Chapter 18: Tanduk

405 42 2
                                        

"Aka-kun!♡ Aku senang kau baik baik saja!♡" Teriak Hinako dan memeluk Akashi.

"Aku hanya pergi dua hari, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Yuu..." Kata Akashi mengelus kepala Hinako.

"Akashi juga diperbolehkan untuk bermain game lagi, tapi aku khawatir jika Akashi akan baik baik saja..." Kata Aoi khawatir.

"Benarkah?! Apa itu artinya, Ketua OSIS sudah mengerti semuanya?!" Teriak Hinako gembira.

"Begitulah." Kata Aoi tersenyum.

"Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Shirou tiba tiba keluar dari sekolah?" Tanya Kuguha tersenyum seperti biasa.

"Itu..." Aoi merasa sedih.

"...Shirou bilang, dia ada urusan dan terpaksa untuk meninggalkan sekolah untuk sementara." Kata Akashi.

"Begitu ya, hah... sangat disayangkan... dia bisa menjadi anggota cadangan yang bagus untuk tim kita." Kata Hinako menghela nafasnya.

"Sebenarnya kami ingin mengunjungimu dulu untuk hari ini. Manusia macam apa yang bisa sembuh total dalam dua hari?" Tanya Erica menggoda Akashi.

"Tidak bisa... besok adalah akhir seleksi, dan tipe game yang ditentukan adalah Team Brawl... itu akan menjadi bahaya untuk kita semua, jika kalian mengunjungiku ke rumah sakit." Kata Akashi.

"Jangan lupa kita masih ada game untuk hari ini yang masih harus kita menangkan untuk bisa ke Final..." Kata Kuguha tersenyum.

"Kita akan menang... aku yakin itu." Kata Akashi.

"Apakah kau akan baik baik saja, Akashi..?" Tanya Aoi khawatir.

"Kau meremehkanku?" Tanya Akashi.

".....Oke! Tim Aoi sudah lengkap lagi!" Teriak Aoi gembira.

Seleksi dimulai lagi, dan sekarang giliran tim Aoi...

"Wah... berapa banyak yang telah mengikuti seleksi untuk tahun ini?" Tanya pelajar di depan sekolah Hirazawa dari sekolah lain.

"Hm? Uo... Hiiro!" Teriak pelajar itu gembira.

"Eh? Ah... Taiga... sedang apa kau disini?" Tanya Hiiro terkejut.

"Wah... aku dengar kau menjadi ketua OSIS, tunggu... kenapa kau disini? Kau tau berapa banyak pekerjaan yang harus OSIS lakukan, apalagi saat seleksi..." Kata Taiga tersenyum.

"Ya... begitulah... tapi aku sedang menonton pertarungan suatu tim." Kata Hiiro menghela nafasnya.

"Menonton? Ahaha... itu tidak sepertimu... kau tidak pernah peduli untuk melihat pertarungan orang lain, ada apa denganmu?" Tanya Taiga merangkul Hiiro.

"Mengobservasi, itu juga tugasku sebagai ketua OSIS." Kata Hiiro.

"Baiklah, kalo begitu... aku juga akan ikut nonton!" Teriak Taiga tersenyum lebar.

"Sebenarnya pelajar dari sekolah lain tidak boleh masuk ke sekolah kita tanpa alasan yang baik, tapi karena kita teman lama... aku akan melewatkan ini." Kata Hiiro berjalan ke Gymnasium.

"Hehehe... itulah Hiiro yang kukenal!" Teriak Taiga mengeluarkan jempolnya.

"Hah... tolong jangan buat keributan lagi, kau selalu semangat setiap kali kau melihat petarung yang kuat." Kata Hiiro menghela nafasnya.

"Oiya! Itu mengingatkanku, apa ada anak yang kuat di sekolah ini?!" Teriak Taiga penasaran.

"Akashi Hagane dan Kuguha Shindou, mereka mempunyai kemampuan tinggi, dan mereka di tim yang sama. Tapi... belakangan ini, aku lebih tertarik pada kapten mereka." Kata Hiiro menonton game dari lantai dua di gedung Gymnasium.

The Grand Eden's GameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang