Melody hari ini bangun pagi-pagi sekali. Setelah menyiapkan sarapan untuk Adik-adiknya, dia langsung menuju ruang kerjanya. Diambilnya dokumen dan mulai bekerja. Hari ini kantornya libur karena tanggal merah. Setelah komputernya menyala, dia langsung bekerja.
Tanpa disadarinya, Frieska mengawasi Kakaknya yang sedang sibuk dengan komputernya. Beby dan Nabilah sedang pergi keluar untuk bermain. Wajahnya muram saat melihat Melody meluruskan pinggangnya yang pegal. Jujur, dia tidak tega melihat Kakaknya bekerja terlalu keras.
Akhirnya dia meninggalkan ruang kerja Kakaknya dan menuju ruang tengah. Tanpa sengaja, Frieska mendengar Melody batuk. Dia menuju dapur untuk mengambil air untuk Kakaknya. Saat sampai diruang kerja Kakaknya, dia melihat Melody masih berkutat dengan komputernya. Sesekali dia batuk lalu melanjutkan kerjanya. Perlahan Frieska memasuki ruang kerja Kakaknya. Melody tersenyum saat melihat Frieska datang.
"Kamu udah makan Dek?" Tanya Melody.
"Udah Kak. Ini buat Kakak. Aku lihat Kakak batuk terus." Kata Frieska sambil menaruh gelas.
"Terima kasih Dek." Melody meminumnya lalu kembali bekerja.
"Kak Mel." Panggil Frieska.
"Apa Dek?"
"Kakak istirahat ya. Aku lihat Kakak lagi kurang sehat."
"Gak bisa Dek. Ini numpuk banget."
"Kakak udah kelelahan kerja. Hari ini kan Kakak libur. Jadi pakai hari libur untuk istirahat."
"Iya Dek. Abis kerjaan ini selesai. Kakak bakal langsung istirahat."
Melody kembali serius menekuni dokumen dimejanya. Frieska duduk dikursi yang ada diruang kerja Kakaknya. Dia memperhatikan Kakaknya yang sedang bekerja. Tiba-tiba Frieska tersenyum lebar. Kemudian dia menjalankan kursinya ke arah Melody.
"Kak Mel. Gimana kalau kita liburan? Kan sebentar lagi sekolah Nabilah libur. Sekalian refreshing. Kakak juga bisa lupain sejenak masalah kantor." Usul Frieska.
Melody diam sejenak. Otaknya berpikir dan menyadari mereka belum pernah liburan karena kesibukan Melody. Kemudian dia tersenyum dan mengangguk.
"Boleh juga Dek. Nanti ajak juga Beby. Pasti dia senang." Melody setuju.
"Siap Kak. Nanti kita ke Dufan ya Kak." Rajuk Frieska.
"Iya Dek."
Frieska melonjak senang. Saat itu telepon berdering. Melody langsung mengangkatnya.
"Ya halo?" Sapa Melody.
"...."
"Oh soal proyek itu bisa kirimkan emailnya ke saya."
"...."
"Oke. Nanti saya cek dulu."
"...."
"Selamat siang."
Melody menutup teleponnya lalu melanjutkan kerjanya. Frieska berbaring disofa ruang kerja Kakaknya. Melody menyelesaikan dokumennya lalu menghampiri Frieska. Dia melihat Adiknya tertidur pulas. Melody menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Perlahan dia menggendong tubuh Adiknya yang lebih besar dari tubuhnya. Dia membuka pintu kamar Adiknya dan membaringkannya perlahan. Dia merapatkan selimutnya dan mencium kening Frieska lembut. Dielusnya puncak kepala Frieska dengan penuh sayang.
"Kakak sayang kamu Dek. Maaf kalau Kakak sering gak ada waktu untuk kamu." Ujar Melody.
Ditutupnya perlahan kamar Frieska. Melody langsung menuju kamar Nabilah yang agak berantakan. Boneka kelincinya terjatuh dilantai. Melody langsung merapikan kamarnya Nabilah sampai benar-benar rapi. Lalu ditutupnya pintu kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)
ActionSetelah mereka yang sangat aku sayangi pergi, aku akan berusaha melindungi mereka. Walaupun aku harus melanggar janji yang aku ucapkan -Frieska-
