Seorang gadis turun dari pesawat dengan pakaian modisnya, namanya Odaviéla tavenny Leurant. Ia merupakan pengusaha dari Melbourne sejak dua tahun yang lalu. Hari ini dia datang ke Indonesia untuk bertemu dengan rekan bisnisnya.
Jari lentiknya menari diatas ponsel, menelfon seseorang. Tak lama seorang sopir menghampirinya dan mereka menuju mobil.
Gadis itu membuka kursi penumpang dengan wajah gembira, akhirnya ia bertemu dengan kekasihnya lagi setelah hampir tiga bulan tidak bertemu.
"Babe, i miss you so much."ucap gadis itu seraya menabrak dada bidang kekasihnya dengan pelukan.
"Miss you more miss butter, you look so busy lately."balas sang pria dengan mengecupi puncak kepala gadis itu.
"Ok babe, what are you gonna do first?"
Gadis itu menarik nafasnya perlahan. "Aku ingin pergi ke rumah barunya."
"Alright miss butter."
Jarak antara bandara ke tujuan mereka memakan waktu kurang lebih satu jam. Sebelumnya gadis itu membeli bouqet terlebih dahulu untuk dibawa ke rumah orang yang ia sayangi.
Sesampainya di tujuan, gadis itu menaikkan syall nya ke atas kepala. Dengan menggandeng lengan kekasihnya ia berjalan menyusuri jalan setapak.
Akhirnya mereka sampai di depan sebuah makam yang terlihat sangat mencolok diantara yang lain karena meski sudah bertahun tahun makam itu selalu penuh dengan bunga bunga di setiap harinya.
Gadis itu tak kuasa menahan air matanya, tangisannya pecah di depan orang yang sangat berjasa untuknya.
"Hai, akhirnya setelah lima tahun aku dateng langsung ya ke makam kamu. Kamj pasti bahagia ya disana sekarang."
"Makasih banyak kamu udah mau berkorban buat aku, ternyata anak seceria kamu juga menyimpan luka yang dalam ya. Maaf kalau selama ini aku kurang peka sama kondisi kamu, aku sama sekali gak mengerti kamu, maafin aku ya."
Gadis itu mengeluarkan sesuatu dari tas nya, kemudian menaruhnya diatas makam. "Bulan depan kami akan menikah, ini undangan pernikahan khusus buat kamu, datang ya."
Setelah mengirimkan doa untuk orang yang berjasa di hidupnya, gadis itu dan kekasihnya pergi meninggalkan makam karena hujan sudah mulai turun membasahi bumi.
Tujuan mereka selanjutnya adalah kantor milik rekan bisnis Odaviéla, tak butuh waktu lama hanya butuh tiga puluh menit mereka sampai disana.
"Are you sure?"
"Of course babe, give me a second oke?"
Kedatangan Odaviéla langsung disambut oleh pemilik perusahaan dan juga direktur.
"Welcome to our office miss Oda, Its an honor to have you in here."
Odaviéla menarik senyum tipisnya, "Ya kebetulan saya mampir Mr.Artezi. Tapi maaf anda harus melihat wajah penuh perban ini."
"Wow, anda bisa berbahasa indonesia?"
Gadis itu mengangguk. "Saya mempelajari setiap bahasa dari rekan saya, meskipun masih belepotan dan terbata bata seperti ini."jelasnya.
"Baiklah, mari kita masuk ke dalam."
Di dalam lift, tiba tiba sang direktur menceletuk. "Maaf kalau boleh tau, miss Oda baru saja operasi wajah?"
"Iya, ada gangguan di saluran pernafasan sekalian merubah beberapa struktur wajah saya dan juga harus operasi mata jadi harus memakai kacamata hitam ini untuk menyesuaikan cahaya yang masuk."jelas Odaviéla, kemudian menatap sang direktur dengan tidak enak. "Maaf kalau miss Amora terganggu dengan penampilan saya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Teen FictionMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
