Happy-Sad in The Same Time!! pt.3

939 40 2
                                        

REVISI!

"I try to tell my brain to delete our feeling -my feeling-, our memory and upgrade it for the new one, but my heart tell me 'you can't..' it hurt me inside" ~moonback_

****

"Rendra? Apa yang...? Kamu mau kemana? Dan kamu sama.... Cewek? Maksud kamu apa?!"

"...."

"Kenapa cuma diem? Jawab aku rendra! Dan lo! Lo siapa? Ngapain lo peluk-peluk pacar gue?! Lepasin dia!"

"....."

"Gue bilang lepasin cowok gue bitch!"

Plakkkk!

"APA YANG LO LAKUIN SAMA CEWEK GUE??"

Plakkk!!

"Kamu nampar aku, ren?" mataku mulai berkaca-kaca menahan sakit hatiku sekaligus rasa panas yang menjalar dipipiku sebelah kanan.

"Kalo iya kenapa? Lo kaget? Sakit? Gue kasi tau ya sama lo! LO TAU? DISINI YANG BITCH ITU ELO!! BUKAN CEWEK GUE! JADI MENDING SEKARANG LO PERGI DARI SINI DAN JANGAN GANGGU KITA!"

"Tapi kenapa ren? Rendraa?? RENDRAAA? JANGAN PERGI NDRA!! RENDRAAA!!!"

!-!-!-!

"RENDRAAA?!!!!"   keringat mengalir deras dari dahiku dan nafas yang memburu. Mimpi macam apa itu? Kenapa firasatku jadi tidak enak dengan rendra? Semoga tidak terjadi apa-apa dengannya.

Aku meraih gelas diatas nakas lalu meminumnya berharap dapat sedikit menenangkan pikiranku, kemudian mengecek iPhoneku mungkin ada balasan pesan dari rendra. Kosong. Rendra tidak membalas pesanku. Jam menunjukan pukul setengah empat pagi saat itu dan aku memutuskan untuk kembali tidur.

******

Niall memeluk  2 bungkus potato chips di dadanya saat memasuki kamar yang dia tempati bersama harry.

"Boleh tuh dibagi-bagi"

"Gak! Beli sendiri!"

"Lah, memang kau beli dimana?"

"Aku mengambilnya di kamar lea, hehehe"

"Ah kau!" harry melempar bantal disebelahnya ke wajah niall yang berhasil dihindari oleh niall "eiitt, gak kenaa wlee:p"

"Awas kau pirang!"

"Keriting!"

"Ish kau ini! Ngomong-ngomong bagaimana tadi sama lea?"

"Yaa begitulah seperti biasa dan theo selalu excited kalau sudah berbicara dengan lea."

"Itu pertanda bagus dong ni, kan sudah direstui ponakan ceritanya. Kenapa kau malah lesu begini?" harry beranjak dari ranjang dan mendekati niall yang duduk disofa

"Aku berpikir, mungkin aku harus melepaskannya saja hazz" ucap niall dengan lesu

"WHAT?!! tapi kenapa? 2 tahun bukan waktu yang sebentar untuk perjuanganmu selama ini niall!" harry yang mendengar ucapan niall langsung emosi dengan sahabatnya ini yang mudah menyerah melepaskan cintanya

"Bagaimana mungkin aku bisa merusak kebahagiaan sahabat sekaligus orang yang aku cintai hazz? Dia bahagia bersama orang lain dan aku harus bisa menerima itu. Aku tidak boleh egois. Kau pasti mengerti maksudku" niall mulai frustasi dengan keadaannya, dia berdiri dari tempat duduknya lalu mengacak rambutnya dengan kasar. Harry yang melihat hal itu berpikir sejenak lalu menghampiri niall yang kini sudah bersender di dinding kaca yang memperlihatkan kelap kelip lampu kota malam hari

2. FRIEND or MORE ?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang