41 - Stranger

3.3K 125 1
                                        

Fayola membuka pintu rumah dengan senyum sumringahnya, gadis itu berteriak selepas lepasnya seraya berputar putar lalu mengecup layar ponsel yang menunjukkan gambarnya dan Fandy yang difotokan oleh Lita di Pantai Parangtritis. 

"Berisik."

Fayola menghentikkan aksinya, sepertinya dia mendengar sesuatu walaupun terdengar samar. Apakah itu suara mamanya? Karena yang ia dengar adalah suara seorang perempuan, kalau Resya tidak mungkin. Mungkin mamanya itu iri setelah tau apa yang sudah Fandy korbankan dan apa yang sudah Fandy berikan kepadanya.

Fayola menuju dapur untuk mengambil susu strawberry nya dari dalam  kulkas, gadis itu menuangkan susu strawberry dengan bersenandung. Kemudian membawa gelas tersebut ke ruang tengah untuk menemaninya menonton tv sembari menunggu Fandy sampai rumah. 

Suara notifikasi mengalihkan perhatian dari televisi, sebuah penyebutan cerita di Instagram dari Fandy. Fayola terkikik geli melihat foto motor yang baru saja Fandy unggah dengan caption 'Cyland' dan juga emoticon love. Lalu story berikutnya adalah Fayola yang tengah sibuk dengan mie ayamnya dengan caption 'selamat tanggal 20 yang ke empat Fayolaku'. Fayola merebahkan dirinya dan menendang nendang udara karena kesenangan. Tak butuh waktu lama Fayola membagikan ulang penyebutan cerita Fandy dengan ucapan yang tak kalah romantis.

'Happy Mensive juga monyet'

Fayola tertawa terbahak bahak saat melihat notifikasi yang menampilkan sebuah balasan cerita dari Fandy. Pacarnya itu marah marah bahkan sampai menulis nama Fayola secara lengkap dengan menggunakan huruf kapital. 

"Kamu lagi ngapain fe, kok ketawa tawa?"tanya Resya yang datang dengan sebuah kresek besar. 

Tawa Fayola perlahan mereda melihat kedatangan Resya, kemudian tawanya benar benar menghilang ketika menemukan papa dan mamanya di belakang Resya.

"Kalian darimana?"

"Dari nganter Resya beli kotak di ATK depan sekalian mama beli mochi."jawab Frsika sembari mengangkat kantong kresek hitam di tangannya. Fayola yang mendengar itu langsung merinding, jadi suara siapa tadi yang ia dengar.

 Fayola sontak memeluk Resya yang ada disampingnya. "Kak Resya demi apa kalian baru aja keluar? Trus yang aku denger tadi siapa? Masa pulang dari Jogja aku jadi Indigo. Tolong panggilin ustadz buat ruqyah aku sekarang."

Resya, Pahlevi, dan Friska tertawa terbahak bahak melihat tingkah Fayola. Akhirnya Friska duduk di samping Fayola dan angkat suara. "Kamu gak usah berlebihan, mama lupa ngasih tau kamu."

"Ma, ada apa ini kok rame rame?"

Fayola menoleh ke arah tangga dimana suara itu berasal, mendapati seorang gadis berkulit putih bersih dengan rambut berwarna kuning kecoklatan membuat Fayola kembali berteriak. "AAAA MAMA, PAPA, KAK RESYA, ADA HANTU PIRANG DI RUMAH KITA."

Friska menangkup kedua pipi Fayola. "Sayang hey, itu bukan hantu. Dia saudara baru kamu, sini mor kenalan sama Fayola."

"Halo kamu pasti Fayola ya, kenalin aku Amora."ucap gadis pirang tersebut seraya menjulurkan tangannya pada Fayola. Fayola menatap lamat lamat gadis yang sedang berdiri di depannya, disamping ia masih terkejut ia juga menyadari kalau suara yang ia dengar adalah suara gadis ini.

"Fayola."jawab Fayola singkat tanpa membalas uluran tangan dari Amora yang kata mamanya adalah saudara barunya. Amora menarik perlahan tangannya dengan senyuman.

"Aku butuh ngobrol sama mama papa."ucap Fayola yang kemudian beranjak menarik tangan Frsika ke halaman belakang rumah, Pahlevi hanya mengikuti kedua perempuan itu. Mereka bertiga duduk di kursi dengan posisi Fayola di tengah kedua orangtuanya.

Dear, FayolaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang