"HAH PAKE INI?"
Fayola mencubit pinggang Fandy karena menurutnya pacarnya itu tidak sopan pada pakdhe Ario yang sudah mau meminjamkan motornya pada mereka.
"Iya fan, maaf kalau motor om cuma punya ini, yang satunya tadi dipake sama Anindya pergi malam mingguan sama teman temannya."ucap pakdhe Ario tak enak.
Fayola memelototi Fandy sembari menyenggol lengannya hingga akhirnya pria itu bersuara. "Eh tidak papa om, aku cuma shock aja tadi. Kebetulan aku lumayan suka motor motor lawas kaya gini jadi aku kaya ngerasa bangga banget karena udah dibolehin bawa."
Fayola menepuk pelan lengan Fandy seraya tersenyum kikuk. "Iya om bener banget, Fandy emang punya wish dari lama buat naik motor bebek kaya gini. Yaudah om kita berdua berangkat dulu."pamit Fayola yang ingin cepat cepat pergi sebelum Fandy membuatnya lebih pusing lagi.
Setelah pakdhe Ario kembali masuk ke dalam rumah, Fayola bersendekap dada seraya menatap Fandy tajam. "Sopan ngomong kaya begitu Fandy?"
Fandy mengerucutkan bibirnya seraya menghentak hentakkan kakinya, persis seperti anak kecil yang tak di belikan permen oleh mamanya. "Ya masa kita kencan pake motor butut kaya gini."
"Yang penting ada motor, daripada kita jalan atau naik mobil, aku yakin bakal macet banget. Lagian ini kan sama aja cara makenya kaya motor kamu."ucap Fayola mulai merasa geram.
Melihat keterdiaman Fandy yang tidak kunjung bergerak Fayola mencebik."Yaudah kalau gak mau, mendingan aku keluar sendiri. Cari cowok baru yang gak malu naik motor bebek ini sama aku."Fayola menunduk lemas lalu beranjak menaiki motor itu.
Fandy melotot, ia menarik badan Fayola dan memeluk gadis itu."Iya iya aku mau, jangan cari cowok lain dong."
Fayola tersenyum miring, untung ancamannya berhasil. Karena jujur saja, Fayola juga tidak bisa mengendarai motor macam itu. Untuk membalas kebaikan pacarnya itu Fayola berjinjit lalu mencium pipi Fandy seraya mengucapkan terimakasih.
Fandy tersenyum, sampai salting. Bahkan sampai motor yang ia naiki meloncat kedepan karena gigi nya terinjak satu oleh Fandy saat ia menghidupkan mesinnya. Wajah Fandy memerah, masih malu ditambah dengan panik, Fayola tertawa terbahak bahak. Lalu Fayola naik di belakang Fandy dan berpegangan pada pinggang Fandy lebih tepatnya memeluk pacarnya dari belakang.
"Sayang, kamu mau bawa aku kemana?"tanya Fayola, ia tak tau kemana Fandy membawanya. Laki laki itu hanya bilang agar Fayola memakai sweater dan membawa jaket.
"Rahasia dong, tapi yang pasti kamu gak bakal nyesel. Aku udah siapin tujuan yang spesial malam ini."jawab Fandy seraya mengelus elus tangan Fayola yang melingkar di pinggangnya. Kemarin malam Fandy mencari tempat tempat yang bisa digunakan untuk quality time bersama Fayola.
Sesampainya di tempat tujuan pertama Fayola turun dari motor dengan mata penuh binar, dia terperangah melihat pemandangan kelap kelip lampu yang bisa dilihat dari atas sini. Fandy menggeleng kecil sembari mencopot helm dari kepala Fayola.
Setelah meletakkan helm miliknya dan milik Fayola dengan benar diatas motor, Fandy menggandeng tangan Fayola untuk memesan jagung bakar dan mencari tempat duduk. Fandy mengusap pelan rambut Fayola.
"Kamu suka?"
Fayola yang tadinya melihat ke depan menoleh ke arah Fandy dengan senyuman lebarnya, gadis itu mengangguk antusias. "Suka banget, kamu tau dari mana?"
"Kemarin aku search di Tiktok sih, sepuluh destinasti jogja yang wajib dikunjungi bersama pacar."ucap Fandy mengingat keywoard yang ia gunakan kemarin.
"Hahaha kamu ada ada aja deh."
Tak lama jagung bakar mereka datang, sepasang kekasih itu menyantap jagung bakar dengan menikmati view citylight.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Teen FictionMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
