REVISI
Can it stay forever? Just you and me.
__________________________________
"Eh, Ee pemandangan apa? A..aku tidak mengerti ma..maksudmu. Aku hanya kesal dengan perkataanmu yang cenderung mengejekku!" akhirnya berhasil mengelak
Tapi diluar dugaanku, niall melompat memelukku jingga aku jatuh terbaring di tempat tidur tertimpa oleh niall dan terjadilah hal yang tidak mengenakkan antara aku dan niall.
"OMG NIALL JAMES HORAN!! APA YANG KAU LAKUKAN? TIDAKKAH KAU SADAR DIRIMU INI SANGAT BERAT?!" aku berteriak tepat di telinganya agar dia menyingkir dariku
"Leaa, ayolahh. Aku lapaar, bagaimana ini? Apa kau tega melihat seorang niall horan yang tampan ini kelaparan? Pesankan aku makanan!" seperti anak kecil niall merengek kepadaku. Aku menyerah kalau sudah menghadapi niall yang seperti anak kecil. Alhasil yang bisa aku lakukan adalah mengikuti keinginannya.
"Stop it niall, i'll take it for you" seketika itu senyum di wajah niall mengembang, tapi bukannya melepas pelukannya padaku dia malah mengeratkan pelukannya dan melingkarkan kakinya di pinggangku seperti aku ini bantal gulingnya.
"Lepaskan aku niall, cepaat!"
"Tidaakkk, aku merindukanmu leaa. Berapa lama kita tidak bertemu? Hampir 7 bulan sepertinya(?) apa kau tidak merindukanku?"
"Aku merindukanmu, tapi jangan menyiksaku seperti ini. Aku tidak bisa bernapas. Cepat lepaskan"
"Tidakkk"
"Baiklah aku juga tidak jadi memesankan makanan untukmu" baru saja bibirku selesai berucap, niall dengan segera melepas pelukannya. Hahaha aku tau kelemahanmu horan. "Baiklah, cepat pesankan aku makanan princess" hendak beranjak aku merasakan sesuatu menempel di pipiku. Nial menciumku! Aku ulangi, NIALL MENCIUMKU!! aku rasa pipiku memerah sekarang
"Okay" aku segera kabur. Aku membanting pintu saat niall tertawa terbahak-bahak didalam kamar.
Niall POV
Aku senang karena lea mau tidur sekamar denganku malam ini. Aku sangat merindukannya, sungguh! Selama aku mandi aku hanya memikirkannya, dia sangat cantik dan sexy apalagi sehabis mandi. Aku bergegas agar cepat selesai mandi. Aku keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan boxer ku sambil mengeringkan rambutku dengan handuk.
Aku sedikit terkejut saat melihat kearah tempat tidur, lea memperhatikanku intens. Apakah dia mulai menyadari ketampananku? Hahaha. Mmm, sebuah ide gila muncul di otakku. Aku melompat memeluknya hingga dia terbaring ditempat tidur.
"OMG NIALL JAMES HORAN!! APA YANG KAU LAKUKAN? TIDAKKAH KAU SADAR DIRIMU INI SANGAT BERAT?!" teriakannya sangat kencang menggema di telingaku. Tapi aku tidak peduli
"Leaa, ayolahh. Aku lapaar, bagaimana ini? Apa kau tega melihat seorang niall horan yang tampan ini kelaparan? Pesankan aku makanan!" aku nyaman dalam posisi seperti ini lea, kau tau?
Hening sejenak, sepertinya lea sedang berpikir
"Stop it niall, i'll take it for you" aku tersenyum penuh kemenangan mendapat apa yang aku inginkan walaupun tidak benar-benar aku inginkan. Tapi kalau itu tentang makanan, apa salahnya?
"Lepaskan aku niall, cepaat!" dia berontak lagi, tapi aku tetap berusaha memeluknya erat. Apa kau tau aku mencintaimu lea? Pernahkah kau sadar itu? Aku nyaman bersamamu
"Tidaakkk, aku merindukanmu leaa. Berapa lama kita tidak bertemu? Hampir 7 bulan sepertinya(?) apa kau tidak merindukanku?" kekeh aku mempertahankan posisiku
"Aku merindukanmu, tapi jangan menyiksaku seperti ini. Aku tidak bisa bernapas. Cepat lepaskan"
"Tidakkk"
"Baiklah aku juga tidak jadi memesankan makanan untukmu" aku segera menjauh darinya, dari pada makananku lenyap.
"Baiklah, cepat pesankan aku makanan princess" kemudian mencuri sebuah ciuman dipipinya.
"Okay" dia berlari cepat keluar kamar dan sepertinya pipinya memerah. Aku tertawa puas dari dalam kamar saat dia membanting pintu kamar.
'Kau tidak pernah tau betapa bahagianya aku bersama denganmu hanya berdua lea. Aku mencintaimu semenjak aku berumur 18 tahun. 2 tahun bukan waktu yang sebentar untukku memendam ini lea. Ku harap suatu saat kau menyadarinya'
Niall POV End
Aku turun ke lantai 1 sambil menelefon manager hotel untuk memesankan drivethru untuk niall. Aku menunggu di lobi hotel selama 20 menit dan akhirnya pesananku datang. Setelah aku membayarnya aku kembali ke kamar niall. Sampai didepan kamar, aku baru ingat aku keluar kamar tidak membawa kunci kartu. Aku berusaha menelpon niall tapi tak kunjung diangkat.
Aku menyerah dan kembali menelpon manager hotel agar dibawakan cardkey kamar niall. Tak berapa lama akhirnya aku bisa membuka kamar niall. Saat aku membuka kamar, yang aku temukan adalah televisi yang menyala dan niall yang tertidur.
Dia sangat lucu tertidur seperti ini. Mukanya polos, beruntung aku mempunyai sahabat seperti dia. menaruh makanan yang ku bawa diatas meja lalu menyelimuti badannya dan berbaring di tempat tidur sebelah niall.
Skip pukul 4 pagi waktu indonesia
Aku mendengar suara berisik yang lalu membuatku membuka mata. Aku melihat jam ternyata masih pukul 4 pagi. Aku pemasaran dari mana asal suata berisik itu, aku mengedarkan pandanganku dan menemukan niall yang sedang memakan makanan yang aku pesankan semalam dengan lahapnya.
"Selamat pagi lea"
"Pagi niall, aku akan mandi duluan yaa. Aku harus siap-siap untuk acara hari ini"
"Kenapa kau terburu-buru? Makanlah dulu bersamaku. Ayo duduk disini" dia menunjukkan tempat duduk disebelahnya.
"Aku akan makan nanti bersama teman-temanku niall. Lagi pula aku belum lapar"
"Mmm, baiklah. Sudah sana cepat mandi"
Aku langsung melangkahkan kakiku memasuki kamar mandi dan menyelesaikan kegiatanku di kamar mandi dan berpakaian. "Ni, aku akan segera kembali ke kamarku lalu aku akan berkumpul dengan teman-teman yang lain kemudian berangkat"
Niall yang sedang fokus menonton spongebob squarepants menoleh kearahku. Entah sejak kapan dia tiba-tiba sudah berdiri dihadapanku. "Oke lea, goodluck for today. Take care beb" niall mencium keningku. Rasanya sangat damai. Beruntung aku mempunyai sahabat sekaligus seorang kakak seperti dia. Tapi kenapa rasanya jantungku berdetak lebih kencang? Ada apa ini?
Serius melamunkan tentang ciuman niall, tiba-tiba niall mengacak rambutku, membuyarkan lamunanku dan sedikit merusak mood pagiku. Rambutku yang sudah rapi dirusaknya. "Niall,jangan mengacak rambutku. Nanti kalau jelek bagaimana? Nanti kalau rendra ilfeel melihatku bagaimana?" Niall menjauh dariku dan berbicara tanpa melihatku "kau cantik dalam keadaan bagaimanapun lea, bahkan kau cantik saat baru bangun tidur"
"Thanks setidaknya kau mengembalikan mood ku. Aku pergi yaa niall. Love yaa. Ahhh aku tidak sabar bertemu dengan rendraa" aku berteriak sambil melompat-lompat dikamar niall lalu berlari keluar.
__________________________________
Akhirnya part ini selesai jugaa..
Btw, ceritanya disini niall baru umur 20 tahun yaa dan selisih umur niall sama lea itu 3 tahun, biar engga kejauhan umur mereka, kan ciann
See yaa di part selanjutnya
All the love ~
-1006 words
KAMU SEDANG MEMBACA
2. FRIEND or MORE ?!
RomanceAku dapat berbohong di depan semua orang kalau aku baik-baik saja, tapi sebenarnya hatiku tidak baik-baik saja. Pria yang aku cintai telah pergi. Ini semua yang merubah hidupku. Adakah pasangan hidupku diluar sana? Atau tuhan memang menciptakanku u...
