Hari itu sangat cerah. Matahari bersinar menghangatkan pagi yang dingin. Hari ini hari minggu. Jadi Beby mengajak Nabilah bermain ke taman bermain tempat dia bermain saat masih kecil dulu. Nabilah terlihat senang saat bermain diarena berpasir.
Beby duduk disebelah Nabilah sambil ikut bermain. Sesekali Nabilah berbuat iseng dengan Beby dengan cara mengoleskan pasir ke wajah Beby. Beby tertawa dan membalas perbuatan Nabilah. Akhirnya mereka saling mengoleskan pasir ke wajah masing-masing.
"Kakak curang." Ujar Nabilah.
"Biarin. Kamu tuh yang mulai duluan." Sahut Beby sambil tertawa.
"Kalian asyik banget ya." Tegur seseorang.
Beby menoleh dan melihat Shania sedang tersenyum ke arahnya. Sementara Nabilah terus membuat istana pasir tanpa menghiraukan Shania dan Beby. Beby berdiri dan tersenyum pada sahabat masa kecilnya itu.
"Iya nih. Mumpung sekolah libur. Jadi aku ajak dia main kesini." Kata Beby.
"Anak yang menggemaskan." Ujar Shania.
Beby tersenyum. Mereka berdua menatap Nabilah yang sedang bermain. Setelah bosan, dia menatap Beby dengan pandangan memohon.
"Kakak, aku mau naik itu." Rajuk Nabilah menunjuk ayunan yang ada disana.
"Ya udah ayo kesana." Beby menggandeng tangan Nabilah.
Mereka bertiga segera melangkah menuju ayunan disana. Beby menaikkan tubuh kecil Nabilah ke atas ayunan dengan hati-hati. Beby mengayunkan ayunan perlahan membuat Nabilah tersenyum senang. Shania tersenyum melihat anak kecil menggemaskan itu tertawa.
"Tante, ayo main juga." Ajak Nabilah pada Shania.
Beby tertawa keras mendengar Adik angkatnya memanggil Shania dengan sebutan Tante. Shania melihat ke arah Beby dengan wajah cemberut. Lalu dia menatap Nabilah dengan wajah gemas.
"Iya ayo main lagi." Ujar Shania lemas.
"Iya Tante. Sekarang Tante yang dorong ayunan aku." Pinta Nabilah manja.
Shania segera mendorong ayunan yang dinaiki Nabilah. Dia tertawa bahagia. Beby masih saja tertawa karena panggilan Tante yang dilontarkan Nabilah ke Shania. Shania menatapnya dengan pandangan jengkel.
"Gak usah ketawa deh Beb." Ujar Shania.
"Maaf Shan. Abis lucu sih." Sahut Beby sambil tertawa.
"Ngeselin ah."
"Jangan ngambek dong. Nanti makin mirip Tante loh."
"Gak lucu Beb."
Beby kembali tertawa. Akhirnya mereka pergi meninggalkan taman dengan Beby menggandeng tangan Nabilah. Shania ikut mobil Beby yang terparkir didekat taman. Mereka melanjutkan perjalanan menuju danau tempat mereka bermain dulu.
Tanpa waktu lama, mereka sampai didanau. Beby membuka pintu untuk Nabilah yang duduk dijok belakang mobil. Shania menunggu Beby dan Nabilah keluar lalu berjalan menuju danau. Sebelum sampai didanau, mereka membeli baju untuk Nabilah karena bajunya sudah kotor akibat bermain pasir. Mereka juga membeli makan siang dan susu untuk Nabilah.
Nabilah duduk dipangkuan Beby sambil memainkan boneka kelincinya yang ditaruh dimobil tadi. Beby membuka kotak makan siangnya dan Shania. Mereka pun makan bersama sambil menyuapi Nabilah dengan sabar. Setelah selesai, Nabilah langsung meminum susunya.
Karena lelah, Nabilah bersandar dipangkuan Beby. Kepalanya menempel didada Beby. Shania mengelus lembut puncak kepala Nabilah. Akhirnya Nabilah tertidur pulas. Mereka menatap danau dengan pandangan menerawang. Mereka untuk sejenak hanya diam disana. Hingga Shania membuka suaranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)
AcciónSetelah mereka yang sangat aku sayangi pergi, aku akan berusaha melindungi mereka. Walaupun aku harus melanggar janji yang aku ucapkan -Frieska-
