"Sebenarnya ada satu insiden yang buat Rachel buta Kak." Kata Vanka.
"Insiden? Insiden apa?" Tanya Frieska heran.
"Jadi begini Kak."
Flashback
Kampus saat itu sepi karena sudah jam pulang kuliah. Rachel yang sudah babak belur karena dikeroyok sekumpulan mahasiswa mulai terpojok. Dia dikerumuni oleh 8 orang berbentuk lingkaran. Rachel yang sudah lemas hanya bisa berdiri memandangi mereka.
Rachel sendiri tidak tahu kenapa dia jadi bahan bully mahasiswa lain. Dia merasa tidak berbuat salah pada mereka. Bahkan tidak jarang mereka menghajarnya seperti sekarang.
"Mau kemana Rachel? Kamu gak bisa kemana-mana lagi." Kecam pimpinan kawanan itu.
"Jangan remehkan aku." Sergah Rachel.
"Masih belum kapok ya."
Rachel mulai menghajar mereka satu persatu. Sebagian dari mereka tumbang. Melihat anggotanya roboh, pimpinan mereka memerintahkan anak buahnya menyerbu Rachel. Rachel yang kelelahan karena dia sendirian tidak berdaya saat mereka mulai mengeroyoknya.
Mereka mulai memegang Rachel dengan kencang. Rachel meronta sebisa mungkin. Tapi karena Rachel sudah kelelahan dan dia mendapat pukulan keras diperutnya, Rachel hanya bisa menatap mereka dengan pandangan perlawanan.
Pimpinan mereka menarik Rachel dan membenturkan kepalanya ke kaca jendela disana dengan keras. Karena terlalu keras, kaca jendela itu pecah berhamburan dan serpihan kacanya mengenai kedua mata Rachel. Rachel menjerit kesakitan saat serpihan kaca itu mengenai matanya.
Pimpinan mereka terpaku ditempatnya. Dia tidak menyangka bahwa bully yang dia lakukan akan berbuntut kecelakaan. Saat itulah Ghaida melihat hal itu dan langsung menghampiri Rachel yang kesakitan. Dia kaget melihat mata Rachel yang terluka.
"Siapa yang melukai anak ini?" Tanya Ghaida dengan pandangan tajam.
Mereka semua tidak ada yang berani bicara. Ghaida mengulang pertanyaannya dan masih tidak ada yang menjawab. Akhirnya Ghaida menatap mata mereka dan pandangannya terhenti dipimpinan kawanan itu. Dia langsung menghajar pimpinan dan kawanan itu hanya dalam hitungan menit.
Setelah melihat mereka semua tidak berdaya, Rachel pingsan karena luka yang didapatnya. Dengan cepat Ghaida menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit. Vanka yang melihat Rachel dibopong Ghaida kaget.
"Kak, apa yang terjadi sama Rachel?" Tanya Vanka.
"Lebih baik kamu ikut saya sekarang. Saya bawa mobil." Suruh Ghaida.
Akhirnya Vanka masuk ke dalam mobil Ghaida. Mereka menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Vanka memegang erat tangan Rachel. Akhirnya mereka sampai dirumah sakit. Ghaida kembali menggendong Rachel menuju UGD.
Sementara Rachel masuk UGD, mereka berdua menunggu diruang tunggu. Vanka mondar mandir didepan ruang UGD. Ghaida menelefon seseorang disana. Setelah bicara beberapa menit, Ghaida menutup telefonnya. Dihampirinya Vanka yang gelisah.
"Teman kamu pasti baik-baik saja." Hibur Ghaida.
"Semoga Kak." Sahut Vanka.
Mereka menunggu selama berjam-jam. Akhirnya Dokter keluar dari ruang UGD. Ghaida menghampiri Dokter itu disusul Vanka dibelakangnya.
"Bagaimana dengan Rachel?" Tanya Ghaida.
"Kondisinya saat ini stabil. Tapi dia mengalami kebutaan karena retina matanya terluka terkena serpihan kaca." Jelas Dokter itu.
"Apa Dok? Rachel buta?" Kata Vanka tidak percaya.
"Anda sabar ya. Saya permisi dulu."
"Terima kasih."
KAMU SEDANG MEMBACA
Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)
ActionSetelah mereka yang sangat aku sayangi pergi, aku akan berusaha melindungi mereka. Walaupun aku harus melanggar janji yang aku ucapkan -Frieska-
