Part 13

1K 51 0
                                        

Hari itu hari libur. Melody sedang menyiapkan sarapan diruang makan. Adik-adiknya berada diruang keluarga. Beby memangku Nabilah sementara Frieska menonton TV. Sesekali mereka bercanda sambil saling menggelitik satu sama lain. Melody tersenyum melihatnya.

"Dek, ayo sarapan dulu. Masakannya sudah jadi nih." Teriak Melody dari dapur.

"Iya Kak." Sahut mereka bertiga.

Nabilah berlari dengan kaki kecilnya menuju dapur. Beby berjalan dibelakang Nabilah. Frieska berjalan paling belakang. Dilihatnya Melody sedang mengatur meja makan dan kursi. Mereka langsung duduk dikursi. Melody mengangkat Nabilah ke kursi makan.

"Enak nih Kak." Kata Frieska.

"Ayo makan Dek. Nabilah mau disuapin gak?" Tanya Melody.

Nabilah menggelengkan kepala dan langsung melahap masakan Melody. Melody duduk disebelah Nabilah. Sedangkan Frieska diseberang bersebelahan dengan Beby. Mereka sarapan dengan nikmat. Melihat Nabilah berlepotan dengan makanan, Melody mengelap mulutnya dengan serbet.

Selesai makan, Melody merapihkan piring dan membawanya ke bak cuci. Frieska membantu Melody mencuci piring. Beby menuangkan susu vanilla ke gelas Nabilah dan memberikannya pada Nabilah. Nabilah langsung meminumnya. Setelah itu, Beby menggandeng tangan Nabilah meninggalkan dapur. Frieska dan Melody masih berada didapur.

"Kak Melody." Panggil Frieska.

"Hm... Apa Dek?" Sahut Melody.

"Mamah gimana kabarnya ya?"

Melody diam sejenak. Dalam hati dia juga sangat merindukan Rica. Ditahannya air mata yang mau jatuh. Melody tersenyum pada Frieska.

"Mama pasti baik-baik saja Dek." Kata Melody perlahan.

"Semoga ya Kak. Aku pengen Mama pulang. Aku kangen." Ujar Frieska.

"Kakak juga Dek."

"Nabilah juga pasti pengen ketemu Mama."

Melody mengangguk. Sekuat tenaga dia tahan air matanya. Ya, Melody sangat merindukan Rica. Frieska melihat Kakaknya diam dan melihat air mata yang menggantung diwajah cantik Kakaknya. Frieska langsung menghapus air mata Kakaknya.

"Maaf Kak." Lirih Frieska.

"Kenapa kamu harus minta maaf? Kamu kan gak salah." Tukas Melody.

"Aku udah bikin Kakak nangis."

"Gak Dek. Kakak gak nangis kok."

Frieska selesai mencuci piring lalu memeluk erat Kakak sulungnya. Melody balas memeluknya dan mengelus lembut punggung lebar Frieska.

"Aku cuma bisa nyusahin Kakak. Maaf Kak." Kata Frieska.

"Jangan bilang begitu Dek. Kakak bakal terus jaga kalian. Karena Mama udah menitipkan kalian semua ke Kakak." Sahut Melody.

Melody melepas pelukannya dan mengelus pipi Frieska. Frieska tersenyum. Melody mencium kening Adiknya lembut. Lalu mereka meninggalkan dapur dan menuju ruang keluarga tempat Beby dan Nabilah sedang duduk.

***

Ve berjalan menelusuri rumah sakit dengan langkah mantap. Dia menuju tempat Ghaida biasa berkumpul dengan pasien lain. Dilihatnya Ghaida sedang bermain kartu. Dihampirinya Ghaida dan berhenti tepat dibelakangnya. Semua pasien yang melihat Ve langsung diam. Ghaida paham dengan kondisi itu dan mendongak.

"Ada perkembangan lain Badai?" Tanya Ghaida.

"Ada. Dan cukup signifikan." Sahut Ve.

"Kita diskusikan ke kamarku."

Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang