"Bodoh! Kenapa kau harus selalu ikut campur?!" Teriak AI marah.
"Berisik! Aku sudah bilang aku akan memikirkan ini dulu! Tapi kau bertindak sendiri!" Teriak Akashi marah.
"Jadi... kita dimana?" Tanya Akashi melihat ruangan tanpa permukaan, tapi dipenuhi dengan tulisan yang terbang dan bersinar.
"Kita ada di otak Eve. Jangan sentuh apapun, karena itu bisa menyebabkan Eve koma." Kata AI.
"Kau harus tetap disini, kau dengar aku? Kau harus tetap disini." Kata AI dengan tegas.
"Dan jika aku ikut denganmu?" Tanya Akashi.
"Maka kau akan mati disini dan meninggalkan tubuhmu kosong tanpa ada yang tinggal, karena sistemku masih disini untuk melindunginya." Kata AI.
"........... Apa itu artinya aku tidak bisa ikut?" Tanya Akashi.
"Ada apa denganmu?! Kau ini ingin mati atau menyelamatkan Eve?!" Teriak AI jengkel.
"Aku ingin mencegah kau melakukan hal yang bodoh! Aku mungkin menginginkan Aoi untuk kembali, tapi aku juga tidak ingin kehilanganmu!" Teriak Akashi marah.
AI terkejut mendengar itu. Dia tidak sadar Akashi sangat ingin AI untuk tetap hidup.
".......Kenapa...? Kenapa....?" AI mulai menangis.
"Kenapa kau sangat peduli padaku...? Ini tidak adil... kau jahat... kau sangat jahat..." Kata Aoi menangis dan memukul Akashi di perut dengan pelan.
"Aku harap aku adalah manusia... aku berharap mungkin aku bisa bertemu denganmu... sebagai manusia..." Kata AI menangis lebih keras.
".......Apa kau perlu menjadi manusia untuk bersamaku?" Tanya Akashi.
"Eh?" Aoi kebingungan.
"Kau bukan manusia, begitu juga dengan Aoi." Kata Akashi.
"Aku menerimamu apa adanya..." Kata Akashi.
"Aku selalu menolak bahwa kau hanyalah AI." Kata Akashi.
"Tapi... setelah kupikir pikir, aku sadar bahwa itu tidak penting." Kata Akashi.
"Aku akan tetap disini, untukmu." Kata Akashi.
"Apapun kau, apapun dirimu, jangan takut. Jika semua orang meninggalkanmu, maka aku akan tetap disini bersamamu. Tidak hanya aku, aku yakin keluarga Aoi akan menerimamu." Kata Akashi tersenyum.
"Kau masih belum mengerti? Kau memang sebodoh Aoi..." Kata Akashi tersenyum dan memeluk AI.
"..." AI tersenyum dan terasa lebih lega.
"Dan juga..." Kata Akashi tersenyum.
"Hm?" AI kebingungan.
"Kau menciumku saat aku sedang tidur, itu tidak adil." Kata Akashi tersenyum.
"A--?! AaaAAAaaa...." Wajah AI memerah dan menutupi wajahnya karena terlalu malu.
"Heh... sudah kubilang... beri aku waktu untuk berpikir dan aku akan selesaikan sebisaku." Kata Akashi tersenyum dan mengelus kepala AI.
".......... Baiklah... aku percaya padamu... berjalan lurus terus dan kau akan menemukannya..." Kata AI tersenyum.
"Hah? Apa maksudmu?" Tanya Akashi kebingungan.
"Hanya satu dari kita yang bisa masuk, aku berbohong saat aku mengatakan mustahil bagimu untuk masuk." Kata AI.
"......... Disana ya..." Kata Akashi dan menatap semua tulisan tulisan itu terbang ke arah tujuan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Grand Eden's Game
ActionCerita tentang seorang perempuan yang mempunyai impian tinggi. Ia ingin menjadi pemenang 'The Grand Eden's Game'. Sayangnya... sekolahnya tak pernah masuk kejuaraan, ia ingin menjadi orang pertama yang masuk kejuaraan di sekolahnya dan menjadi pemen...
