"Hmph... tidak ada gunanya memberitahunya." Kata Akashi sambil memasak makanan.
Aoi membuka pintunya, dan menemukan Akashi sedang memasak.
"Hoam... Pagi Akashi..." Kata Aoi menguap.
"Akashi... aku lapar..." Kata Aoi masih ngantuk dan terlalu malas untuk bergerak dari posisinya.
"Tunggu sebentar lagi." Kata Akashi sambil memasak.
"Agh... kepalaku pusing... apa yang terjadi tadi malam?" Tanya Aoi memegang kepalanya.
"Aku juga merasa ingin muntah..." Kata Aoi wajahnya mulai berubah menjadi hijau.
"Kau ini lapar atau mual?" Tanya Akashi jengkel.
"Hm... keduanya." Kata Aoi tersenyum lebar.
"Pergi ke toilet." Kata Akashi jengkel.
"Ya..." Kata Aoi pergi ke toilet berjalan dengan malas malasan.
Beberapa menit kemudian...
"Mm... masakanmu memang sangat enak, Akashi." Kata Aoi sambil mengunyah.
"Tentu saja." Kata Akashi.
".......... Kau tau? Tadi malam aku mimpi indah..." Kata Aoi gembira.
"Hah? Kau pikir aku peduli?" Tanya Akashi tidak menatap balik ke Aoi.
"Tapi sayangnya! Kau tidak boleh tau!" Teriak Aoi wajahnya memerah.
"Apa kau tidak mendengarkanku?" Tanya Akashi jengkel.
"..... Paling tidak di mimpiku, aku cukup berani untuk melakukan sesuatu dan mengatakan sesuatu kepadamu." Kata Aoi wajahnya mrmerah dan membuang tatapannya dari Akashi.
"........ Apa maksudnya... kejadian di malam itu adalah mimpinya? Jadi... itu bukan kebetulan?" Dalam hati Akashi tersipu. Dia juga masih belum bisa membuang kejadian tadi malam dari pikirannya.
"Aku juga harus memberitahu perasaanku..." Dalam hati Akashi tersipu.
"Aoi, a... ada sesuatu yang ingin kuberitahu padamu..." Kata Akashi tersipu.
"Eh? Ada apa?" Tanya Aoi kebingungan sambil menyantap masakan Akashi.
"A... a... aku..." Akashi ingin mengucapkan sesuatu kepada Aoi, tapi perasaan malu membuat kata katanya tersangkut di tenggorokannya.
"Apa...?" Aoi memiringkan kepalanya kebingungan.
"................ Aku ingin mengajakmu ke Eden's Land..." Kata Akashi tersipu.
"Apa yang kau katakan?" Dalam hati Akashi sesak nafas dan marah pada dirinya sendiri.
"Hm? Tentu saja! Aku kira kau tidak akan pernah menanyakan itu!" Teriak Aoi gembira. Senyum lebarnya membuat Akashi terkejut.
"Hah? Memangnya kau anak kecil?" Tanya Akashi tersenyum.
"Hmph... aku belum pernah kesana!" Teriak Aoi ngambek.
"Kau tidak pernah kesana?" Tanya Akashi terkejut, karena Eden's Land adalah tempat wisata terkenal, dan mereka tersebar hampir di seluruh dunia.
Dia cukup yakin Aoi pasti pernah kesana, mengetahui seberapa gilanya dia menyukai Eden, dan ingin memenangkan turnamennya pula.
Senyum lebar di Aoi menghilang, diganti dengan ekspresi sedih di wajahnya.
Akashi berpikir sebentar, tapi dia tidak ingin Aoi sedih, apalagi dia sudah menawarkan Aoi untuk ke Eden's Land. (Walaupun tidak sengaja)
KAMU SEDANG MEMBACA
The Grand Eden's Game
ActionCerita tentang seorang perempuan yang mempunyai impian tinggi. Ia ingin menjadi pemenang 'The Grand Eden's Game'. Sayangnya... sekolahnya tak pernah masuk kejuaraan, ia ingin menjadi orang pertama yang masuk kejuaraan di sekolahnya dan menjadi pemen...
