REVISI!
Sorry udah lama gue engga update cerita ini. Tenang aja cerita ini gabakal berhenti ditengah jalan kok, karena ini cerita fantasi pertama gue jadi gue bakal semangat buat ngelanjutin cerita ini sampe akhir. Kalo perlu sampe ada sequelnya gue mauu
Btw happy 24th boobear gue. Mapp telat. Merry christmas juga buat semua readers guee. Maap telat juga
Tapi ada dua hal yang enggak telat, yaitu kalian vote dan comment ff gue.
Garing banget yakk, yaudah lanjut ke cerita . .
*****
Tepat saat aku menyelesaikan laguku, terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang, aku harap itu lea. Tapi saat aku membalikkan badanku ternyata yang bertepuk tangan adalah benar-benar lea. Aku tersenyum menyambutnya dan menyuruhnya duduk di hadapanku.
"Kau sangat menghayati lagumu niall, apakah itu curahan hatimu? Ayo ceritakan padaku" kata lea semangat, tidak sepertiku yang tidak ada semangat sama sekali semenjak kejadian tadi siang hingga sore
"Ya begitulah. Aku menyukai, ah tidak. Aku mencintai seseorang, tepatnya dia sahabatku semenjak 2 tahun yang lalu. Tapi aku terlambat, dia baru saja mengabariku bahwa dia sudah mempunyai kekasih sekarang. Dan yahh, begitulah" kataku sambil menceritakan secara detail hal yang aku alami
"Cukup menyedihkan niall. Sahabatmu itu pasti sangat bodoh menolak sahabatku ini, seorang niall horan yang sangat tampan, lucu, baik hati dan apa adanya. Apalagi kau seorang artis terkenal sekarang. Siapa wanita itu niall? Perlihatkan padaku! Akan aku tonjok dia karena berani membuatmu bersedih" kata lea dengan menggebu-gebu, bahkan dia tidak menyadari bahwa aku sedang membicarakannya
"Whoaa, calm down girl. Lupakan saja dia, mungkin dia bukan jodohku. Biarkan dia bahagia bersama pilihannya lea" karena orang itu adalah kau
"Kenapa kau sangat baik niall? Kenapa kau masih bisa memikirkan perasaannya sementara kau sendiri terluka?" raut wajah lea menunjukkan kesedihan. sepertinya kami memang hanya ditakdirkan untuk bersahabat. TIDAK LEBIH
"Jodoh pasti tak kemana, lea" kataku sambil tersenyum "Kau 11 12 dengan afgan niall, penyanyi indonesia" lea tertawa cekikikan "sudahlah lupakan itu, bagaimana dengan ceritamu?" kataku mengalihkan pembicaraan
"Oh itu, kau tau tadi rendra sangat romantis. Dia bla bla bla" aku tidak fokus mendengarkan ceritanya. Aku memerhatikan ekspresi wajah lea yang memancarkan kebahagiaan. Apa tidak ada celah bagiku untuk membahagiakanmu lea? Tidak bisakah kita menjadi lebih dari seorang sahabat? Tidakkah kau tau hatiku sakit mendengar kau menceritakannya? Aku harap kau sadar akan perasaanku ini lea. Cepat atau lambat.
Niall POV End
Setelah selesai dengan segala keperluanku dan jam sudah menunjukan waktu tengah malam dimana semua teman-temanku pasti sudah terlelap, aku segera menuju ke kolam renang untuk bertemu dengan niall sesuai dengan janjiku dengannya.
Saat sudah mendekati kolam renang, samar-samar aku mendengar suara nyanyian seseorang. Semakin aku mendekat, suara itu semakin jelas terdengar. Aku akhirnya menyadari seseorang itu adalah niall. Dari belakang punggungnya aku bisa merasakan niall sangat menghayati lagunya. Aku semakin yakin bahwa niall sedang ada masalah saat ini.
Tepat saat niall selesai menyanyikan bait terakhir lagunya yang berjudul More Than This aku bertepuk tangan dan berjalan mendekatinya. Niall tersenyum. Selalu seperti ini. Selalu ingin menyembunyikan masalahnya dariku agar aku tidak khawatir.
Aku mengambil tempat duduk didepannya dan langsung to the poin menanyakan masalahnya.
"Kau sangat menghayati lagumu niall, apakah itu curahan hatimu? Ayo ceritakan padaku" kataku
KAMU SEDANG MEMBACA
2. FRIEND or MORE ?!
Roman d'amourAku dapat berbohong di depan semua orang kalau aku baik-baik saja, tapi sebenarnya hatiku tidak baik-baik saja. Pria yang aku cintai telah pergi. Ini semua yang merubah hidupku. Adakah pasangan hidupku diluar sana? Atau tuhan memang menciptakanku u...
