Mulmed : Letta
Happy Reading ...
Satu sekolah gempar mengetahui kepindahan dari Roby, cowok terbandel yang sudah dikenal seantero sekolah. Catatan kriminalnya bahkan memenuhi buku pelanggaran siswa. Tak sedikit juga anak yang takut padanya, apalagi adik kelas Roby yang sering ia palak alias minta uang dengan cara paksa.
Kalau menolak, jangan harap akan selamat dari Roby karena ia bakal membuat perhitungan dengan semua anak yang mencoba melawannya. Ia tidak pandang bulu mau cewem atau cowok akan ia kasih perhitungan yang sama.
Salah satu contoh kegilaan yang pernah ia lakukan adalah menggantung tas milik salah satu siswa di tiang bendera dengan keadaan tas sudah terbuka lebar dan entah kemana isinya, atau memasukan sepatu siswa ke dalam kloset sekolah lalu meninggalkannya begitu saja.
Dengan hukuman gila seperti itu siapa coba yang tidak takut akan sosok Roby. Hingga puncaknya adalah saat Roby memfoto seorang siswi cewek yang sedang berganti baju di wc dan menempelkan foto itu di mading sekolahan. Wajah si cewek memang tidak terlihat jelas karena diblurkan dan juga sebenarnya ia baru membuka tiga kancing atas.
Namun sial bagi Roby karena rupanya si cewek ini orangtuanya cukup berada. Dirinya yang tidak terima tentu melaporkan kasus ini atas dasar pencemaran nama baik dan pelecehan seksual. Walaupun Roby akhirnya bebas dan hanya mendapat surat peringatan dari pihak berwajib, tetapi untuk sekolah, ia terpaksa harus pindah.
Sekolah sebenarnya belum mengeluarkan Roby apalagi mengingat hubungan pemilik sekolah dengan ayah Roby yang cukup baik jadi membuat Roby selalu selamat. Tapi takdir berkata lain, ayah Roby lah yang memindahkan Roby ke sekolah lain berharap sikap anaknya itu berubah.
"Hei, Letta, jadi si Roby itu beneran mau pindah sekolah?" tanya Almira atau biasa dipanggil Mira, dia teman sebangku Letta.
Sepertinya Mira baru tahu soal ini karena ia baru berangkat sekolah. Kemarin ia sakit jadi tidak bisa berangkat makanya ia ketinggalan berita. Memang kemarin Roby bilang ia akan pindah, dan sekarang waktunya ia pamitan. Mungkin sekedar basa-basi meminta maaf atas semua kelakuannya selama ini.
"Heem, dengernya sih gitu. Tadi kalau gue gak salah denger si Agus ngomong kalau Roby mau pindah ke pondok pesantren." ujar Letta yang tadi sempat mendengarkan percakapan Agus dan Roby ketika di kelas.
"Pondok! Ya ampun?! Apa gak salah tuh anak masuk pondok?!" Mira tertawa terpingkal-pingkal sampai air matanya keluar.
Letta malah dibuat mengernyit melihat tanggapan Mira. "Iya, pondok pesantren. Emang apa salahnya, Ra? Kan malah bagus jadi kelakuannya bisa lebih baik, jadi lebih dewasa lagi, gak kekanak-kanakkan terus." kata Letta.
Mira mengusap matanya yang basah sebelum mulai bicara. "Gue yakin tuh anak satu bakalan susah berubah jadi baik, secara jiwa nakalnya udah mendarah daging. Susah banget loh ngerubah kebiasaan yang udah melekat banget di diri kita." Mira sekarang memilih menopang dagunya di atas meja.
Kali ini Letta mengiyakan. "Iya juga sih, apalagi nakal itu udah jadi makanan dia sehari-hari. Tapi gue yakin dia bakalan bisa berubah suatu hari nanti, entah itu sekarang, besok atau lusa. Karena nakal itu bukan bawaan dari lahir, tapi cuma kebiasaan. Dan kebiasan itu bisa dirubah. Kalau nanti Roby membiasakan diri sama hal-hal yang baik di pondok, gue jamin dia bakalan lupa sama kebiasaan buruknya selama ini." kata Letta panjang lebar.
Mira pun setuju. "Semoga aja begitu. Dan semoga juga gak bakalan ada Roby-Roby lainnya di sekolah kita."
"Roby-Roby lainnya?" Letta mengernyitkan kening tak dapat menangkap maksud perkataan Mira.
"Maksud gue semoga gak ada cowok lain yang senakal Roby lagi di sekolah kita. Biar sekolah kita adem ayem, damai dan tentram, begitu, Mbak Letta." Mira dengan sengaja meledek Letta dengan menambah embel-embel mbak di akhir kalimatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mischievous Boy
Novela JuvenilHanya karena selembar kertas DO dari sekolahnya, hidup seorang Alex menjadi berubah 180 derajat. Yang biasanya dimanjakan dengan kekayaan orang tuanya di kota, harus rela dipindahkan ayahnya ke desa tempat neneknya tinggal tanpa membawa apapun. Dan...
