Aroma bbq menyeruak di halaman belakang rumah Pahlevi, berita tertangkapnya Artezi dan Amora sudah tersebar. Pahlevi dan Friska mengadakan pesta kecil kecil an, dengan mengundang teman terdekatnya.
"Fayola!"
Suara cempreng seorang gadis mengalihkan perhatian semua orang di halaman belakang rumah Pahlevi.
Yang dipanggil baru saja keluar membawa minuman, gadis itu langsung tersenyum saat seseorang yang ia tunggu tunggu akhirnya datang juga.
Tak ingin mengulur waktu lagi, Lita langsung menabrak badan Fayola dengan pelukan yang sangat erat. Ia menangis tersedu sedu sampai baju Fayola basah.
"Gue kangen banget sama lo, lo kemana aja sih selama ini?"tanya Lita dengan sesenggukan sehingga suaranya tidak terdengar begitu jelas.
Fayola menepuk nepuk pelan punggung Lita. "Gue gak kemana mana, cuma butuh waktu buat nyembuhin hati aja. Malu ih Lita diliatin sama anak lo tuh, kalo bisa ngomong dia pasti udah ngejek lo deh."
"Ih lo tetep aja ya tukang roasting. Gak papa deh gue ikhlas lo roasting tiap hari tapi jangan ilang ilangan lagi ya fe, hidup gue sepi banget gak ada lo." Lita kembali menangis mengingat kebodohannya di masa lalu. "Maafin gue waktu itu gue cuma kebawa emosi karena lo gak cerita, gue nyesel banget sumpah."
"Lupain aja yang lalu, lagian gue juga udah maafin lo kok. Tapi gue bakal marah sama lo kalo gak kenalin anak lo ke gue."
Lita mengusap air matanya, lalu mengambil alih bayinya yang digendong oleh Rian. "Ini namanya Adriel Fabilio Ralion panggil aja baby Iel."ucap Lita seraya melambaikan tangan kecil milik Iel pada
Fayola merasa gemas, ia memainkan tangan kecil Iel yang terlihat sangat menggemaskan dengan menggertakkan giginya. "Lucu banget, kaya karakter Baymax ya wajahnya. Kamu mirip siapa sih kok bisa ganteng, lucu, imut jadi satu?"
Kemudian pandangan Fayola beralih melirik sekilas ke arah Lita dan Rian secara bergantian. "Perasaan orang tua kamu biasa aja semuanya."lanjutnya.
Kini gantian Rian yang melirik sinis. "Buset tuh mulut masih tetep aja pedes ya, jelas anak gue mirip gue lah. Melek dong makanya fe masa gak liat bapaknya aja sepaket lengkap ini."
"Masih tetep tinggi aja tuh rasa kepercayaan dirinya gue liat liat."gumam Fayola.
"Gue sumpahin lo cepet kawin ye!"
Dengan spontan Fayola menunjukkan tangan kirinya dimana terdapat sebuh cincin berlian yang tersemat di jari tengah.
"Sorry sorry aja nih, bulan depan datang ya."sombong Fayola seraya menggerakkan jari jarinya.
Lita tercengang, namun detik berikutnya ia meloncat loncat kegirangan.
"Waaah congratulation."
Namun sedetik kemudian wajahnya berubah. Ia menunjuk Fayola dengan tatapan mengintimidasi. "Sama siapa btw? Bukan sama si mantan SMA lo itu kan? Kalau sampe iya gue bawa ke ustadz biar lo di ruqyah."
"Aman, sama gue kok."ucap Firga yang tiba tiba datang merangkul pinggang Fayola dan mengecup puncak kepala gadis itu singkat.
Baik Lita maupun Rian sama sama terkejut, saking fokusnya pada Fayola mereka sampai tak sadar dengan orang lain yang ada disana.
"Ini gimana sih, kenapa bisa sama kak Firga?"tanya Rian seraya menunjuk Fayola dan Firga bergantian.
"Panjang ceritanya nanti gue ceritain ya."
"Rian, Lita kalian makan dulu gih. Itu si baby Iel biar sama tante aja, tante gini gini juga pengen cepet gendong cucu."sindir Friska menyindir Fayola dan Firga yang kini sama sama salah tingkah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
JugendliteraturMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
