47 - Mistake

3K 109 0
                                        

Malam ini Fayola kelaparan setelah mengerjakan pekerjaan rumah matematika miliknya, kondisi rumah yang sepi membuat Fayola leluasa untuk turun ke bawah. Orang tuanya sedang menghadiri undangan pernikahan rekan kerjanya, Resya dan Amora seharusnya di kamar mereka masing masing. 

Sebelum menuju dapur, Fayola menyempatkan diri untuk menghampiri kamar Resya sekedar memastikan sedang apa kakaknya di kamar, gadis itu menyembul dari celah pintu kamar. Melihat Resya yang sedang telfonan dengan Devan Fayola tidak jadi mengganggu, ia membiarkan dua kekasih yang sedang menjalankan hubungan jarak jauh itu menikmati waktu mereka.

Fayola menyiapkan bahan bahan dan juga alat untuk bertempur membuat nasi goreng, Fayola bukan anak yang biasa main ke dapur jadi ia mengikuti step by step dari youtube. Namun baru saja ia membuka video tutorial, Lita tiba tiba menelfon.

"Apa lagi Lita?'

"Kok lo marah marah sih, harusnya lo itu bersyukur punya temen kaya gue. Soalnya gue tau lo kan udah ngeblokir pacar lo itu, kasian malem lo yang seharusnya sleepcall-an sama ayang jadi sepi jadi gue bantu nemenin lo."

Fayola menyatukan kedua tangannya ke depan kamera. "Oke oke thank you atas niat baik lo, tapi lo bisa diem dulu ya? Gue mau liat tutorialnya di google dulu."

"Siap gue sambil maskeran juga."

Fayola menggulir google nya dan mengikuti langkah langkah dengan perlahan, pertama ia letakkan wajan di atas kompor lalu menuangkan minyak, kemudian ia mengambil talenan dan mengiris iris bawang dan juga cabai. 

"Halo fay kamu lagi ngapain?"tanya Amora yang tiba tiba masuk ke dapur dengan membawa mug putih, sepertinya ingin mengambil air karena gadis itu membuka kulkas. 

"Mata lo buta?"jawab Fayola dengan ketus tanpa menoleh ke arah Amora, bawang dan cabai yang sedang ia iris itu terlihat lebih menarik daripada bertatap muka dengan Maleficent

"Takut banget loh."ucap Amora dengan nada sedih, namun kemudian gadis itu tertawa mengejek. "Lo kira lo siapa Fayola? Lo bukan tokoh utama di dunia ini yang harus bikin gue takut sama lo."

Fayola menghentikan kegiatannya, kemudian menatap Amora dengan senyuman sinisnya. "Oh udah capek ya pura puranya? Gak nyangka secepet ini padahal gue masih menikmati peran sebagai antagonis di cerita lo."

Amora berjalan mendekat lalu mencengkeram kedua pipi Fayola dengan satu tangannya. "Tinggal tunggu waktunya, lo bakal hancur di tangan gue gadis sombong."Fayola memberontak dengan menusuk kulit tangan Amora dengan kukunya yang panjang.

"Kita bakal lihat siapa yang bakal dapat hadiah malam ini."setelah membisikkan hal itu pada Fayola, Amora melepaskan cengkramannya. Gadis itu menarik sudut bibirnya kemudian menjatuhkan talenan Fayola hinga bawang dan cabainya berjatuhan di lantai lalu tiba tiba Amora melemparkan mug yang ia bawa tadi kemudian berteriak. Tak berhenti disitu, Amora bahkan sampai menggores pipinya dengan pecahan mug sampai darah mengucur.Fayola terkejut di tempatnya, ia tak habis pikir dengan perbuatan nekat Amora. 

"Lo gila Amora!"bentak Fayola seraya menunjuk wajah Amora dengan tangan kanannya yang tanpa ia sadari masih memegang pisau. 

"Fayola kamu keterlaluan!"teriak Resya yang tiba tiba hadir dan membawa Amora membantu Amora berdiri dan menjauh dari jangkauan Fayola. 

Fayola melepas pisaunya asal lalu mengangkat kedua tangannya. "Sumpah kak Resya itu bukan kerjaan aku, dia ngegores muka dia sendiri."Fayola beralih menatap Amora. "Hei gadis licik, lo sengaja jebak gue ya?!"bentak Fayola seraya menunjuk Amora yang kini menangis. 

Resya menepis tangan Fayola, lalu berdiri di depan Amora."FAYOLA! Selama ini kakak diem meskipun kakak tahu kamu gak suka sama Amora, kakak gak pernah sekalipun aduin kamu ke papa dan mama tapi kali ini kamu kelewatan nyelakain Amora!"

Dear, FayolaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang