lagi.
"Gue bener-bener yakin" gumam cewek di samping nayara.
"Maksud Lo?" Tanya Naya tidak mengerti.
"Cowok kecil disana pasti korban ke gombalan lo?! Kalo gak mana mungkin dia nangis segitunya?! Ngaku aja Ra pasti bener kan tebakan gue??" Tuding nya tanpa dosa
"Maksud Lo dia nangis karna gue cuekin gitu??" Tanya Ara balik.
"Kalo gak??"
Pletaakk
"Auh" jerit gadis itu kesakitan karna mendapat pukulan di kepala nya.
"Udah gue bilang,gue suka cowok ganteng tapi gak boncel" koreksi Naya geram.
"Hiks,,, hiksss"
Tangisan cowok mungil itu kembali terdengar,disertai helaan napas cowok di depan mereka.
"Lo ganggu dia nay??" Tanya cowok itu tajam.
"Enggak" sangkal nayara cepat.
"Terus kenapa dia nangis,kalo gak Lo ganggu? Gue udah pernah bilang kan jgn ganggu anak orang" peringat nya kesal.
"Kakak juga gak percaya sama Ara??" Tanya nya lirih.
"Gak usah drama,gak cocok sama muka Lo!" Cibir gadis di samping nya.
"Apa sih Lo ti,,,, gak bisa banget liat gue ngedrama dikit" omel nya cemberut.
Astuti hanya mencibir gadis itu,bibirnya gatel kalo ngeliat Naya sok lemah lembut gitu.
"Kak gue tuh gak ganggu dia,gue cuma gak sengaja nabrak dia,,, siapa sangka dia bakal nangis kayak gini" jelas nayara pelan.
"Dia nabrak Lo? Terus Lo marahin?" Tanya alvino kakak nayara.
"Iyaaa" jawab nayara canggung.
Sekarang alvino mengerti,nayara nabrak cowok itu terus di marahi dan akhir nya cowok itu nangis seperti sekarang.
"Minta maaf sama dia" perintah alvino.
"Udah tapi dia tetap aja nangis,terus ngomong hal aneh" ujar nayara bingung.
"Hal aneh?"
"Iya kak, dia bilang kalo dia udah nyari nayara dari dulu,padahal kata Ara mereka gak pernah ketemu maka nya dia nangis" sahut Astuti memberi kesaksian.
Alvino menoleh menatap cowok berambut putih yg masih terisak nangis,sebelum alvino mendekat suara derap kaki terdengar menghampiri mereka.
Nayara,Astuti dan alvino menoleh secara bersamaan,terlihat dari lorong ada enam cowok dengan aura mencekam dan tampang di atas rata-rata,mereka berjalan menghampiri ketiga nya tak hayal tatapan mereka semakin tajam.
Setelah sampai di depan nayara keenam cowok itu berhenti,berulang kali gadis itu mengerjap bingung sembari menatap mereka was-was.
Sedetik kemudian mereka melewati nayara mendekati cowok yg menangis tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran Or Protagonis
FantasyNayara gugen aghata gadis cantik terkenal dengan sikap jutek nya, dia di kenal si mungil jenius tidak ada yang bisa menebak sikap gadis itu,namun dia bersikap gimana orang bersikap padanya... bagaimana jadinya jika gadis mungil nan jutek itu masuk k...
