Fayola baru saja turun dari kamarnya, niatnya untuk berangkat pagi buta harus gagal karena ia sedikit kesiangan. Ia melihat ke arah meja makan dari tangga, terlihat orangtuanya bersama Amora yang sedang sarapan, Resya sedang ke rumah Pamannya yang di Bogor karena harus mengurus pamannya yang tiba tiba sakit.
Mendengar suara langkah kaki Amora menoleh ke arah tangga dimana Fayola baru saja turun. Wajah gadis itu langsung pucat pasi. "Pa, ma Amora makan di sekolah aja ya."
Melihat tingkah Amora yang ketakutan, Friska dan Pahlevi menoleh ke arah yang sama dengan Amora. Disana Fayola berdiri dengan wajah malasnya karena bisa bisanya Amora sudah drama di pagi hari.
"Yaudah ayo kita berangkat papa antar, Fayola kalau kamu mau sarapan dan papa antar kamu minta maaf dulu ke Amora."
Fayola berdecak rupanya papanya ini masih terus mendesaknya untuk meminta maaf. "Aku rasa papa gak bodoh buat mengartikan kalimat aku. Kalau papa lupa aku katakan sekali lagi, aku gak akan minta maaf ke Maleficent itu."
Tanpa berpamitan Fayola pergi begitu saja keluar dari rumah, ia berlari ke depan gang perumahannya untuk menghentikan taxi. Namun lagi lagi sebuah mobil yang ia kenal berhenti di sampingnya, perlahan kaca mobil terbuka dan menampilkan Miko dengan senyum lebarnya.
"Butuh tumpangan?"
Fayola berdecak pelan, lalu membuka pintu mobil. Daripada telat dan mendapatkan hukuman lebih baik ia ikut bersama pria yang selalu muncul dihadapannya itu. Sekarang ia tidak ambil pusing atas dugaan Fandy tentang kedekatannya dengan Miko.
Di tengah perjalanan Miko memperlambat laju mobilnya ketika mendapati seseorang baru saja mengalami kecelakaan. Fayola sepertinya hafal dengan mobil hitam itu, akhirnya Fayola meminta Miko untuk menepikan mobilnya.
Sesuai dugaan Fayola, benar saja Fayola kenal dengan pria paruh baya yang sedang duduk kesakitan memegang tangannya. "Om Ares?" Fayola meminta bantuan kepada Miko dan warga sekitar untuk membawa papa sahabatnya ke mobil Miko, lalu mereka menuju rumah sakit.
Untungnya tidak ada luka serius, setelah tangan Ares dibalut perban pria itu diperbolehkan untuk pulang. Fayola bersama Ares berada di ruang tunggu untuk menunggu Miko mengurus administrasi dan juga sopir Ares yang akan menjemputnya.
Ares menggenggam tangan Fayola. "Terimakasih ya Fayola kamu sudah menolong om, kalau kamu butuh bantuan jangan sungkan untuk hubungi om ya sebagai bentuk balas budi om ke kamu."
Fayola mengangguk. "Iya om pasti, semoga om cepat sembuh."
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya sopir datang, Miko dan Fayola pun berpamitan pada Ares untuk menuju ke sekolah. Mereka berdua sudah diizinkan oleh Ares melalui kepala sekolah untuk berangkat telat.
Sesampainya di sekolah mereka tidak langsung menuju kelas mereka masing masing, namun malah membelokkan diri ke kantin karena Fayola belum sarapan. Sebenarnya Fayola sendiri pun tidak apa apa, namun Miko yang mengaku menjadi fans nomor satu Fayola itu ikut ikutan. Pilihan sarapan mereka pagi ini adalah bubur ayam, kini semangkok bubur ayam yang terlihat menggiurkan itu sudah ada di hadapan mereka berdua.
Namun baru saja menyuapkan satu sendok ke dalam mulut mereka, suara lengkingan milik bu Ema membuat mereka menatap satu sama lain. "Enak sekali ya kalian, di jam pelajaran malah sarapan."bu Ema menarik telinga masing masing dari Fayola dan Miko dan menyeretnya ke lapangan.
"Kalian saya hukum hormat ke bendera satu jam pelaran!"
Fayola memegang tangan bu Ema meminta belas kasihan. "Bu gimana kalau bersihin toilet aja? Plis lah bu ini matahari ada tiga."bujuk Fayola.
Lebih baik membersihkan toilet daripada harus panas panasan dengan kondisi perut kosong yang belum terisi dari kemarin siang karena Fayola melewatkan makan malamnya akibat pertengkaran yang terjadi kemarin sore. Bahkan Friska juga tak repot untuk memanggilnya turun untuk makan, dan tadi sewaktu sarapan Fayola memilih untuk menahan lapar daripada meminta maaf agar bisa makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Fayola
Teen FictionMereka yang paling dekat seringkali menjadi yang paling jauh. Cause when trust breaks, love fades~
