Beloved Sist-Bro

959 37 1
                                        

REVISI!

Jika kaki sudah melangkah, teruskan dan jangan berhenti karena jika kau berhenti kau tidak akan pernah menemukan tujuan dari setiap langkah kakimu ~ moonback_

_______________________________

Kriiinggg... Kriiiingggg...

Aku terbangun dengan suara alarm yang menggelegar, tapi kenapa badanku terasa sangat berat dan sulit digerakkan? Oh tuhan, apa ini sebenarnya? Aku masih berusaha membuka mataku yang masih setia tertutup. Samar-samar aku melihat seperti dua buah tangan diatas tubuhku. 'Tangan siapa ini?' 1 menit. 2 menit. 3 menit. 4 menit. Baru aku menyadari bahwa semalam aku dan kedua kakakku tidur bersama.

Sebegitu sayangkah mereka kepadaku sampai-sampai tertidur sambil memeluk adik kecil mereka. Momen indah ini jarang sekali aku dapatkan karena, yaa you know lah kami tinggal di negara berbeda. Wajah tenang kedua kakakku membuat hatiku menghangat, aku tidak tega untuk membangunkan mereka tapi aku harus segera bergegas karena hari ini adalah final test ku.

Perlahan aku menggeser tangan kak hera dan kak eza dari tubuhku lalu beranjak ke toilet dan bersiap-siap.

45 minutes later. . .

Aku keluar dari walk in closet sambil menenteng tas. "Kau sudah siap lea?" tanya kak hera yang baru saja keluar dari toilet " ya, tentu saja kak. Ayo kita sarapan bersama" ajak ku. "Tunggu lea, sang putra mahkota belum bangun" kata kak hera sambil memandang sinis ke arah kak eza. Seketika muncul seringaian di bibir kami berdua, dalam hitungan ketika kami berlari menuju ranjangku dan menarik kaki kak eza

Jeduukk!!

"Aaaduuhhh!! Kerjaan siapa nih? Sialan. Orang lagi enak-enaknya tidur di tarik-tarik!" yap tebakan kalian benar. Ini suara kak eza yang ngedumel karena aku dan kak hera menariknya hingga tubuhnya mendarat mulus di lantai. Katakanlah kami berdua jahat. Hahaha

"Makanya jan molor mulu kerjaan lo! Cepet cuci muka, kita sarapan bareng-bareng" semprot kak hera tak kalah sinis dari sebelumnya. Kak eza langsung nurut saja ucapan kakak tertua kami itu.

"Morningg" ucapku dan kedua kakakku bersamaan.

"Morning too" ucap mom, dad, opa dan oma secara bergantian. "Kompak sekali kalian" kata opa. "Iya dong opa, kita kan saudara sehidup semati, ya kan?" jawab kak eza. "Yap betul banget adikku yang tampan" tambah kak hera.

Cukup basa basinya kami langsung makan sarapan kami dalam diam "dek? Kamu kakak yang anter ke sekolah ya?" pinta kak eza "kenapa emangnya? Tumben kakak mau nganter aku?" tanyaku. "Yaa, habisnya gaada kerjaan dirumah. Ya ya ya? Mau ya?" mohonnya. Aku mencium hal lain dari permintaan kak eza "iya, sebaiknya kamu diantar reza saja supaya kamu lebih rilex" kata oma. "Tuh kan, oma aja nyuruh" kata kak eza lagi "dasar pemaksa!" celetuk kak hera "bodo!"

"Sudah-sudah kalian ini malah berantem, lagi sarapan juga" kata daddy " hehehe maaf dad" jawab mereka kompak. "Yasudah lea diantar kak eza" jawabku

***

"Opa, oma, mom, dad, kak her, aku berangkat dulu yaa. Kasian kak eza nunggu lama di depan" teriakku dari ambang pintu

"Yaa hati-hati" hanya itu yang aku dengar karena selanjutnya aku langsung berlari kearah kak eza yang sedang bersender disamping bugati nya. Selama perjalanan kami tidak berbincang sedikitpun, ini kebiasaan kak eza setiap menyetir ia hanya fokus kearah jalan.

Tiba disekolah pukul 07.30, aku turun dan segera menuju kelas, tapi sebelum itu sebuah tangan kekar melingkar di pinggangku. "Kau tidak mencium kakakmu ini? Biasanya kau selalu melakukannya" kak eza, aku hanya memutar mataku dan mencium pipi kakak tampanku ini. "Bye sweety, nanti aku jemput lagi. Semoga sukses. Cupp." katanya yang diakhiri dengan mencium balik pipiku. Aku melambaikan tanganku padanya lalu berlari menuju ruang ujianku

Disana sudah ada icha, ara, nathan, rendra dan refan . "Kau diantar siapa tadi, beb?" tanya rendra yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakangku. "Oh itu kakak laki-lakiku ren, dia beberapa hari lalu baru kembali ke indonesia"
"Oh, sepertinya dia sangat menyayangimu. Dia terlihat protektif dengan adik kecilnya" terdengar kekehan kecil dari rendra diakhir kalimatnya
"Hei aku sudah hampir 18tahun!!"

***

Begitulah mereka - lea dan rendra - bercengkrama, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka 'lihat saja sebentar lagi tidak akan ada lagi tawa bahagia diantara kalian. Yang ada hanyalah lea dalam pelukanku' anonim

Ujian hari pertama, hari kedua dan hari ketiga sekaligus merupakan ujian hari terakhir di SMA Winata berjalan dengan lancar begitupun yang dirasakan oleh lea. Tidak ada hambatan yang berarti dalam urusan menjawab soal baginya.

Sepulang sekolah, lea bersama icha, ara, refan, nathan dan tentu saja rendra membagi tugas untuk menyebarkan undangan pesta ulangtahun lea yang ke 18 yang akan dirayakan di WM hotel. Seluruh siswa diangkatannya diundang untuk hadir, ini permintaan khusus dari sang opa karena tentu saja beliau akan mengadakan pertunjukan gratis untuk siswa siswi tercintanya di sma winata.

2 jam lamanya mereka menyebar undangan. Lelah. Haus. Lapar. Mereka memutuskan untuk bertemu di cafetaria.

"Makasih banyak kalian mau membantu gue. Kalian makanlah sepuasnya gue yang traktir kalian sebagai ucapan terimakasih" kata lea

Tanpa menunggu aba-aba lagi mereka semua langsung memesan makanan mereka "kau terlalu baik sayang" kata rendra sambil mencium puncak kepala lea "makan mah makan aja woy jangan pacaran" ini suara nathan

"Tuh dikodein sama nathan cha!" "makanya buruan tembak icha" kata lea dan rendra bersamaan. Ara dan refan yang mendengar langsung tertawa terbahak-bahak sementara yang dimaksud hanya tersipu malu

"Gausah malu-malu gitu kali. Eh besok kita cari gaun buat kita bertiga yuk?" tanya ara ke lea dan icha

"Gampang"

***

H-1. Besok adalah hari ulangtahunku dan hari ini aku memilih untuk melakukan perawatan bersama kak hera, momma, dan oma ku. Urusan mencari pakaian sudah aku selesaikan seminggu yang lalu bersama icha dan ara

Flashback on~

Kami menuju cabang butik momma, disana aku sebenarnya hanya mengantar icha dan ara membeli gaun mereka sedangkan gaunku sudah disiapkan secara khusus oleh mom.

Kebiasaan rempong mereka selalu muncul disaat-saat seperti ini. Aku yang tidak mau ambil pusing memilih untuk menuju balkon butik untuk mencari angin segar. Entah berapa lama aku berada disini, hingga aku tersadarkan oleh panggilan dari ara yang mengajakku untuk makan lalu pulang

Flashback off~

Apapun itu, aku sangat menikmati womans day out kami ~

To be continued

-988 words

2. FRIEND or MORE ?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang