Hari ini hari minggu. Perkuliahan diliburkan. Sesosok gadis dengan tampilan anggun berjalan sambil membawa map tebal berwarna biru muda. Dia memasuki butik tempatnya magang setelah mengabsen dengan kartu absen.
"Selamat pagi." Sapa karyawan disana.
"Pagi." Balasnya dengan tersenyum.
"Ve, ini ada titipan dari Bos." Katanya sambil memberikan amplop coklat pada Ve.
"Apa ini?" Tanya Ve heran.
"Kurang tahu. Kamu lihat aja."
"Oke thanks ya."
Ve menuju meja kerjanya melihat isi dari amplop coklat yang dia terima tadi. Ternyata isinya adalah rancangan yang dia gambar. Bosnya meminta Ve menggambar hasil desain lain karena ada pesanan dari klien lainnya. Ve tersenyum lalu mengambil pensil dan mulai mengerjakan sketsa.
Tangannya sangat lihai saat menggoreskan pensil warna ke hasil karyanya. Sesekali dia berhenti menggoreskan pensil warnanya dan melihat ke arah smartphonenya. Ada sebuah voice mail dari Ghaida dan Kinal. Dia pun membuka voice mail dari Ghaida dulu.
"Halo Badai. Mungkin ini agak mengganggu magangmu. Tapi aku harus memberitahukan ini. Mereka mulai bergerak perlahan. Waspada dengan lingkungan sekitarmu. Mereka mulai mengikuti kita. Pasang mata dan telingamu selalu." Bunyi voice mail dari Ghaida menggema.
Ve melihat melalui jendela. Tempat kerjanya memang berhadapan dengan jendela besar. Ditatapnya pemandangan dibawah sana dengan pandangan awas. Ghaida benar. Ada seseorang yang mengawasinya dari lorong gedung diseberang butik. Ve langsung menuju meja kerjanya dan membuka voice mail dari Kinal.
"Halo Miss Badai. Maaf tadi gak bisa antar kamu. Aku kesiangan bangunnya. Sukses ya magangnya. Ingat untuk tetap waspada. Mereka mulai bergerak perlahan. Jangan lupa makan ya." Voice mail Kinal menggema.
Dia tersenyum geli. Ditaruhnya kembali smartphonenya dan dia melanjutkan kerjanya. Setelah beberapa lama, akhirnya sketsa yang dibuat selesai. Ditaruhnya hasil desainnya ke map kertas yang tadi dibawanya. Dirapihkannya alat-alat tulis yang berserakan ke tempat pensil. Lalu dia keluar dari ruangannya.
Butik mulai ramai dengan pengunjung. Ve duduk dimeja kasir bersama karyawan tetap butik disana. Para SPG menawarkan baju hasil rancangan desainer dibutik. Sesekali gadis cantik itu juga membantu karyawan lainnya menjaga butik.
***
Saat hari sudah sore, Ve keluar dari butik. Jam kerjanya sudah selesai. Hasil karyanya sudah diberikan pada Bosnya. Bosnya puas melihat hasil karya Ve yang menarik. Dia membawa map tebal yang dibawanya pagi tadi dan menaruhnya ditas.
Hari ini dia berencana belanja kebutuhan harian. Kebetulan butiknya berdekatan dengan supermarket disana. Ve segera mengambil keranjang belanja dan mengambil yang dibutuhkannya. Ditempat lain, Frieska menggandeng Adiknya sambil mendorong troli.
Nabilah menggenggam erat tangan Frieska sambil meminum susunya. Frieska memang selalu membawa susu agar Nabilah tidak rewel selama perjalanan. Beby tidak ikut belanja karena diminta Frieska menjaga rumah. Tanpa sengaja, Nabilah bertabrakan dengan seseorang hingga susu yang diminumnya tumpah.
Susunya menyiprat ke wajah Nabilah. Sedangkan belanjaan orang itu jatuh. Frieska segera berlutut dan mengelap susu yang membasahi wajah Adiknya. Orang itu menunduk merapihkan belanjaannya yang hanya sedikit.
"Kamu gak apa-apa kan Dek?" Tanya Frieska khawatir.
"Susu aku tumpah Kak." Rajuk Nabilah.
"Iya entar kita beli lagi ya." Kata Frieska menenangkan Nabilah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)
ActionSetelah mereka yang sangat aku sayangi pergi, aku akan berusaha melindungi mereka. Walaupun aku harus melanggar janji yang aku ucapkan -Frieska-
