Epilog

1.1K 61 6
                                        

Disebuah kampus terlihat ada sebuah perayaan besar yang akan diadakan. Hari itu akan diadakan acara wisuda untuk angkatan Ghaida dan yang lainnya. Semua panitia tampak sedang menyiapkan kursi dan apa-apa saja yang dibutuhkan.

Dipanggung terlihat alat-alat music yang disimpan diruang klub Ghaida ditaruh disana.Jeje tampak sedang menyetem gitar listriknya.Kemudian dia berpindah ke keyboard yang berada didekat bass.Ve juga tampak memainkan senar bass.

Kinal terlihat disisi panggung sambil mengatur sound system yang sedang diatur oleh panitia. Tanpa sengaja dia melihat ke arah Ve yang sedang serius memainkan bassnya.Dia tersenyum pada Ve.Akhirnya dia melanjutkan pekerjaannya.

Ghaida tampak didalam bersama panitia yang mendirikan acara sambil membaca draft acara. Dia menganggukkan kepalanya tanda paham. Sendy juga ada disana sambil mrmbawa stand mic yang akan digunakan para wisuda untuk berpidato. Disana baru beberapa orang saja yang datang.Kebanyakan dari mereka tidak memakai busana resmi.

Bahkan Ghaida dan Kinal memakai kemeja putih yang terlihat pas mereka kenakan. Kecuali Sendy, Ve dan Jeje yang memakai pakaian formal. Frieska datang dengan memakai setelan formal yang pas dipakainya.Dia langsung duduk dikursi tamu dan menatap panggung.

Tak lama kemudian, Rachel datang bersama Vanka.Mereka menepuk bahu Frieska.Frieska menoleh dan menyuruh mereka untuk duduk.Mereka pun duduk sambil bergandengan tangan.Wajah mereka sangat ceria saat duduk.

"Halo Kak." Sapa Vanka.

"Kalian ceria banget." Komentar Frieska.

"Iya Kak. Nih Thacil baru jawab perasaan aku."Kata Rachel sambil tertawa.

"Apaan sih Chel?"Ujar Vanka malu.

"Eh Ayana kemana? Biasanya bareng kalian?" Tanya Frieska.

"Ah biasa dia mah Kak. Baru bangun tidur." Sahut Vanka.

"Ya udah. Sebentar lagi acara dimulai nih."

Akhirnya acara dimulai setelah banyak para mahasiswi yang datang untuk melihat acara wisuda.Semua tampak memenuhi kursi.Ayana juga sudah datang bersama Desy yang tampak memakai topi baret.Mereka pun mengobrol sejenak sampai seksi konsumsi membagikan makanan untuk mereka.

Semua tamu semakin heboh saat klub Ghaida naik ke atas panggung dan menerima penghargaan.Ghaida mendapat peringkat sebagai mahasiswi berprestasi.Dan saat diumumkan bahwa Dhike yang mendapat peringkat teratas sebagai mahasiswi berprestasi, Ghaida hanya menunduk tapi langsung mewakili Dhike untuk mengambil penghargaan.

Semua mahasiswi bertepuk tangan.Terutama Frieska yang bahkan ikut menangis.Vanka mengelus punggung Frieska yang bergetar hebat.Ghaida menerimanya tatapan pedih.Dia mulai bersiap pidato.Setelah menahan isaknya, dia mulai bicara.

"Terima kasih untuk yang sudah datang.Untuk penghargaan milik Dhike saya wakilkan karena dia sekarang sudah gak ada disini. Dan saya harap walaupun Dhike gak ada disini, dia tahu apa yang dia dapatkan sekarang." Kata Ghaida. Air matanya kembali mengalir.

"Dhike adalah saudara saya.Dia rela berkorban untuk menyelamatkan kampus dan yayasan ini. Mungkin kita gak menyangka bahwa dia akan pergi diusia muda. Tapi saya yakin dia sudah bahagia sekarang disana.Sekali lagi saya ucapkan terima kasih."

Ghaida menutup pidatonya lalu membungkuk sopan.Para mahasiswi bertepuk tangan.Ghaida menyeka air matanya.Frieska menyusul Ghaida dan langsung memeluknya.Dia mengelus punggung Ghaida yang bergetar.Dia mengakui kalau dia juga mencintai Ghaida.Sama seperti Kakaknya.

Sendy ikut menangis dibahu Jeje.Ve dan Kinal juga menatap Ghaida yang dipeluk oleh Frieska. Mereka yang sudah lulus disini juga tersentuh dengan pidato Ghaida. Mereka semua kini berharap, Dhike sudah bahagia disana.

Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang