Pagi ini Luminari Cita di hebohkan dengan kabar Fandy dan Amora yang baru saja meresmikan hubungan mereka sebagai sepasang kekasih. Reaksi dari para siswa bermacam macam ada yang mendukung, dan ada yang mencemooh.
Kini dua sejoli yang menjadi topik pembicaraan baru saja turun dari mobil dengan aksi heroik sang pria yang membukakan pintu untuk tuan putinya. Ada yang mengatakan bahwa itu romantis, tapi ada juga yang mengatakan drama.
Tiba tiba badan Fandy ditarik oleh seseorang dan langsung mendapat sebuah bogeman hingga pria itu tersungkur. Sedangkan pelakunya malah mengepakkan tangan seperti sedang membersihkan kotoran.
Fandy terbatuk batuk mendapat serangan tiba tiba, Amora langsung bereaksi menghampiri Miko. "Apa maksut kamu tiba tiba nyerang pacar aku?!"
"Cuma ucapan selamat dari gue, karena akhirnya cewek keparat sama cowok bajingan akhirnya bersatu."ucap Miko tanpa berdosa kemudian pergi begitu saja dari parkiran sembari menyemprotkan handsinitizer ke tangan setelah mendorong Amora sampai gadis itu terjatuh.
Diam diam Amora mengepalkan tangannya melihat punggung Miko yang menjauh, harusnya hari ini dia dan Fandy berjalan seperti raja dan ratu, tapi Miko malah membuat mereka menjadi bahan ejekan para siswa.
Bel masuk berbunyi, Fandy membantu Amora untuk berdiri dan mengantarkan gadis itu sampai di depan kelas. Setelah Amora masuk, Fandy masih terdiam disana melihat arah bangku yang kosong disebelah seorang gadis yang kini sedang menatap tajam ke arahnya tanpa Fandy sadari.
Setelah melihat Fandy pergi, gadis yang sedari tadi duduk diam di bangkunya mulai berdehem mengalihkan perhatian satu kelas. "Misal nih ya misal, keluarga kalian udah bantu orang nih sampe berbaik hati diangkat jadi anak. Tapi kalian malah ditikung, pacar kalian diambil, kira kira kalian bakal apain orang itu?"
"Ya kalau gue udah gue usir ya dari rumah."
"Gue bakal kasih pelajaran lah pastinya."
"Kalau gue udah gue bejek bejek tuh muka jalang yang sok cantik itu."
Begitulah kira kira reaksi dari beberapa murid di kelas atas pertanyaan yang Lita sampaikan. Gadis itu cukup puas memancing reaksi teman temannya, ia tau tak semua anak di kelasnya memihak Amora jadi tolong ingatkan mereka untuk berterimakasih pada Lita karena telah memberi kesempatan untuk menjelekkan Amora didepan gadis itu.
Sesuai dugaan Lita, Amora menggebrak mejanya dengan keras yang langsung membuat kelas hening lalu menghampiri Lita dengan amarah yang memuncak. "Kamu jangan kurang ajar ya!"
Lita memasang wajah pura pura terkejut. "Loh gue kan lagi main perumpaan aja, kenapa lo kebakar deh? Ngerasa ya?"
Amora kesal hingga mengangkat tangannya hendak menampar Lita, namun refleks gadis itu bagus jadi ia mencekal tangan Amora.
"Awas aja Lita! Aku bakal laporin ke guru BK atas perbuatan kamu dan juga kalian semua."ancam Amora dengan menunjuk satu persatu orang yang menghinanya. Kemudian gadis itu keluar dari kelas.
"Lo gak takut dilaporin lit?"
"Dia gak punya bukti, dan kalaupun iya gue dihukum ke guru gue rela dan gak nyesel udah ngomong kaya tadi."jawab Lita tanpa beban, sungguh asal itu bisa membalas rasa sakit hati Fayola, Lita rela menebusnya.
Kini Amora sudah ada di depan ruang kepala sekolah bersama Fandy, karena salah satu guru BK memberitahu kalau bu Ema sedang ada di ruangan Derren. Amora hanya ingin bu Ema yang menghukum Lita secara langsung karena bu Ema adalah satu satunya guru dengan tittle ter killer se Luminari Cita.
Setelah mendapat sahutan dari dalam kedua remaja itu masuk ke ruangan kepala sekolah yang berisi tiga orang dewasa yaitu Derren, Maura, dan juga bu Ema.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Teen FictionMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
