Setelah dinyatakan pulih oleh Dokter, Beby diijinkan pulang. Nabilah juga sudah diijinkan pulang lenih dulu. Frieska menjemput Beby, Shania dan Gaby dirumah sakit. Nabilah tidak ikut karena ingin menghabiskan waktu dengan Melody.
Sejak Nabilah keluar rumah sakit, Melody mengambil cuti panjang dari kantornya. Frieska sampai dirumah sakit dan langsung bisa melihat mereka bertiga dilobi. Melihat Frieska sudah datang, mereka bertiga segera menghampirinya.
Frieska membuka kunci mobil dan mereka bertiga masuk. Beby duduk didepan sementara Gaby dan Shania duduk dibelakang. Setelah semuanya siap, Frieska langsung menjalankan mobilnya dengan mulus. Beby menyalakan radio dan berputar lagu cinta sejati dari Ari lasso.
"Apa kata Dokter Dek?" Tanya Frieska.
"Udah pulih kok Kak. Gak terasa sakit lagi." Sahut Beby.
"Lain kali hati-hati ya. Jangan sampai patah lagi." Pesan Frieska.
"Iya Beb. Kamu itu udah tulang semua malah patah tulang." Ledek Gaby.
"Hey diam lah dasar otak lemot." Balas Beby kesal.
"Heh kalian ini malah berantem." Kata Frieska tegas.
"Dia yang mulai Kak." Bela Beby.
"Aduh berisik banget sih. Aku mau tidur nih." Protes Shania.
Akhirnya mereka diam. Frieska hanya tertawa kecil. Beby diam sambil menatap keluar jendela. Shania dan Gaby tertidur dibangku belakang. Frieska juga tampak focus menyetir. Suasana jalan agak macet jadi agak lama diperjalanan.
Saat macet dan melewati taman kosong itulah, Frieska ingat pada sahabatnya. Dia pernah berduel dengan Naomi saat SMA. Sayangnya dia kalah oleh Naomi. Tapi dari sana persahabatan mereka terjalin. Dia jadi merindukan Naomi. Mungkin dia bisa datang ke makamnya 2 atau 3 hari lagi.
Akhirnya jalanan kembali lancar dan mobil mulai melaju normal. Mereka sampai dirumah mereka yang besar. Beby membangunkan Shania dan Gaby yang masih tertidur. Akhirnya mereka terbangun dan segera turun. Beby mengambil tasnya dan menggandeng Shania.
Gaby yang mulai sadar sepenuhnya menatap perumahan elite yang menjadi tempat tinggal Beby. Dia merasa familiar dengan rumah Beby. Setelah mengingat-ingat, akhirnya Gaby sadar kalau rumahnya juga tidak jauh dari sana. Beby yang menatap Gaby hanya diam, langsung berteriak keras.
"Gab, ayo masuk. Mau sampai kapan diluar?" Kata Beby.
"Eh iya sebentar." Balas Gaby.
Akhirnya dia masuk dan melihat halaman rumahnya yang luas. Pandangannya tertuju pada kandang kelinci yang ada dikolam renang. Dia melangkah dan melihat beberapa ekor kelinci besar yang tampak gemuk sedang memakan wortel besar. Dia tersenyum dan menatap kelinci itu dengan gemas.
Saat sedang menatap kelinci itu, Nabilah datang dan Gaby menatap anak manis itu tersenyum. Nabilah langsung memeluk Gaby. Gaby memangku Nabilah sambil melihat kelinci milik Nabilah yang sedang makan.
"Kak Gaby." Panggil Nabilah.
"Halo anak manis. Ini kelinci siapa?" Tanya Gaby.
"Kelinci punya aku Kak." Jawab Nabilah.
"Lucu ya. Gemuk-gemuk."
"Iya Kak. Kan kelinci aku makan terus."
"Iya kayak kamu gemuk."
"Gak. Aku gak gemuk."
Gaby hanya tertawa. Nabilah mengerucutkan bibirnya dengan lucu. Akhirnya mereka masuk ke rumah Nabilah. Gaby menggandeng tangan Nabilah yang menghampiri Kakaknya. Saat melihat keyboard didekat ruang keluarga, Gaby langsung terpaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)
AksiSetelah mereka yang sangat aku sayangi pergi, aku akan berusaha melindungi mereka. Walaupun aku harus melanggar janji yang aku ucapkan -Frieska-
