50. Sepiring Daging

732 109 92
                                        

Zayyan duduk di tepi kolam renang bersama Leo. Kaki keduanya menjuntai terendam air. Tak jauh dari mereka, ada Wain dan Beomsoo berdiri bersandar pada pilar villa, dan di pojok tampak Sing yang masih memotret diri sendiri, ditemani Davin yang sesekali tersenyum geli melihat gaya foto Sing.

"Apakah menurut kalian, mereka sudah sampai di supermarket?" tanya Sing sambil mengubah gaya selfie.

"Sudah cukup lama, 'bukan? Jadi kurasa sudah," ucap Davin.

"Mereka mungkin sedang memilih antara daging sapi bagian pinggul atau paha," sahut Beomsoo dengan senyum lembutnya.

Sing tertawa pelan lalu ikut menimpali, "Atau mungkin bingung harus memilih cola atau sprite."

Leo berdecak sambil tangannya memainkan air kolam. "Aku lupa meminta mereka membeli camilan."

"Itu tak perlu kau minta. Mereka pasti membelinya," sahut Wain tenang.

"Benar!" sahut Sing.

Di samping Leo, Zayyan tersenyum. "Kurasa itu benar."

Sing menuju sebuah kursi dan lekas duduk, menghela napas panjang, mengangkat kaki dan memijat betisnya secara berlebihan. "Lima hari tanpa latihan. Aku takut ototku lupa caranya bekerja."

"Kalau begitu biar aku yang mengingatkan ototmu," sahut Wain sambil pura-pura meninju udara.

Mereka lekas tertawa, sedangkan Sing meringis kala melihat ayunan tangan Wain yang cukup kuat. Ia lalu menolak halus Wain dengan canggung.

Mereka semua mengobrol santai dan tertawa. Suasananya begitu hangat dan penuh kekeluargaan. Menenangkan dan menyenangkan. Sesekali Sing menggoda Davin untuk ikut berfoto, Zayyan dan Leo yang saling menciptakan air kolam hingga membuat Wain tertawa pelan, dan Beomsoo yang memperhatikan semuanya dengan senyum lembutnya. Mereka menghabiskan waktu bersama sambil menunggu Lex, Gyumin, dan Hyunsik pulang dari berbelanja.

Tiba-tiba, ponsel Zayyan yang ia letakkan di lantai agak ke belakang berdering. Membuat obrolan mereka terhenti. Zayyan menoleh, membaca nama sang penelepon dan melihat nomor dengan kode negaranya.

"Ooh," Zayyan meraih ponsel dan mengeluarkan kakinya dari kolam lalu berdiri. "Sebentar, yaa," ucapnya pada Leo.

Leo diam sesaat sebelum melirik singkat dan menggumam pelan. "Hmm."

Ketika Zayyan berbalik menjauh, Leo melihat punggungnya sedikit lebih lama. Sementara Sing menoleh dan mengangkat alis, lalu kembali menatap pantulan wajahnya sendiri di layar ponsel, seolah mencoba mengabaikan sesuatu. Wain hanya melipat tangan, tatapannya tenang tetapi jelas memindai. Di sampingnya, Beomsoo yang memegang mug hanya melirik Zayyan dengan ujung mata.

Davin melihat Zayyan yang berjalan masuk sambil menempelkan ponsel ke telinga. "Sepertinya dia sering dihubungi. Di mobil saat di perjalanan tadi dia juga bertelepon."

"Sejak semalam dia begitu, lebih intens dari biasanya. Itu teman dari negaranya," ucap Sing memberitahu.

Tidak ada yang membalas. Dan saat Zayyan pergi, suasana berubah. Halus, tapi jelas terasa. Meski tak ada yang berkata apa-apa.

Beberapa menit berlalu hingga Zayyan kembali dengan senyum kecil yang sulit disembunyikan. "Mereka senang aku akhirnya libur," katanya tanpa ditanya.

Don't Go || XodiacCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang