"Sayang, aku datang."
Kelas yang tadinya sedikit ricuh karena bel istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu seketika hening, mereka kompak menoleh ke arah pintu dimana terdapat seorang laki laki aneh dengan senyum lebarnya, yang beruntungnya adalah cucu pemilik sekolah. Mereka saling bertanya tanya siapa gerangan kekasih hati sang pria aneh itu.
"Itu teman agak sonoan dikit lo manggil sayang ke siapa?"tanya Lita seraya menoleh ke samping kanannya, dimana ada Fayola yang sedang membereskan buku dan peralatan tulisnya. Fayola hanya mengedikkan bahu, padahal dalam hati dirinya tertawa kencang. Ia belum memberitahu Lita soal hubungannya dengan Fandy yang kini sudah berganti status.
Fandy melangkahkan kakinya ke bangku milik Fayola dan LIta."Pacar, ayo kita ke kantin karena pangeranmu ini sudah sangat kelaparan."
"Oke pacar, sebentar ya."
Lita yang berada di tengah tengah mereka refleks melotot dengan mulut sedikit terbuka, ia memang sudah tahu akhir akhir ini gerak gerik Fandy sangat kelihatan mempunyai perasaan lebih pada teman sebangkunya, namun ia tak menyangka akan secepat ini melihat respon dari Fayola yang selama ini masih terus denial akan perasaan Fandy.
"Lita, lo mau ikut kita ke kantin atau terus bengong disitu dan bikin sekolah kita banjir?"tanya Fayola, bahkan Lita tak sadar bahwa Fayola sudah ada di luar bangku.
Akhirnya mereka bertiga menuju kantin, meninggalkan anak kelas yang sudah siap menyebarkan gosip panas siang ini. Sesampai kantin mereka mengedarkan pandangan mereka untuk mencari bangku kosong, sampai akhirnya mata Lita menangkap siluet Boy Crush nya sedang duduk memainkan ponselnya sendirian. Dengan cepat Lita menarik tangan Fayola dan Fandy mengikuti dari belakang.
"Hai kak Dev--"
"Gak usah basa basi, langsung duduk aja. Kak kita gabung ya, makasih."Fayola memotong ucapan Lita yang menurutnya sok manis, pasti temannya itu sedang meluncurkan mode gatal nya ke Devan.
"Setidaknya temen lo masih ada sopan santun buat izin."ucap Devan ketus, lalu tak berselang lama ia melotot karena Fandy menyeruput es teh nya tanpa izin.
"Bagi dikit van, gue haus banget. Nanti gue ganti deh suer."
Lagi lagi Lita kembali terkejut, bukan rahasia umum bahwa Fandy dan Devan ini seperti musuh bebuyutan tapi kenapa sekarang mereka jadi akur satu sama lain. Apalagi dengan kasus perselingkuhan Devan dan Laras kemarin.
"Ini yang gue liat gak salah kan fe?"
Fayola menoleh seraya tertawa, ia hampir lupa bahwa Lita dan semua orang tentunya tidak tahu kejadian kemarin. Kejadian dimana dua rival ini sudah saling meluruskan permasalahan yang terjadi diantara keduanya.
"Enggak salah liat kok."
"Sayangku cintaku duniaku kamu mau makan apa? Biar aku pesenin."ucap Fandy yang sudah mulai berdiri, disampingnya Devan menoleh ke arah Fandy dengan wajah anehnya.
"Kak Devan jangan kaget, mereka udah official pacaran."ucap Lita, Lita pikir Devan juga tidak tahu sama seperti dirinya.
Kini gantian Devan yang menoleh ke arah Lita yang tepat didepannya."Gue tau, gue ada disana kemarin waktu dua remaja alay ini jadian."
Tolong siapapun bawa Lita pergi darisini sekarang, apa apaan ini kenapa dia melewatkan banyak hal hari ini. Lita menoleh ke arah Fayola dengan wajah penuh amarah, sedangkan Fayola tertawa kencang.
"Lo punya banyak utang penjelasan ke gue fe."
"Nanti tunggu Fandy aja, biar dia yang jelasin ke lo."
Tak lama Fandy datang ia langsung ditodong ribuan pertanyaan oleh Lita, dan Lita mengancam tidak akan merestui hubungan mereka kalau Fandy tidak menjawab dengan detail. Fandy menoleh ke Fayola meminta pertolongan, namun yang dilakukan gadisnya hanya mengangkat kedua tangannya tak mau ikut campur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Teen FictionMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
