Aloha!
PTMH! UPDATEEEE!
anyway... Author lagi buru-buru, jadi gak sempat bikin kata2
langsung baca aja ya😭
Happy reading✨✨✨✨

"Kau tidak pernah belajar, ya, Eleanor?"
Bilah tajam yang siap bertemu dengan kulit putih Eleanor, nyaris menyayat vena di pergelangan tangan dan menimbulkan pertumpahan darah detik itu juga. Hanya nyaris, karena Eleanor segera melepaskan tarikan tangannya dari rambut Isabelle.
Eleanor melayangkan tatapan protes saat itu juga. Karena.. Hey! Pembuluhnya hampir saja sobek hanya gara-gara menarik rambut seorang wanita yang memang pantas mendapatkannya! Manusia waras mana yang tidak akan protes di situasi seperti itu?!
"Saya benar-benar tidak mengerti, Yang Mulia. Bagaimana bisa Anda ... Hanya karena ... Anda baru saja akan ... Hah!" Eleanor melepas tawa tak menyangka. "Saya sampai kehilangan kata-kata."
"Ya, kau memang kehilangan itu untuk saat ini, tapi tolong bantu aku agar tidak membuatmu kehilangan lidahmu juga dalam waktu dekat. Kau bisa melakukan itu, kan?"
Kali ini, Eleanor benar-benar terdiam. Ia menatap kedua insan di depannya, masih dengan sorot tak percaya, walau ia telah berada di situasi yang sama berulang kali. Di mana Elios akan lebih memilih si Gadis Tak tahu malu dibanding dirinya.
"Baiklah, saya tidak akan melakukan hal bodoh lagi, setidaknya di sepanjang malam. Seperti mengotori tangan suci saya dengan menyentuh rambut wanita rendahan ini." Ia berdecih sembari melirik jijik pada Isabelle. Lalu melanjutkan dengan dagu yang diangkat pongah, "Tetapi Anda sebaiknya memenuhi tugas Anda sebagai tunangan saya, Yang Mulia."
Elios mengetatkan rahang, tak suka dengan panggilan Eleanor untuk Isabelle, wanita yang ia cintai. Yang masih bersembunyi menahan isak di balik tubuhnya. "Namanya, adalah Isabelle, berhentilah memberi julukan tak pantas untuknya atau rasakan akibatnya!" ancam pria itu. "Dan aku tidak memiliki kewajiban apapun untuk dipenuhi. Jadi menyingkirlah dari hadapanku sampai acara ini selesai."
Tersenyum kecut, Eleanor mengalihkan tatap pada gadis bergaun merah muda yang mengintip dari balik lengan Elios. Lantas ia mengernyit ketika melihat Isabelle yang langsung berpaling menyembunyikan wajahnya. Apa dia baru saja ... tersenyum.. mencemooh? Padaku?
"Aku tidak akan mengulang kalimatku lagi, Eleanor. Pergilah dari sini!"
Suara Elios lantas menghilangkan prasangka sejenaknya. Ia kembali menatap pria itu dengan sama pongahnya. "Anda tidak berhak mengusir Tunangan Putra Mahkota dari pestanya sendiri. Anda lupa, Yang Mulia? Pesta ini ada untuk memperingati pertunangan kita. Malam ini seharusnya adalah tentang kita berdua, bukannya ..." Ia tak melanjutkan kalimatnya. Sadar kalau Elios mungkin akan kehilangan kesabaran jika ia terus mencemooh Isabelle.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Take Me Home!
Viễn tưởngAgatha adalah seorang gadis 21 tahun yang baru saja menyelesaikan studinya di sebuah Universitas ternama sebagai lulusan terbaik. Namun, menjadi lulusan terbaik dengan IPK sempurna nyatanya tak dapat membuat hidupnya yang adalah seorang yatim piatu...
