34 - Rooftop

2.8K 105 0
                                        

Bel istirahat sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu, namun seorang pria baru saja keluar dari toilet. Seperti biasa pria itu akan membawa bekal ke tempat favoritnya yaitu Rooftop.

Saat membuka pintu, ia terkejut saat mendapati lima orang yang sedang duduk melingkar disana, untung saja bekal yang ia bawa tidak jatuh ataupun terlempar ke wajah lima orang tersebut.

"Buset, kalian lagi tahlilan?"

"Nggak, kita lagi bosen aja sama suasana kantin jadi kita cari udara baru disini. Izin ya fir, lo kan juru kunci disini."

Firga menghela nafasnya."Atur deh pak, kan sekolah ini punya bapak."

Fandy menyunggingkan senyum sombongnya, seraya menepuk nepuk dada."Nah itu lo tau, sini ikut gabung sama kita."

"Tumben banget kalian berdua bawa bekal?"tanya Firga saat mendapati dua kotak makan di depan Fandy dan Devan.

"Dimasakin sama Resya tadi pagi, kemarin gue sama Fandy nginep di rumah Fayola."kini gantian Devan yang angkat bicara menjelaskan.

Mendengar penjelasan Devan, Lita langsung memprotes."Loh, kalian night party semalem? Kok gak ngajakin gue sih, cukup tau banget gue sekarang."

Fayola disampingnya memutar bola matanya malas, ratu drama mulai bertingkah. "Gak ada night party, mereka berdua tuh tiba tiba ke rumah main PS sampe pagi."

"Tiba tiba banget? Kalian mau ngerampok rumah Fayola apa gimana?"tanya Lita masih terus menaruh rasa curiga.

Fandy melongo, tuduhan Lita sungguh tidak masuk akal."Ngapain gue ngerampok rumah calon mertua gue, gue udah kaya kali. Ya no reason, aneh emang kalau kita nginep? Rumah siapa yang ribet siapa."

"Ya tapi kan dalam rangka apa gitu?"

"Jagain pacar kita lah, papa sama mama mertua gue lagi ke luar kota."

Perdebatan panas antara Fandy dan Lita semakin memanas, bahkan mereka berdua sudah beradu nada oktaf yang semakin lama semakin meninggi.

"Tapi biasanya kita ditinggal di rumah sendiri juga gapapa, bahkan dulu sebelum ada kak Resya aku sendirian, dan buktinya kita gapapa."ucap Fayola ikut menimpali, karena ia juga masih bertanya tanya kenapa dua pria itu tiba tiba di rumahnya malam malam.

Fandy rasanya ingin lompat saja dari rooftop, ia saja sudah merasa kewalahan menjawab Lita sekarang Fayola malah ikut ikutan membordirnya dengan pertanyaan."Sayang kamu kok jadi ikut ikutan sih, kita disuruh sama papa kamu buat jaga rumah. Kemarin satpam kalian izin pulang kampung."

"Udah udah gak usah dibahas lagi, Lita kamu nginep aja di rumah malam ini, kita bikin night party ya?"ucap Resya melerai agar perdebatan ini cepat selesai.

"Ide bagus, nanti gue bawa-"

"Only girls Fandy, lo ataupun kak Devan gak boleh ikutan."sebelum Fandy menyelesaikan ucapannya, Lita sudah memotongnya. Gadis itu masih sedikit terbawa emosi.

"Bodoamat lo bukan siapa siapa, nanti gue bakal izin ke om Pahlevi langsung."

"Ayo makan aja kita sekarang, gue udah laper anjir kalian berantem mulu."ucap Fayola seraya membuka kotak bekalnya.

Fandy mengusap kepala Fayola."Maaf sayang, maaf. Yaudah ayo makan, kamu mau aku suapin?"

Lita memicing jijik mendengar nada sok lembut milik Fandy untuk Fayola."Huek najis sok romantis lo."

"Biarin lah, lo kalo iri suap suapan sana sama Rian."

"Ogah, lo aja sana!"

Fandy hendak membalas namun Fayola sudah mencubit perutnya terlebih dahulu agar pertengkaran itu tidak terus terusan terjadi.

Dear, FayolaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang