Chapter 30: First Date

413 33 8
                                        

"Ingat namamu adalah Aoi Kirishima... lupakan namamu yang dulu..." Kata seseorang dari ingatannya.

"Tunggu... aku pernah melihat ini sebelumnya..." Kata Aoi yang sedang mengalami mimpi buruk.

"Namamu... bukanlah..." Kata seseorang dari ingatannya.

"Apa... aku melupakan sesuatu?" Tanya Aoi yang mulai menangis.

"E.. eh...? Kenapa... aku menangis...?" Tanya Aoi yang menghapus air matanya.

"Bangun! Aoi!" Teriak Akashi yang membangunkan Aoi.

Aoi bangun dan melihat Akashi yang sedang memegang kedua pundaknya.

"Apa... kau tidak apa apa? Itu hanyalah mimpi buruk, Aoi." Kata Akashi menghapuskan air matanya dan memeluknya.

"Aku... juga tidak tau... kenapa aku menangis..." Kata Aoi yang terus menangis.

"Apa kita perlu membatalkan kencan kita?" Tanya Akashi melepaskan Aoi.

"Tidak... aku tidak apa apa... lagipula ini adalah hari pertamaku berkencan denganmu... aku seharusnya senang." Kata Aoi tersenyum dengan lebar walaupun air matanya mengalir terus.

"Baiklah... tapi jangan paksakan dirimu." Kata Akashi menghapus air matanya lagi.

"Akashi... apa kau tidur bersamaku?" Tanya Aoi terkejut dan mukanya merah.

"Hah? Lihat baik baik disekitarmu, kau yang tidur di kamarku, bodoh." Kata Akashi jengkel.

"Kalo begitu... kenapa kau tidak membangunkanku?" Tanya Aoi mukanya masih merah.

"Kau... terlihat... nyaman... aku tidak ingin... mengganggumu..." Kata Akashi tersipu.

"Ehehehe..." Aoi tertawa dan menggaruk kepalanya.

"Baik baik... ayo kita bersiap untuk kencan pertama kita..." Kata Akashi tersenyum.

Dua jam kemudian...

"Jadi... kemana?" Tanya Akashi berjalan bersama Aoi.

"Akashi... kau terlihat cemas, apakah kau tidak apa apa?" Tanya Aoi yang khawatir pada Akashi.

"Hah..." Akashi menghela nafasnya.

8 tahun yang lalu...

"Rin, Hinako, sedang apa kalian?" Tanya Akashi yang penasaran.

"Kakak! Ayo bermain dengan kami!" Teriak Rin tersenyum lebar.

"Begin begini... aku dengar kau perlu kencan dengan orang yang kau sayang. Aku ingin mencoba metode ini kepadamu, Aka-kun!♡" Hinako gembira dan menarik Akashi.

"Hah? Kenapa?" Tanya Akashi jengkel.

"Sudahlah... ikuti saja!" Teriak Hinako tersenyum.

"Aka-kun, cium aku!" Teriak Hinako tersenyum lebar dan semangat.

"Hm? Kau bilang ini kencan, tapi aku sama sekali tidak tau bagaimana cara kerjanya kencan." Kata Akashi jengkel.

"........." Hinako diam dan menangis.

"Hah?" Akashi terkejut.

"Rin... aku minta maaf... kakakmu mempunyai masa depan yang buruk..." Kata Hinako memeluk Rin sambil menangis.

"Hah?! Apa yang telah kuperbuat?!" Teriak Akashi yang kebingungan.

"Aku ingin putus!" Teriak Hinako menangis.

"Kita tidak berpacaran! Kita hanya bermain kencan!" Teriak Akashi marah.

"Kakak... jika kau seperti ini, kau akan kehilangan perempuan yang kau sayangi." Kata Rin dengan lembut dan tersenyum.

The Grand Eden's GameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang