Setelah menanti beberapa bulan, akhirnya hari yang ditunggu oleh Fayola dan teman temannya datang juga. Rencana liburan ke Jogja akhirnya bukan lagi sebuah wacana, setelah pembagian rapot mereka akan berangkat menuju kota Gudeg.
Hari ini Fayola bertugas untuk memandu para orang tua murid bersama para anak OSIS lainnya, Saat ini Fayola duduk di depan salah satu kelas dua belas untuk menjaga kertas yang berisi tanda tangan dengan ditemani Fandy di sebelahnya. Pria itu benar benar membuat Fayola merasa tidak enak pada anggota OSIS yang lain karena Fandy terus mengikutinya. Fayola melirik sinis pada Fandy yang sedang bermain game online disampingnya.
Fandy bisa melihat dari ekor matanya kalau dirinya sedang diperhatikan oleh Fayola, dengan cepat ia menutup ponselnya lalu memandang Fayola dengan tersenyum."Kenapa sayang? Kamu laper atau butuh sesuatu?"
"Kamu ngapain sih kesini?"
Fayola ingin menanyakan itu sedari tadi sewaktu Fandy tiba tiba datang dengan senyum lebarnya, namun tadi ia masih bertugas menyambut wali murid jadi ia urungkan.
"Ya nemenin kamu dong."Fandy menunduk lesu melihat wajah Fayola yang datar. "Tapi kayaknya kamu gak suka ya aku disini? Padahal aku merelakan tidur ku di hari libur ini demi kamu."
Fayola membuang nafasnya kasar kemudian menggeleng. "Bukan gitu, maksut aku lebih baik kamu menikmati pagi kamu di hari libur ini sebelum kita nanti berangkat ke Jogja daripada nemenin aku disini."
"Percuma aku mau tiduran di rumah kalau aku terus terusan kepikiran kamu, kangen kamu, bukannya ilang tapi malah tambah bikin capek."
Fayola akhirnya hanya mengiyakan ucapan Fandy, pria itu memang keras kepala. Mereka baru saja berbaikan kemarin setelah beberapa hari saling diam dan tak menyapa karena kesibukan Fayola yang membuat Fandy merasa feeling lonely. Kali ini daripada memulai pertengkaran lagi lebih baik Fayola mengalah.
Tak lama Devan datang dengan membawa dua kotak menghampiri Fayola dan Fandy."Gue cari lo kemana mana, nih konsum lo gue bawain sekalian. Mau makan bareng sekalian gak?"
"Boleh deh, di kantin aja ya? Biar Fandy bisa sekalian sarapan."jawab Fayola, pasti pacarnya itu belum makan mengingat kebiasaan buruk Fandy yang sering kelupaan untuk makan di pagi hari.
"Udah baikan nih?"tanya Devan selagi Fandy masih memesan Rice Bowl di salah satu booth penjual di kantin.
"Udah, kemarin pulang rapat gue ke rumah dia buat minta maaf. Gue sadar gue yang salah karena kurang komunikasi ke dia gara gara terlalu sibuk pemilihan ketua OSIS kemarin belum lagi tugas tugas kelas yang numpuk."jawab Fayola seraya mengaduk aduk jus alpukat miliknya.
Devan tersenyum."Biasain diri lo mulai sekarang, setiap keputusan yang lo ambil pasti ada konsekuensinya. Tapi itu juga yang bikin lo belajar buat manage waktu dan juga mengatur skala prioritas."
"Waduh kayanya gue ketinggalan seminar dadakan nih."celetuk Fandy yang baru saja dengan membawa makanan dan minumannya.
"Kalo buat lo mah bukan seminar tapi musahabah diri, biar lo itu bisa memperbaiki diri. Terlepas dari kesalahan Fayola, lo harus inget dunia cewek lo bukan tentang lo doang fan. Sesekali kasih space Fayola buat sibuk sama dunianya yang lain. Gue cuma ngasih saran, bukan sok ngatur. Mau dipake silahkan, gak dipake juga gak papa, toh hubungan yang ngejalanin kalian."ucap Devan.
"Iya iya sorry, kita udah bahas ini kemarin."
Setelah menyelesaikan sarapan pagi, ketiga remaja itu pulang ke rumah masing masing bersama orang tua mereka yang datang mengambil raport. Fayola ditemani oleh Friska, Pahlevi di rumah karena ada tamu yang akan datang. Saat Fayola sampai di rumah, benar saja terdapat mobil yang terparkir di halaman rumah. Fayola bertanya pada mamanya siapa yang datang, namun mamanya hanya menggeleng sama sama tidak tau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Teen FictionMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
