It's Getting Better (2)

1.5K 48 0
                                        

REVISI!

"Lea!!" seseorang mengagetkanku sampai sampai iPhone yang tadinya aku pegang kini sudah berada di lantai. "Oh lord, apa yang kau lakukan hazz? Lihat iPhoneku terjatuh karna kau!" kesalku sambil memungut lagi barang kesayanganku ini. "I'm sorry lea. Fogimme please" oke, aku tidak bisa untuk tidak memaafkannya. Jurus andalannya selalu dapat membuatku luluh. Ya, puppy facenya itu.  "Oke oke, but don't do this again, right?". "Okay, thankyouu sweety"
Oh tidakk, harry memelukku sangat erat sampai aku tidak dapat bernafas

"Hah..harry.. Ahhku thid..akk bihsa bernhh..aapaahaass"

"Oh maafkan aku lea. Aku hanya senang kau mau memaafkanku"

Rolling eyes "Kau berlebihan hazz" aku memukul pelan lengannya yang mulai membentuk otot itu. "Ada apa kau disini hazz?" tanyaku. "Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan sedari tadi beb? Terlihat sangat serius" bentindak seperti mata-mata, harry mencoba mengintrogasiku. "Don't call me like that hazz, kalau tidak aku akan mengadukanmu kepada kendall. Aku hanya berkirim pesan dengan zayn" seketika terjadi perubahan ekspresi di wajah harry

"....." dia tidak menjawabku sama sekali. Oh lord, apakah ada konflik diantara mereka?
"Ada apa hazz? Apakah diantara kalian terjadi sesuatu?"  
"Tidak ada apa-apa lea. Hanya saja konser ini tidak lengkap tanpa zayn" aku tau kalau harry sedih tanpa zayn, terlihat jelas dari matanya. 
"It's ok hazz, jangan bersedih. Ayo kita temui yang lain" aku dan harry segera menuju ke backstage tepatnya ruangan the boys karena konser sudah berakhir. Aku sengaja mengalihkan pembicaraan agar harry tidak terlarut dalam pembicaraan tentang zayn dan membuatnya sedih.

Sampai di ruangan ini, kendall segera memeluk dan mencium harry. Betapa bahagianya mereka. Aku melihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 1.15 pagi, sepertinya aku akan kurang istirahat sepanjang hari ini. Niall menghampiriku dan menarikku menuju ke bus tour 1D karena kami semua akan segera menuju ke hotel. Tidak ada yang menarik selama perjalanan karena kami semua memutuskan untuk tidur.

Skip di hotel
*******

Entah setan apa yang merasuki kami, walaupun hanya tidur sebentar tapi sekarang kami kembali bersemangat. Bukan niall namanya jika tidak melakukan hal gila. Sungguh gila. Dia merengek memintaku untuk tidur di kamarnya seperti yang biasa kami lakukan kalau berada di london.

Hey, jangan berpikir yang aneh-aneh duli tentang ini. Kami tidur sekamar tidak melakukan hal-hal yang bodoh. Kami benar-benar tidur walau kadang juga bermain dan bercanda. Kami sudah terbiasa tidur bersama semenjang kecil karena kami sudah seperti saudara.

Liam, louis, harry, ele, kendal, sophia, dan lou teasdale yang sedang menggendong lux yang tertidur hanya tertawa melihat tingkah nial. Sedangkan aku? Aku benar-benar malu saat ini mempunyai sahabat seperti dia. Karena tidak ingin dipermalukan lebih lama lagi, aku menyetujui keinginan niall karena selain itu aku juga sangat merindukan sahabatku yang satu ini.

"Wohoo, baiklah kalau begitu ayo kita ke kamarmu" dengan semangat dia menarik tanganku meninggalkan yang lain dan memasuki lift

"What? Wait!"
"wait for what lea?"
"Niall? Kita akan tidur di kamarku?"
Memasang wajah konyolnya niall tertawa terrbahak-bahak di dalam lift "bhahahahahakakk tentu saja tidak lea, kita akan tidur di kamarku. Kita hanya akan mengambil pakaian tidurmu dan juga perlengkapan yang akan kau gunakan untuk acaramu besok. Kau tidak mungkin tidur dengan pakaian seperti ini kan?" niall melihatku dari atas sampai bawah

Hey benar juga.

Ting. .

Lift terbuka di lantai lima, aku dan niall segera melangkahkan kaki menuju kamarku, sampailah kami di depan kamar nomor 2531. Saat aku sudah dapat membuka kamar.

Cekleek. .

Ternyata teman-temanku sudah tertidur. Aku segera membuka koperku dan mengambil semua yang akan aku gunakan untuk besok termasuk alat mandi.

Tak kusadari ternyata niall ikut masuk ke kamarku dan duduk di sofa. Setelah selesai dengan barang-barangku aku segera menarik niall keluar dari kamarku.

Skip di kamar niall

"Niall kau ingin mandi terlebih dahulu?"
"Kau saja duluan, cepatlah"
"Ok"

Aku segera mandi, hanya butuh waktu 15 menit aku selesai. Dan setelahku niall langsung mandi. Sambil menunggu si perut karet itu mandi, aku menonton televisi sambil memainkan iPhone ku. Ada 10 pesan masuk yang beratas namakan "eza my luvluv bro". Kakakku ini kalau mengirim pesan memang tidak tanggung-tanggung.

Aku membuka pesannya,

From : Kak Eza

"Sist, dimana kau?"

"Apa kau baik-baik saja?"

"Apa kau sudah makan?"

"Hey, i miss ya a lot. Don't ya miss me?"

"Opa bilang kau study tour di djekardah"

"Apa kau menonton konser wandi?"

"Kalau kau menontonnya sampaikan salamku pada the boys and the girls"

"Hey, kenapa kau tidak membalas pesanku?"

"Aku tau kau sedang bermesra ria dengan niall. Tapi jangan abaikan juga pesanku ini!"

"Aku mengawasimu little sister. G'night, love ya:*"

Aku tertawa terbahak-bahak membaca pesan kak eza dan tak lupa membalasnya.

To : eza my luvluv bro

Aku di hotel opa di jkt. Ya aku sedang study tour. Aku sudah makan. Bagaimana denganmu? Aku bahkan sangat merindukanmu bro!

Ya aku tadi menonton mereka. Baiklah akan aku sampaikan. Berhentilah bersikap protektif kepadaku kak, atau kau ingin aku menjadi perawan tua karena tidak ada yang berani mendekatiku? Kau berlebihan.
G'night and love ya too:*

(Fyi, bacanya sambil dengerin lagu 5sos - shes kinda hot yaa. Tapi disini versi he nya bukan she. Cekidot lanjut bacanya pemirsahh)

"Kau tau, malam-malam begini kau senyum-senyum tidak jelas seperti itu. Kau membuatku takut beb" aku menoleh kearah sumber suara.

Nial berdiri di depan kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah dan dia shirtless!? Oke aku ulangi, dia SHIRTLESS!!

OMG bulu dada niall, otot-ototnya yang mulai terbentuk dan rambut yang acak-acakan. Hes kinda hot!!

Degdeg... Degdeg..
What? Wait, apa yang aku pikirkan? Dan kenapa jantungku berdetak lebih kencang?  "Menikmati pemandangan, eh?" aku tersadar oleh perkataan niall. Dia kini berjalan menuju ke ranjang tempat aku duduk saat ini.

"Eh, Ee pemandangan apa? A..aku tidak mengerti ma..maksudmu. Aku hanya kesal dengan perkataanmu yang cenderung mengejekku!" akhirnya berhasil mengelak. Tapi diluar dugaanku, niall melompat memelukku hingga aku jatuh terbaring di tempat tidur tertimpa oleh niall dan terjadilah hal yang tidak mengenakkan antara aku dan niall.

To be continued

_______________________________

Hayoo kira-kira apa hal yang tidak mengenakan itu ya??
Penasaran??
Tunggu part selanjutnya yaa..
I'll coming back soon with the new part..
Byee

-1003 words

2. FRIEND or MORE ?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang