57 - Love Twist

3.6K 147 2
                                        

Sudah dua hari Miko tinggal di Bandung dan merecoki kehidupan Fayola, bukan gadis itu saja yang merasa kesal tapi ada Firga juga yang merasa waktu berduaannya dengan Fayola terampas karena adanya Miko. 

Tidak hanya itu, tapi pria itu juga semakin terang terangan memberikan perhatian pada Fayola, seperti saat ini Miko sedang mengelap sudut bibir Fayola yang belepotan akibat es krim. Firga meremas kuat stik es krimnya sampai patah.

"Kak, are you okay?"tanya Fayola memastikan, Firga yang tersadar langsung mengubah raut mimik mukanya ketika mendapat pertanyaan dari gadis yang ia sukai.

Firga tersenyum seraya mengangkat stik es krim yang telah patah. "Aku gapapa kok, ini emang stik nya tipis banget masa dibuat nyendok es krim aja patah. Bentar deh aku mau minta lagi, kamu mau nitip sesuatu?"tawar Firga yang dibalas gelengan oleh Fayola.

"Lo gak nanya gue kak?"tanya Miko seraya menunjuk dirinya sendiri.

"Gak."Jawab Firga ketus seraya menatap tajam Miko, kemudian pergi meninggalkan Fayola dan Miko di bangku mereka.

Miko di tempatnya mengelus dada. "Lah malah marah marah, orang aku tanya baik baik ya princess. Kesenjangan banget ke kamu halus lembut lah aku malah disinisin, dia kenapa sih?"Fayola menggeleng seraya menyendokkan eskrim ke dalam mulut. 

Diam diam Miko tertawa dalam hati karena gemas dengan dua remaja yang beberapa hari ini menemani hari harinya, yang satu terlalu cupu dan yang satu lagi tidak peka. Ternyata ketidak adanya kepastian dari hubungan mereka bukan hanya akibat dari Firga yang banci, tapi akibat ketidak pekaan Fayola terhadap perhatian yang diberikan oleh Firga selama ini.

"Fe, neda udah nanyain kamu. Habis ini kita pulang ya."ucap Firga yang baru datang kembali. Fayola membalasnya dengan anggukan karena mulutnya masih penuh dengan es krim. 

Madona mencari gadis itu bukan tanpa alasan, hari sudah sore namun belum juga kembali ke rumah. Bahkan Fayola dan Firga masih memakai seragam, karena tadi Miko menjemput mereka berdua untuk diajak bermain sepulang sekolah. 

Setelah es krim milik Fayola habis, ketiga remaja itu bergegas untuk pulang dengan Fayola dan Firga menaiki motor dan Miko menyetir mobilnya sendirian. Kondisi jalanan sore ini macet, jadi Miko terpisah dari Fayola dan Firga di tengah jalan. 

Sesampainya di rumah Madona, Fayola mengernyit melihat sebuah mobil hitam yang terparkir di halaman rumah. Saat memasuki rumah, gadis itu memanggil nama Madona karena tidak menjumpai  wanita tua yang beberapa bulan ini merawatnya di ruang tamu maupun di dapur.

"Nenek di halaman belakang Ola."

Suara samar itu membuat Fayola dengan cepat menghampiri, dan bisa Fayola lihat Madona tidak sendirian melainkan dengan seorang wanita memakai blazzer dan topi bundar yang kini memunggunginya.

"Ola, ada tamu yang mau ketemu kamu."ucap Madona seraya merangkul Fayola.

Tamu dari Madona itu menoleh perlahan ke arah Fayola seperti adegan slowmo di sebuah film, Gadis itu terkejut sampai mulutnya terbuka melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang. Air mata Fayola turun begitu saja perlahan membasahi wajah cantiknya, ia langsung memeluk tamu yang dimaksut oleh Madona.

"Oma, fe kangen banget sama Oma."

Elara melepas pelukan Fayola kemudian menciumi pipi cucunya itu. "Oma lebih kangen sama cucu oma, meskipun Oma suka marah marah ke kamu tapi kamu cucu kesayangan Oma."ucap Elara kemudian memeluk tubuh kecil Fayola.

"Oma kok bisa disini?"

Dengan mengelus rambut Fayola, Elara mulai menceritakan yang terjadi padanya beberapa bulan ini. "Jadi beberapa bulan ini Oma selalu di kirimi pesan oleh seseorang, awalnya Oma kira itu hanya sebuah penipuan dan Oma lebih percaya dengan orang tuamu yang selalu bilang bahwa keluarga kalian baik baik saja, tapi beberapa kali orang tuamu tidak memperbolehkan Oma untuk datang ke Jakarta perlahan membuat Oma ragu, akhirnya Oma balas nomor tidak dikenal tersebut dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah mengetahui semuanya, Oma bergegas ke Jakarta untuk memastikan dan ternyata orang tuamu telah menipu Oma selama ini."

Dear, FayolaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang