Part 34

921 47 3
                                        

Disebuah rumah yang megah, tampak sebuah kesibukan kecil. Sebagian pembantu tampak merapikan meja makan dan menata semua hidangan. Rumah juga sudah dibersihkan oleh pembantu yang lain. Halaman itu sangat luas dengan kebun bunga, ayunan yang cukup untuk 4 orang dewasa, panah sasaran dan sebuah ring basket yang berada disudut halaman.

Sementara itu, disebuah kamar ada sepasang remaja perempuan yang masih tertidur lelap. Kamar itu penuh berisi ornament seperti panah, busur, patung Poseidon kecil, piano Yamaha dan gitar akustik Yamaha. Jam beker berbunyi nyaring memenuhi kamar. Salah satu dari mereka mematikan alarm lalu kembali tertidur.

Tak lama kemudian, terdengar ketukan dari pintu kamar. Dengan mata masih mengantuk, salah satu gadis yang tertidur tadi bangun lalu membuka pintu. Saat dibuka, tampak seorang pembantu berdiri dihadapannya dengan patuh.

"Maaf non Beby. Sudah waktunya sarapan." Ujar pembantunya dengan logat jawa yang kental.

"Iya Bi. Nanti saya kesana. Saya bangunin Shania dulu ya." Kata Beby.

"Baik Non."

Beby langsung menutup pintunya perlahan saat pembantunya pergi. Beby yang memakai piyama bermotif Mickey mouse berwarna biru langsung menghampiri Shania yang tertidur lelap. Shania tampak memakai piyama bergambar anjing tertidur dalam posisi miring. Beby langsung membangunkan Shania.

"Shan, ayo bangun. Udah siang nih." Kata Beby sambil mengguncang pelan tubuh Shania.

"Hmm." Gumam Shania yang masih tertidur.

"Ih Shan. Ayo bangun." Ujar Beby sambil terus membangunkan Shania.

"Apaan sih Beb. Aku masih ngantuk ini."

"Kita disuruh sarapan nih. Ayo cepet bangun."

"Iya-iya aku bangun."

Shania bangkit berdiri lalu menuju kamar mandi. Beby merapikan ranjang dan melipat selimutnya hingga rapi. Saat Shania mandi, Beby menelusuri setiap kamar yang ditempati olehnya dengan Shania. Kata Shania, kamar yang ditempatinya sekarang adalah kamar sepupunya. Dan matanya tertuju pada gitar akustik dan piano yang tampak sudah berdebu.

Dengan perlahan, Beby menyentuhnya seakan takut merusak alat music itu. Saat mengelusnya, Beby medapati debu tebal memenuhi jarinya yang pajang dan kurus. Kemudian, matanya tertuju pada foto yang terpajang dinakas sebelah ranjang. Disana tergambar potret 2 remaja perempuan yang tersenyum bahagia.

Disana terlihat Shania merangkul seorang wanita berwajah manis yang terlihat sebaya dengannya. Beby tidak mengenal remaja yang dirangkul Shania difoto. Beby menebak foto itu belum lama diambil. Saat sedang melihat foto itu, pintu kamar mandi terbuka dan Shania keluar sambil mengeringkan rambut panjangnya. Beby masih menatap foto yang terpajang dengan tatapan ingin tahu.

"Beb, sana mandi." Tegur Shania.

"Eh iya Shan. Aku mandi dulu ya." Kata Beby lalu mengambil handuk yang dibawanya.

Shania mengangguk. Dia mengganti piyamanya dengan baju bergambar Minnie mouse yang dibelikan Beby. Handuknya dijemur diberanda kamarnya. Setelah menjemur handuknya, Shania menatap fotonya dengan sepupunya. Lalu matanya tertuju pada gitar dan piano yang teronggok disudut.

Matanya nanar saat menatap fotonya dengan sepupunya itu. Dia ingat saat masih bermain dengan sepupunya dulu. Dulu mereka selalu bermain bersama dan menghabiskan waktu bersama. Karena tubuh sepupunya lemah dari kecil, Shania selalu menjaga dan melindunginya. Sebenarnya fotonya dengan sepupunya ada banyak. Dan fotonya masih disimpan oleh Pamannya.

Tanpa sengaja, dia melihat panah dan busur yang terpajang dikamar. Dia menyentuh panah dan busurnya lalu mengelusnya lembut. Matanya terasa panas saat mengelus benda kesayangan sepupunya. Dulu sepupunya selalu membersihkan debu yang menempel dipanah dan busur miliknya hingga mengilat. Ada debu sedikit saja, dia akan langsung membersihkannya.

Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang