Hari ini merupakan hari yang bahagia buat kamu dan Dean, pacarmu yang sudah resmi menjadi pasangan hidupmu.
Setelah tiga tahun pacaran, akhirnya kalian berdua mengikrarkan janji sehidup semati didepan banyak orang untuk hidup bersama sebagai suami istri.
Resepsi pernikahanmu dengan Dean sedang berlangsung, tapi di kepala kamu itu masih terngiang-ngiang bagaimana pertama kali Dean mendekatimu.
Waktu itu, tiga tahun yang lalu, kamu mahasiswa yang fresh graduate baru mulai bekerja di salah satu perusahaan sebagai jurnalis.
Setelah tiga bulan bekerja, divisi kamu kebetulan mendapat kerja sama dengan divisi yang lain, di dalam divisi itu ada Dean, senior kamu di tempat kerja, dan kebetulan dia adalah ketua divisi ini.
Saat itu, kebetulan jam makan siang kamu baru keluar dari kantor dan teman teman kamu sudah pergi lebih dulu ke cafetaria.
Sedang menunggu lift, tiba tiba ada Dean yang juga ikut menunggu lift terbuka.
"Eh kak Dean."
Dean pun menoleh ke kamu, dan dia tersenyum yang rada canggung gitu.
Dqi dalam lift, isinya hanya kamu berdua dengan Dean, dan dia pun menghapus kesunyian diantara kami dengan mengajak kamu mengobrol.
"Kamu mau kemana?" Tanyanya tiba tiba.
"Cari makan siang, kak." Jawabku singkat.
"Oh, yaudah bareng aja yuk? Aku juga baru mau makan siang nih."
Maka kamu dan Dean pergi makan siang bersama saat itu.
Banyak percakapan yang kamu diskusikan dengan Dean saat itu, mulai dari sharing ideas sampai ke cerita pribadi pengalaman di kantor bagaimana.
Kamu pun merasa nyaman dekat dengan Dean.
Setelah makan siang itu, Dean selalu mengajak kamu untuk makan bersama atau sekedar ngopi bareng di coffeeshop.
Akhirnya, hampir enam bulan dekat dengan Dean, kalian mulai berpacaran.
Banyak momen-momen menggemaskan antara kamu dan Dean saat masih berpacaran.
Seperti saat Dean yang mengantar kamu pulang dan selalu mengantar sampai depan pintu apartemen, alasannya dia melakukan itu adalah,
"Takut digangguin sama orang lain nanti di lift, jadi lebih baik aku temenin kan." Katanya yang sedang menggenggam tanganmu di saku jaketnya, sambil memainkan jari jari kamu.
Sampai di depan pintu apartemen, Dean melepaskan pegangan tangannya dari kamu, dan kamu bersiap untuk masuk ke dalam.
"Yaudah, kamu pulang ya, aku masuk dulu." Kata kamu yang siap membuka kunci apartemen.
"Babe," panggilnya tiba tiba dan membuatmu kembali melihatnya.
"Hmmm?"
"You forget something, huh?" lanjutnya.
Kamu pun mengecek totebagmu, memastikan barang barang yang kamu bawa lengkap.
"Nggak ada tuh."
Dean pun merentangkan tangannya dan memasang wajah cemberut.
Kamu pun terkekeh dan mendekatinya lalu memeluknya.
"Kamu lupa ini, you can't leave without letting me hug you first, sweetheart." kata Dean sambil memeluk kamu erat.
"Iya iyaaa, yaudah sekarang kan udah dipeluk nih jadi pulang yah? Udah malem, ntar kamu keburu ngantuk."
Dean pun menurut, dan melepaskan pelukannya lalu pergi.
Tapi sebelum ia benar benar pergi, dia membalikkan badannya untuk melihatmu sebentar lalu mengedipkan satu matanya dan memberikan kissbye.
Jika di ingat ingat, itu semua sangat memberikan kenangan yang lucu saat ini, karena setelah nikah nanti Dean pasti semakin menggemaskan.
Sambil menunggu para tamu undangan untuk naik dan memberi selamat, kamu dan Dean mengobrol sebentar.
"Wow, babe, you're my wife now!" Katanya pelan dengan nada yang sangat antusias.
Kamu hanya tertawa kecil saja mendengar perkataan Dean.
"Well done, honey, i look forward to holding you close in bed soon!" bisik Dean yang kemudian disusul pukulan kecil di lengannya.
Lalu, kalian harus berdiri lagi, menyambut tamu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.