Part 29

828 41 3
                                        

Lidya menatap Desy sejenak sebelum membuka suara.

"Tempat ini adalah tempat peristirahatan terakhir kekasih Yona." Buka Lidya.

"Kekasih? Jadi ketua Yona pernah punya kekasih?" Tanya Desy kaget.

"Iya. Dan sekarang dia sudah pergi meninggalkan kami selamanya." Sahut Lidya lirih.

"Berarti Kakak kenal orang itu?"

"Iya. Bahkan kami sangat dekat."

Desy masih diam mendengar jawaban dari Lidya. Gadis berjulukan titan itu tidak menyangka Yona pernah punya kekasih. Karena sepengetahuan Desy dan anggota lain, Yona tak pernah terlihat menggandeng seorang wanita. Bahkan dia terlihat dingin pada setiap wanita yang mengerubunginya saat dia menang balapan.

"Apa dia sama dengan wanita yang mengerubungi ketua saat racing?" Tanya Desy.

"Tentu saja gak. Bagi Yona dia adalah wanitanya yang paling indah. Dia adalah wanita kedua yang sangat disayangi Yona selain Viny." Jelas Lidya.

"Apa aku boleh tahu tentang wanita itu Kak Lid?" Tanya Desy penasaran.

"Oke. Mungkin hanya kamu yang tahu cerita ini." Lidya menjelaskan panjang lebar.

Flashback

Disebuah jalanan yang sepi karena sudah menginjak waktu dini hari sebuah mobil Toyota supra melaju kencang. Yona yang mengendarai mobil itu tampak focus menatap jalanan. Hari ini tidak ada lomba racing. Wanita berambut pendek itu baru pulang dari rumah Lidya untuk membahas bisnis.

Jalanan sudah sepi karena memang hari itu bukan weekend. Saat sampai didekat sebuah jembatan penyebrangan, dia melihat wanita berambut coklat lurus sedang berkelahi dengan segerombolan berandalan. Semuanya adalah laki-laki. Wanita itu tampak dengan mudah menghajar mereka.

Yona keluar dari mobil sportnya dan menghampiri mereka. Sayangnya wanita itu lengah saat seorang laki-laki ingin memukulnya dari belakang. Yona langsung menendang orang itu hingga tersungkur. Wanita itu kaget dan menatap Yona dengan pandangan penasaran.

"Jangan lengah. Tetaplah waspada." Kata Yona tenang.

"Siapa kau?" Tanya wanita itu.

"Bertanyanya nanti saja. Lebih baik bereskan dulu orang-orang ini." Sahut Yona.

Akhirnya mereka kembali menghajar orang-orang itu. Wajah Yona lebam sedikit menerima pukulan dari para berandalan. Begitu juga wanita yang dikenalnya itu. Akhirnya mereka berhasil. Wanita itu menatap Yona yang diam menatapnya. Yona sangat terpesona melihat wajah menawan dan terkesan judes itu. Wanita itu menatapnya dengan pandangan bingung.

"Ada sesuatu diwajahku?" Tanya wanita itu.

"Ah gak." Sahut Yona tersadar.

"Siapa kamu?" Tanya wanita itu serius.

"Viviyona Apriani. Kamu bisa panggil aku Yona." Yona mengulurkan tangannya.

"Shinta Naomi. Panggil aja Naomi." Balas Naomi.

Yona tersenyum. Naomi terpana melihat senyum ramah Yona. Mungkin perasaan mereka tak bertepuk sebelah tangan. Wanita berambut pendek itu mengambil sapu tangannya dan memberikannya pada Naomi.

"Wajah kamu kotor. Pakai ini untuk lap wajah kamu." Kata Yona lembut.

"Terima kasih. Kamu baik sekali." Sahut Naomi.

"Mau aku antar?" Tawar Yona.

"Kamu gak keberatan?"

"Jam segini gak ada kendaraan. Tenang saja. Aku orang baik-baik kok."

Perlindungan, Peperangan, Cinta (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang