Now You Know Me

938 41 0
                                        

REVISI!


"Ekhm"

Aku menoleh ke sumber suara. Ternyata rendra sudah berada tepat disebelahku sambil melipat kedua tangannya di dada

"Sudah dulu ya pez, zayn. Aku akan melanjutkan perjalananku"
"......"
"Iyaa, baiklah. I love you both"

Tuut tuut tuut

"Hey kau kenapa?" tanyaku ke rendra "tidak, hanya saja sepertinya handphonemu lebih penting dari aku" jawabnya kepadaku dengan menampakan wajah kekanakannya

Aku terkekeh kecil, "kau salah paham ren, yang tadi itu perrie dan zayn. Kau taukan, personil 1D yang left?" dia menganggukkan kepalanya

"Zayn dan perrie sudah seperti kakakku sendiri, begitupun dengan personil yang lain"

"Sepertinya banyak yang tidak aku ketahui tentang mu lea" wajahnya kini menjadi serius. Sangat jarang aku melihat dia seserius ini

"Kau ingin tau apa ren?" tanya ku

"Semuanya tentangmu, keluargamu, sahabatmu, saudaramu, aku ingin tahu semuanya" matanya menatapku intens sedangkan aku hanya bisa menundukkan kepalaku

"Baiklah lupakan yang tadi. Maafkan aku terlalu memaksamu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu setelah sekian lama perjuanganku untuk bisa bersama dirimu" katanya sambil menyenderkan kepalaku di dadanya dan mengusap rambutku sayang

"Tidak ren, aku akan menceritakan semuanya kepadamu. Tapi berjanjilah untuk tidak mengatakan ini kepada siapapun" aku menatap matanya dan mengacungkan jari kelingking ku "pinky promise(?)" ucapku "pinky promise" ucapnya sambil menautkan jari kelingkingnya.

"Kau tau jeremy winata?"
"Ya, semua orang tau dia pemilik yayasan kan?" jawab rendra "lalu kau tau marchel tommy winata? Kau tau nadine laura winata?" tanyaku lagi "kau bercanda hun? Marchel tommy winata pemilik seluruh saham dari WM group, dan nadine laura winata istrinya yang seorang designer itu? Bahkan mamaku menyukai designnya" oke aku merasa dia berlebihan

"Kau tidak merasa aneh dengan namaku?" tanyaku lagi dan lagi "apanya yang aneh? Namamu bagus. Julia athena winata" jawabnya enteng. Saat aku akan membuka mulutku tiba-tiba dia memotongnya "tunggu, julia athena winata. Winata... Winata.. Nama keluargamu winata kan hun? Kenapa bisa sama dengan nama keluarga jeremy winata? Apa jangan-jangan kau?"  "ya, aku cucu bungsu jeremy winata" jawabku datar

"WHAT??!" seketika semua orang di dalam bus menoleh kearah kami saat rendra berteriak. Oh perasaanku mulai tidak enak "lu kenapa bro?" tanya chan teman sekelas kami pastinya dan juga tim basket.

"Ah engga, gue lagi ngobrol aja sama lea. Sorry guys" sekilas gue liat kearah icha dan ara, tatapan mata mereka seolah mengintrupsiku kalian kenapa?  dan tentunya aku geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Yang lain sudah kembali ke aktifitas mereka sebelumnya. Tidur. Gosip. Makan.

"Oke, bisakah kau kecilkan suaramu itu?" kataku geram "sorry babe, but u kidding me? I mean, kenapa tidak ada yang tau kau keluarga winata?" oh lihatlah wajah penasaran seorang rendra keanu wijaya ini. "Aku serius, icha dan ara tau" jawabku santai dan menyandarkan kepalaku di pundaknya "hanya mereka? Tapi kenapa?" "karena aku ingin mendapatkan segalanya tanpa dipengaruhi embel-embel keluarga winata. Aku ingin meniliki teman dan pacar karna mereka pure menyukai ku, bukan menyukai keluarga dan harta ku. Apa tanggapanmu tentangku sekarang?" menatapnya serius "aku bahkan mencintaimu sebelum aku tau kebenaran ini. Aku tetap mencintaimu dulu sekarang dan nanti. Maksudmu berbohong untuk kebaikan dan aku tidak mempermasalahkan itu, kau tau? Malah aku takut, kau sungguh sempurna seperti putri kerajaan. Kau bisa saja memilih orang yang lebih baik dari aku" oh dia sangat romantis sekaligus dramatis. Untung kau tampan dan aku mencintaimu

Speechless, gatau mau bilang apa. Aku terdiam cukup lama "Hatiku sudah memilihmu, jadi tolong jaga baik-baik" hanya itu yang bisa aku katakan lalu memilih tidur di pundaknya. Rasanya seperti beban di pundakku hilang saat menceritakan ini ke rendra.

***

Satu minggu study tour, satu minggu bersenang-senang, satu minggu bersama rendra, bertemu abang-abang onedirection dan thegirls. Sekarang kami harus fokus untuk ujian akhir kami yang dimulai besok.

Aku sedang berada di ruang keluarga bersama opa, oma, mommy, daddy, kak hera dan kak eza. Mereka pulang 5 hari yang lalu. Oh tuhan, ini momen yang aku tunggu-tunggu setelah sekian lama tidak bertemu. Bagaimana percakapan ringan kami, tertawa, kak eza yang overprotektif terhadapku selalu merangkulku dan mencium puncak kepalaku sesekali.

"Kalian ini, seperti orang pacaran saja" serobot kak hera "kenapa sist? Kau cemburu? Mau ku cium juga? Sinii sinii" kata kak eza sambil berusaha meraih kepala kak hera untuk diciumnya. Yang lain tertawa termasuk aku "uhh kau menjijikkan" kata kak hera ketus

"Ohh ohh ohh sang putra mahkota ditolak sang putri" kataku mendramatisir keadaan "tapi putri yang satu ini tidak akan menolak putra mahkota kan" kak eza melingkarkan tangannya di leherku membuatku sulit bernafas

"Sudah za, adikmu tidak bisa bernafas" kata mom. Oh kau memang mommy terbaik mom ily

"Opa merasa seperti hidup kembali bisa berkumpul dengan kalian seperti ini"  "ya, begitupun oma"

"Kau memang masih hidup mom, dad" kata daddy "kau tidak belajar lea? Bukankah besok kau ujian akhir dear?" Tanya daddy

"Walaupun dia tidak belajar dia sudah pasti lulus dad" "hera, daddy bertanya pada lea."
"Iya dad, maafkan aku"

"Aku yakin tidak akan mengecewakan kalian semua, dan aku akan segera menyusul ke london nantinya dan meneruskan usaha mom" kataku bersemangat

"Oh tentu pincess" kata mom

"Sudahlah, ini sudah malam, sebaiknya kita pergi tidur. Lagipula besok lea ujian kan, jadi jangan ajak dia begadang" oma selalu bertutur lembut  "baiklah, ayo. Hmm aku menginap dikamarmu ya lea" oh ayolah kak eza selalu saja "aku juga tidur dikamarmu ya dek?" sudah kuduga kak hera ikut-ikutan.

"No, kalian pasti tidak akan membiarkan adik kalian tidur hingga pagi. Kalian ingat lea besok ujian?" kata mom

"Kami hanya akan tidur mom, kami tidak akan mengganggu lea. Yakan dek?" kak hera menunjukkan puppy facenya kepada mom sedangkan aku hanya bisa nyengir gajelas seperti monyet(?) oh tentu tidak , lupakan saja.

"Sudahlah nad, biarkan mereka. Ayo kita tidur" oh dad memang yang terbaik "thankyou dad, we love you" kami berlari menuju kamarku dan menimbulkan suara gaduh

"Hati-hati kalian, nanti jatuh" teriak oma dengan suara cemprengnya seperti louis(?) hahaha oke aku salah memuji oma selalu berkata lembut.

Tbc.

____________________________

Hai readers, maafkan author yang gak tepat janji. Kemaren-kemaren gue sibuk banget sama les, to, pemantapan sore, ujian sekolah juga ujian praktek. Ini gue sempet-sempetinnya update ditengah-tengah kegalauan gue gabisa nonton slfl di BSD.

So, kalian-kalian yang sama nasibnya kek gue gabisa nonton slfl, bisa kali ya kalian baca ff  gue buat ngilangin galo lo lo pada.

Jangan kecewa ya karna gue slow apdet, karena yaa you know lhaa sibuknya anak sma kelas 12 apalagi bentar lagi gue ujian ya gak si gengs

Jangan jadi silent reader yhaa, tinggalin jejak kalian lewat vote and comment. Loph yuuhh readers ku

Moonback_

-1072 words

2. FRIEND or MORE ?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang