Special Part Laksani Sister

383 18 9
                                        

Disebuah rumah yang besar, tampak seorang perempuan bertubuh besar dan atletis sedang menatap keluar jendela dengan pandangan mata yang datar dan tajam. Entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu hingga dia memasang wajah datar dan tajam.

Hampir seminggu ini Frieska, wanita bertubuh besar itu, tak bisa tidur. Saat berada diranjang, Frieska hanya bisa membolak-balik tubuhnya tanpa bisa memejamkan matanya sekejap pun. Walaupun bisa tertidur, pasti hanya beberapa menit saja.

Dirinya terus terbayang peristiwa bertahun-tahun lalu saat Kakaknya, Melody dan Ghaida, mantan pacarnya bertarung di kampusnya dulu. Mantan? Bukankah Melody dan Ghaida berpacaran? Tidak. Mereka tak lagi menjalin hubungan seperti dulu lagi.

Setelah melalui hal bersama selama bertahun-tahun, mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan secara baik-baik. Alasannya adalah ketidak cocokan dan kesibukan mereka masing-masing. Terlebih Ghaida kini telah pindah keluar negeri, lebih tepatnya Jepang untuk melanjutkan studi S2 nya.

Frieska? Sejak kematian Naomi dan terjalinnya hubungan antara Kakaknya dan Ghaida, Frieska masih sendiri. Dirinya tak pernah terlihat menjalin hubungan dengan siapapun. Karena hati Frieska ternyata sudah terpatri pada satu orang saja.

Siapa dia? Ghaida? Bukan. Naomi adalah orang yang ternyata selama ini selalu Frieska cintai. Satu hal yang tidak pernah diketahui siapapun adalah ternyata Naomi dan Frieska sempat menjalin hubungan lebih dari sahabat saat mereka SMA.

Tapi karena suatu hal, mereka sepakat untuk break dari hubungan mereka sampai akhirnya Naomi menjalin hubungan dengan orang lain yaitu Yona, seorang pembalap liar dan pemilik bengkel besar yang dikenalnya saat dirinya pulang malam.

Frieska yang saat itu masih mencintai Naomi hanya bisa diam dan menerima apapun keputusan Naomi asalkan wanita itu senang. Dan sampai sekarang Frieska masih mencintai Naomi seperti dulu walaupun ada rasa sakit dihatinya.

Dan kini dia terpikir untuk menantang Kakaknya sendiri. Sama seperti yang pernah Ghaida lakukan dulu. Sudah lama rasanya Frieska tidak bertarung. Jadi dia harus bersiap untuk pertarungan yang akan dia rencanakan dalam waktu dekat.

Akhirnya Frieska keluar dari kamarnya setelah merenung beberapa saat. Hatinya sudah mantap untuk mengambil keputusan yang dia rasa tepat. Frieska pun menutup pintu kamar dengan pelan dan berjalan dengan langkah santai tapi pasti.

***

Sementara itu, diruang tengah tampak seorang wanita muda yang sedang mengajak seorang anak perempuan bermain dengan mainan milik Nabilah yang masih disimpan olehnya. Anak itu tampak senang saat memainkan mainannya bersama Melody.

Tak lama kemudian, Beby keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi 2 gelas. Satu gelas berisi susu sementara satu gelas lagi berisi teh. Dihampirinya Kakaknya yang sedang bermain dengan anak perempuan itu. Perempuan itu tersenyum saat Beby datang membawakan mereka minuman.

"Nih Kak. Teh buat Kakak sama susu buat Dedek." Beby menaruh gelasnya ke lantai.

"Makasih ya Beb. Ayo Dek minum dulu susunya." Melody mengangkat gelas susunya.

"Iya Kak."

Mereka tersenyum saat melihat Adik mereka meminum susunya dengan cepat. Adik mereka memang sangat suka minum susu. Saat itulah Beby melihat air muka Melody yang kini berubah sedih saat melihat Adiknya. Atau lebih tepatnya Adik angkatnya.

Adik angkat? Bukankah Melody dan Frieska mempunyai Adik yaitu Nabilah? Untuk apa mereka mengangkat seorang Adik? Jawabannya adalah Nabilah sudah meninggalkan mereka semua sejak beberapa bulan lalu.

Beberapa bulan lalu, Nabilah mengalami kecelakaan mobil yang langsung menewaskannya ditempat kejadian. Melody yang mendengar kabar itu hanya bisa menangis keras sepanjang pemakaman Nabilah. Frieska pun menangis tapi dia berusaha tegar. Gaby tampak terpuruk sampai harus dirangkul oleh Shania dan Beby.

Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang