"Fayola, kamu kalau pengen apa apa ngomong ke tante ya. Nanti kalau kamu sedih tante bisa dimarahin sama Lita."ucap Angel mama Lita seraya mengelus lengan Fayola yang sedang duduk di sebelahnya.
Fayola tertawa kecil. "Iya tante nanti fe ngomong, tante ini lucu banget masa takut sama Lita."
Angel memberenggut kesal persis seperti anak kecil yang merajuk. "Dia kalau lagi ngambek ngadunya langsung ke pusat ke mamanya tante, terus nanti pasti mama langsung marahin tante sama om Ares."jawab Angel yang membuat Fayola tertawa terbahak bahak di pagi hari.
Dua wanita berbeda umur itu sekarang sedang duduk santai di halaman belakang rumah kediaman Ares, sedang menikmati udara di pagi hari ditemani teh hijau. Setelah kejadian di sekolah kemarin Fayola tidak pulang ke rumah, ia pulang ke rumah sahabatnya atas paksaan Lita yang meminta untuk menginap di rumah gadis itu daripada pulang ke rumah yang berujung disakiti lagi oleh Pahlevi.
Kedua orang tua Lita bukannya keberatan malah senang dengan kehadiran Fayola karena rumahnya menjadi sedikit ramai. Biasanya Lita akan mengurung diri di kamar seharian, keluar pun jika makan malam tiba saja dan berangkat sekolah. Namun ketika ada Fayola, Lita mau keluar kamar untuk sekedar menonton film bersama di ruang tengah atau bermain nitendo. Dua gadis itu benar benar tidak membiarkan rumah sepi dari kemarin siang.
Fayola pagi ini tidak masuk sekolah karena fokusnya cukup terganggu dengan fitnah yang disebarkan oleh Amora dan teman teman sekelasnya. Kemarin setelah menceritakan masalahnya kepada bu Ema, Fayola memilih pulang lebih awal dan dengan baik hatinya Lita mengajak Fayola ke rumahnya.
"Kamu suka bikin kue gak fe? Tante tiba tiba pengen buat nih."tanya Angel secara tiba tiba, mendengar kata 'kue' membuat Fayola teringat pada ibunda dari Fandy yang suka sekali mengajaknya membuat kue. Rasanya Fayola jadi rindu pada Maura, mereka sudah lama tidak berjumpa, kira kira bagaimana kabar wanita paruh baya itu.
Fayola menganggukan kepala. "Suka, kebetulan akhir akhir ini sering bikin sama mami jadi udah lumayan bisa."
"Mami?"
"Mamanya Fandy tan."jawab Fayola. Angelica pun membulatkan mulutnya, ia mengetahui sedikit cerita hidup Fayola karena gadis itu sudah sering bermain di rumahnya dan cukup sering bercerita satu sama lain.
Setelah berkutat selama kurang lebih dua jam di dapur, akhirnya cheesecake milik Fayola dan Angel selesai dibuat, mereka menyantap kue keju tersebut di meja makan dengan ditemani matcha latte hangat.
"Wah kalian bikin apa ini? Baunya kecium dari depan."tanya Ares yang baru saja datang dengan setelan kemeja rapi menghampiri Fayola dan Angel di meja makan.
"Bikin Cheesecake iseng iseng sama Fayola eh ternyata enak banget, kamu mau aku ambilkan?"tawar Angel, Ares hanya mengangguk. Angel pun beranjak mengambilkan piring dan juga garpu untuk suaminya.
Sepergian Angel, Ares tiba tiba menyodorkan sebuah paperbag berwarna putih pada Fayola. "Fayola, om belikan ponsel baru buat kamu. Tadi om ditelfon Lita katanya ponsel kamu ketinggalan di rumah, dia uring uringan gak bisa ngehubungin kamu."
"Astaga anak itu, om maafin aku karena terlalu ngerepotin kalian sekeluarga."ucap Fayola tidak enak, kemarin Angel membelikan Fayola baju dan sekarang Ares membawakannya ponsel.
"Oh ya kata Lita kamu dipanggil ke sekolah oleh bu Ema, kamu bisa ganti baju dulu nanti biar diantarkan oleh supir. Dan yang terpenting cepat hubungi Lita ya."ucap Ares seraya mengelus rambut Fayola, pria paruh baya itu sudah menyayangi Fayola seperti putrinya sendiri. Fayola mengangguk dan membawa ponsel baru pemberian Ares ke kamar.
Fayola bergegas mengganti baju kaosnya dengan kemeja soft blue yang dipadukan dengan rok putih dibawah lutut. Fayola mengambil tas selempang yang kemarin dipinjamkan oleh Lita untuk ia isi dompet dan ponsel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Teen FictionMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
