S2 Chapter 20: Surprise!

297 24 9
                                        

Di kegelapan tanpa akhir, Aoi terbaring di atas tanah, atau itu yang dia pikirkan. Tanah yang dia rasakan terlalu dingin dan basah, anehnya, dia tidak merasa seperti kedinginan ataupun basah di saat yang sama. Matanya yang buta membuatnya menjadi lebih sulit untuk bisa melihat apa yang ada di tempat ini.

"Eve..." Suara kecil dari seseorang dapat terdengar, tapi Aoi tidak merespon balik.

"Eve..." Panggil orang itu lagi.

"Siapa disana...?"

"Ini aku... Adam..." Kata Adam, namun Aoi tidak dapat melihat apa apa...

Aoi tau mungkin dengan membuka matanya, dia bisa melihat dimana Adam. Tapi dimanapun dia mencari, hanya kegelapan dimana mana, walaupun dia sudah membuka matanya.

"Aku tidak dapat melihat apa apa..."

"Aku bisa lihat itu..." Ada kesedihann di kalimat Adam. Dia pasti menyadari kebutaan Aoi.

"Maafkan aku... tapi seperti yang kau tau... aku bukan Adam..." Aoi bisa merasakan jari yang kasar mengelus pipinya dengan lembut.

"Aku membuat Adam... tapi ada sesuatu yang membuatnya berbeda... sesuatu yang membuatku terpaksa untuk menyingkirkannya..." Aoi bisa mengetahui bahwa Ada-- tidak... professor, sedang menangis.

"Aku... membesarkan kalian seperti anakku sendiri... Himari sendiri memperlakukan kalian seperti adiknya sendiri..." Professor mengeluarkan air mata, dan air matanya jatuh di pipi Aoi.

"Himari...san? Apa itu artinya... dia sudah mengenaliku...? Dari sejak pertama kami bertemu... apa dia sudah mengenaliku...?"

"Mungkin Himari tidak menunjukkan kebahagiaannya. Jika kau perhatikan baik baik, Himari sering mencari waktu sendirian... dia sangat bahagia... dia menangis bahagia saat dia bertemu lagi denganmu..." Aoi cukup yakin dia tersenyum sekarang, walaupun dia tidak dapat melihatnya.

"Kau, Adam, dan Himari sering bermain bersama di Taman Eden... kau tidak ingat, karena aku menghapus ingatanmu... aku memprogram ulang bagaimana kau melihat Adam... aku memprogram ulang apa yang kau ingat..." Proffesor melanjutkan penjelasannya.

"Aku menghapus ingatanmu tentang Adam dan Himari, setelah aku membuang Adam ke Eden... aku harus menghapus ingatanmu dengan Himari juga, karena dia tidak menyukai ide untuk membuang Adam... aku harus membuatmu yakin bahwa aku satu satunya Adam di Taman Eden..." Proffesor mengelus kepala Aoi.

"Eve... aku... aku berdosa kepadamu... aku ingin membesarkanmu seperti anakku sendiri... tapi aku sendiri menggunakan apa yang kubisa untuk merubahmu seperti tikus lab... aku mengerti... aku salah..." Lagi lagi tetesan air mata menetes di pipi Aoi.

"Professor... aku senang bisa bertemu denganmu lagi..."

Aoi dapat melihat wajah professor yang tersenyum bahagia saat mendengar perkataan Aoi dalam sekilas, tapi semua penglihatannya kembali menjadi hitam dalam sekejap.

"Adam... dia... mempunyai... keinginan untuk menjadi Tuhan... dengan menggunakan apel terlarang... karena itu, aku harus membuangnya ke Eden sebelum dia berhasil mengambil apel terlarang..." Professor mengelus rambut Aoi dengan halus.

"Bagaimana cara kami mengalahkannya...?"

"Eve... masih ada banyak yang kau perlu pelajari tentang dirimu sendiri... aku sendiri masih belum tau beberapa dari itu..." Professor tertawa sedikit.

"Tapi aku bisa beritahu ini kepadamu..." Aoi bisa merasakan nafas Professor di sebelah kupingnya.

Professor membisikkan sesuatu kepada Aoi cukup lama. Setelah itu, Aoi tersenyum.

The Grand Eden's GameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang