SEVENTEEN; VERNON

19K 1.5K 88
                                        

Saat ini kamu sedang menikmati waktu kencanmu dengan kekasihmu, Vernon. Yang sudah hampir 1 tahun menemani hari-harimu. Saat ini kalian, sedang berada di sebuah cafe, menikmati waktu dengan bertukar cerita satu sama lain.

"Iya banget tau yang, masa kemaren aku tuh padahal udah buat judul makalah yang emang bener-bener beda menurut aku, eh tapi masih disuruh revisi lagi. Katanya judul makalah ku nggak ada masalah nya."

Kamu sedang bercerita tentang masalahmu yang terjadi di kehidupan kuliahmu. Sementara, Vernon hanya melihatmu sambil mendengar kamu hingga selesai cerita.

"Gila kan Pak Dayat, mana temenku bilang di jurusan hukum dia galak banget lagi."

Vernon memberikan reaksi yang seadanya saja. Tidak terlalu cuek, tidak juga terlalu berlebihan. Yang kamu tidak akan pernah bosan bercerita kepadanya. Karena dia akan selalu setia mendengar semua keluh kesahmu. Maupun hingga subuh kamu bercerita. Because he doesn't want his princess disappointed. So he always do the best to make his princess always smiling.

Tiba-tiba, saat sedang asyik bercerita handphone mu berdering. Tanda telepon masuk. Kamu pun dengan segera menerimanya.

"Halo..."
"Nggak sih mbak, kenapa mbak?"
"Lagi deket cafe sih, bareng Enon."
"Kapan mbak?"
"Ooh sekarang, hng...bisa sih. Bentar aku tanya Enon nya dulu bisa apa enggak."

"Yang, kamu abis ini ada acara nggak?" tanyamu pada Vernon.

"Nggak ada sih, what's up, babe?"

"Ini mbak Ayi mau minta tolong nitip si Saerin ke kita. Kamu bisa nggak?"

"I'd love to do it." Jawabnya girang sambil tersenyum lebar. Kamu pun membalas senyuman nya, dan kembali berbicara dengan orang di telepon.

"Enon sama aku bisa nih, mbak. Yaudah aku sama Enon kesana yah, mbak."

Kamu pun memutuskan sambungan telepon nya. Dan mulai beranjak dari tempat duduk untuk pergi kerumah mbak Ayi, sepupumu.

○○○

"Duuhh, maaf ya udah ganggu kencan kalian. Tapi mbak bener-bener butuh bantuan kalian banget. Ini si Saerin nggak ada yang jagain, suster nya yang biasa jagain lagi sakit jadi mbak suruh libur aja hari ini. Mbak harus ke bandara jemputin paketan untuk kantor. Tolong jaga Saerin yah, bentar aja koookk. Mbak nggak lama-lama, kok."

"Ih mbak ih, kaya minta tolong sama siapa aja sih. Nyantai aja ah, mbak. Lagian Enon juga seneng main sama anak kecil kaya Saerin."

"Yaudah mbak pergi dulu yah, sayang, ya. Vernon, titip Saerin yaa." Pamit mbak Ayi kepada kalian berdua.

Saat ini hanya tinggal kalian bertiga, kamu, Vernon, dan Saerin. Sedari tadi, Vernon nggak berhenti main bareng Saerin, sementara kamu hanya memperhatikannya dengan penuh senyum di wajahmu. Kamu seperti bahagia melihat anak dan suami mu bermain bersama.

○○○

Kamu dan Vernon memutuskan untuk membawa Saerin jalan-jalan disekitar taman dekat rumah. Vernon yang menggendong Saerin untuk jalan-jalan.

"Kamu tuh suka banget ya sama Saerin, dari tadi kayaknya nggak capek-capek main mulu sama Saerin."

Vernon mengangguk dengan penuh senyum. Kamu pun ikut tersenyum kembali. Sehingga kamu memutuskan untuk mengabadikan momen Vernon dan Saerin bersama, terlihat Vernon sedan mencium Saerin. Kamu benar-benar tersenyum bahagia melihatnya.

Tiba-tiba, Vernon mendekat ke telinga kamu untuk membisikkan sesuatu.

"Besok kalo kita punya anak, aku mau punya anak 5, yaa."

Kamu yang denger bisikannya langsung nyubit pinggang Vernon.

"IHHH ENON APASIIIHH. ADA SAERIN JANGAN NGOMONG BEGITU AAHH." Katamu dengan wajah yang mulai menimbulkan semburat merah di pipi.

"Saerin masih umur 6 bulan, sayang. Dia nggak bakal ngerti"

"Ih udah ah ayo balik aja kerumah." Katamu masih dengan malu-malu.

"Ingat ya, 5 anak, kalau kamu mau lebih. Aku ok juga kok."

"ENOOOONN APASIIIIH!"

-----

ITU VERNON NYA LUCU BANGET YAAAA NYIUM BAYI BEGITUUU:((( JADI INGIN MEMILIKI.
VOMENT JUSEYO. THANK YOU.

K-IDOL IMAGINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang