Chapter 4: Game Over

499 53 2
                                        

Golem itu menyerang Akashi. Tinju mereka bertabrakan dan tangan golem itu hancur. Anehnya... kekuatan Akashi lebih besar dari golem itu dan ada api yang keluar dari tinju Akashi. Akashi lompat dan menendang kepalanya hingga hancur. Akhirnya ada bola mutiara berwarna silver yang keluar dari kepalanya. Akashi menangkapnya dan menghancurkannya. Golem itu akhirnya hancur dan kembali menjadi batu biasa.

"Kau tidak apa apa, Aoi?" Tanya Akashi menghampiri Aoi.

"Apa... dia sudah... mati..?" Tanya Aoi dengan lemas.

"Katakan, Aoi. Kau harus dibawa ke medis sekarang juga." Kata Akashi.

"Be...rapa... banyak... yang kau... bunuh...?" Tanya Aoi dengan lemas.

".................... Tenang saja... kau membunuh lebih banyak dariku." Kata Akashi menghela nafasnya.

"Begitu...? Heh... sudah kubilang... aku kuat..." kata Aoi tersenyum, tapi lemas.

"Bagaimana denganmu?" Tanya Aoi lagi.

"Aku sudah lelah, aku akan menyusulmu." Kata Akashi.

"Sekarang katakan." Kata Akashi.

"G... Game... Over..." kata Aoi dengan lemas.

Badan Aoi pelan pelan menjadi transparan, hingga akhirnya lenyap, Aoi kembali ke dunia asli.

"Sial... Ini terjadi lagi...!" dalam hati Akashi.

5 jam kemudian...

Akashi berjalan mengunjungi ruang UKS untuk bertemu dengan Aoi. Ia melihat Erica di depan pintu ruang UKS.

"Hagane..." Erica melihat Akashi.

"Kau... Erica, kan?" Tanya Akashi.

"Beritahu aku..." kata Erica menaikan nada bicaranya.

"........... Kau tidak diberitahu Aoi?" Tanya Akashi.

"Apa maksudmu?" Tanya Erica mulai menunjukan muka penuh dengan amarah.

"Aku membuat tantangan dengan dia, jika dia kalah... maka dia tidak akan pernah boleh ikut Grand Eden's Game. Dan jika dia menang... maka aku akan mengikuti pelajaran mulai dari sekarang. Tapi jelas... dia bahkan tidak bisa melawan golem itu? Tak kusangka dia begitu lemah." Kata Akashi.

Erica langsung jalan menuju Akashi dan menamparnya.

"Gara gara tantangan bodoh yang kau buat itu, Aoi hampir mati! Apa maumu!?! Memangnya kenapa dia tidak boleh mengikuti Grand Eden's Game!?! Itu kemauan dia sejak dia SMP! Dia berusaha menepati janjinya pada temannya yang sudah meninggal, karena sakit!" Teriak Erica.

"........................." Akashi tidak mengatakan apa apa.

"Dia pernah membuat janji pada temannya sejak SD! Tapi... temannya sudah tidak panjang umurnya! Sejak itu, Aoi berjanji akan memenagkan Grand Eden's Game! Kau pikir kau siapa!? Lemah atau kuat bukanlah sesuatu yang perlu didebatkan, tapi sesuatu yang perlu dipunyai semua orang agar mereka ingat bahwa mereka adalah manusia!" Erica menangis dan mengeluarkan senjatanya.

"Tunggu, Erica!" Teriak Kuguha memegang pundak Erica.

"Kuguha... Senpai...?" Tanya Erica melihat Kuguha dibelakangnya.

"Tenanglah... Erica..." kata Kuguha menenangkan Erica.

"Apa maksudmu tenang!?!" Tanya Erica dan mendorong Kuguha.

"Erica..." Kuguha terkejut.

"Karena dia, Aoi hampir mati! Kenapa kau tidak bisa melihat itu!?" Tanya Erica mengarahkan senjatanya ke Akashi.

The Grand Eden's GameCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang