Happy For Her, Not For Me.

1.3K 39 0
                                        

REVISI!

The pain of a broken heart is the most serious because it is invisible and difficult to treat  -moon

___________________________________

Kami memulai perjalanan kami hari ini dengan tawa ria, begitupun di tempat-tempat wisata yang kami kunjungi sebelumnya. Fyi rendra selalu berada di dekatku.

Sampai pada akhirnya kami serombongan tiba di dufan. Seluruh siswa berpencar untuk menaiki wahana yang tersedia, tak terkecuali aku, ara, icha. Rendra, nathan dan refano. Selesai menaiki wahana tornado, rendra permisi ke toilet dan menyuruhku menunggu di tempat duduk wahana kora-kora sedangkan ara dan icha juga nathan dan refan meninggalkanku untuk menaiki wahana yang lainnya. Oh betapa baiknya mereka.

5 menit menunggu, dari kejauhan aku melihat seseorang yang membawa boneka beruang besar, bucket bunga mawar dan coklat berbentuk hati di tangannya. Seseorang tersebut berjalan kearahku dan cukup mengundang banyak perhatian pengunjung dufan.

Aku menyipitkan mataku, ternyata orang tersebut rendra. Sampai di depanku dia berlutut dan mengungkapkan perasaannya kepadaku. Jadi aku ditembak? Serius? Didepan banyak orang dengan bunga mawar, boneka besar dan coklat? Romantis sekalii. Ingin rasanya air mataku keluar. Hanya dengan perbuatan dan kata-katanya aku seperti terhipnotis.

"Lea, kau taukan beberapa minggu ini kita deket banget. Kau orang pertama yang aku ajak ke tempat rahasiaku. Kau orang pertama yang bisa buat aku salah tingkah. Kau berbeda dengan gadis-gadis yang pernah aku kencani. Dan aku sadar kau adalah orang yang benar-benar aku cintai. So, lea would you be ma girl? Just you and me. Aku bukan orang yang romantis, jadi aku harap kau tidak kecewa dengan caraku menyatakan perasaanku seperti ini" ungkapnya

Aku hanya dapat mematung di tempat, sorakan pengunjung dufan yang memerhatikan kami mulai terdengar di telingaku "Terima! Terima! Terima!"
Sejenak sebuah ide terlintas dipikiranku, okay aku akan sedikit mengerjainya.

"I'm sorry" jawabku sambil memasang tampang bersalah.

Seketika senyum diwajah wahyu menghilang. Haha kena kau "Ok, no prob lea. Aku mengerti bah.."

Aku memotong ucapannya "I'm sorry if I say I need ya
But I don't care, I'm not scared of love."

"What? Wait? Apa maksudmu?" sepertinya aku terkena karma, karena dengan segera dia juga memotong nyanyianku

"Hey, kau menyela nyanyianku ren. Mm, maksudku? YES!!!, aku mau menjadi pacarmu" senyumku dan senyum rendra sama-sama menghiasi wajah kami. Sorakan disekitarku tak ku hiraukan lagi. Aku mengambil bucket bunga di tangan rendra dan segera ia memelukku.

'Aku akan menceritakan ini kepada niall, Dia pasti bahagia mendengar hal ini', batinku

Sementara itu dilain tempat

Niall POV

Aku terbangun dengan perutku yang terus berbunyi seakan-akan meraung-raung meminta makan. Aku bangun dari tempat tidur dan melihat bungkusan makanan diatas meja, mungkin itu makanan yang dipesankan oleh lea semalam untukku

Aku menoleh ke tempat tidur disebelahku, disana ada lea yang sedang tertidur dengan tenangnya. Segera saja aku mendekati makananku. Sepertinya sudah dingin, tapi tak apalah. Oh pacar-pacarku, come to me:))

Saat sedang menikmati makananku aku merasa ada yang memerhatikanku dari belakang, saat aku menoleh ternyata lea sudah terbangun. Berbincang sebentar dan dia langsung mandi karena acaranya hari ini.

Selesai mandi dan sudah siap dengan semua dandanannya yang casual, lea terlihat sangat cantik. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menggodanya

"Ni, aku akan segera kembali ke kamarku mengambil barang-barangku lalu aku akan berkumpul dengan teman-teman yang lain kemudian berangkat" katanya sambil mengambil barang-barang yang dia bawa ke kamarku

Aku yang tadinya pura-pura menonton spongebob menoleh kearahnya dan berjalan mendekati lea.

"Oke lea, goodluck for today. Take care beb" aku mencium keningnya. Detak jantungku otomatis berdetak lebih kencang dengan sendirinya. Takut dia mendengar detak jantungku yang tidak wajar, aku melepas ciumanku dan mengacak rambutnya

"Niall,jangan mengacak rambutku. Nanti kalau jelek bagaimana? Nanti kalau rendra tidak menyukainya bagaimana?"

Kata-kata itu berhasil membuatku merasakan seperti sebuah pedang yang menghunus jantungku "kau cantik dalam keadaan bagaimanapun lea, bahkan kau cantik saat baru bangun tidur" kataku sambil menjauh darinya. "Thanks setidaknya kau mengembalikan mood ku. Aku pergi yaa niall. Love yaa. Ahhh aku tidak sabar bertemu dengan rendraa"

'Tapi kau tidak bisa mengembalikan moodku yang kau hancurkan lea'. Kapan kau bisa memerhatikan penampilanmu untukku seperti kau memerhatikan penampilanmu untuknya'  kataku dalam diam

Beberapa saat setelah lea meninggalkan kamarku, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Mungkinkah itu lea?

"Hai niall, apa kau sibuk? Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu"

"Ele? Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini el? Masuklah, kita bicara di dalam"

"Terima kasih niall"

Yaa, itu ele yang datang, entah apa yang ingin dibicarakannya. Sepertinya sangat serius. Aku berjalan mengikutinya lalu duduk di sofa. "Baiklah niall, aku tidak mau basa-basi denganmu. Apa kau masih mencintai lea?" ya, the boys and the girls memang mengetahui kebenaran bahwa aku mencintaai lea. "Apa kau bercanda? Tentu saja el, 2 tahun bukan waktu yang sebentar aku mencintainya dan tidak mudah untukku melupakan perasaanku ini"

Mimik wajah ele masih serius seperti pertama ia datang "kalau begitu, nyatakan perasaanmu padanya. Tadi saat aku hendak ke kamar louis aku bertemu dengan lea di depan kamarmu. Aku sempat berbincang dengan lea. Sepertinya ia sedang dekat dengan temannya, siapa sih namanya. Mmm, rendra kalau tidak salah dan saat kami membicarakan tentang rendra sepertinya lea sangat bahagia"

"Aku tidak mau merusak persahabatan kami el. Aku takut untuk mengetahui bahwa ternyata dia tidak memiliki perasaan yang sama terhadapku el. Aku.."

"Kau hanya belum mencobanya niall, kenapa kau berpikir seperti itu?"

Mengacak rambutku dan mengusap wajahku kasar "aku cukup bahagia dengan melihatnya bahagia, walaupun aku sakit" sepertinya ele frustasi mendengar jawabanku "ayolah niall aku mengerti perasaanmu. Tapi kalau memang itu yang kau inginkan, aku hanya bisa mensuportmu. Ingatlah, kami semua ada untukmu niall. Jangan pernah sungkan untuk bercerita pada kami. Aku akan ke kamar louis. Daah"

"Ya terimakasih el, daah"

Aku hanya bisa merenung dikamar hotel ini sendirian. Aku tidak boleh seperti ini, bukannya tai aku mengatakan bahwa aku bahagia melihat lea bahagia? Baiklah aku harus bersikap normal. Mungkin sedikit jalan-jalan akan menyegarkan pikiranku. Ya, aku akan mengajak harry jalan-jalan nanti siang

__________________________________

Sumpah ini gue gada ide sama sekali.
Tapi di fanfiction ini semuanya sesuai dengan imaginasi gue yaa.
Seperti zayn yang masih sama perrie, harry masih sama kendall, liam masih sama sophia, louis masih sama ele, dan niall yang masih jomblo

Jadi kalian selamat membaca kelanjutan ceritanya yaaa, semoga kalian suka
-Moon

-1036 words

2. FRIEND or MORE ?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang