Budayakan Vote sebelum baca~😉
______________________________________
Pagi ini aku mengenakan dress selutut dengan campuran warna pink dan putih dipadukan dengan highhils 5 cm berwarna putih, rambutku yang lurus panjang kubiarkan terurai.
Wajahku ku poles bedak, dengan sedikit eyeshadow berwarna coklat dipadukan eyeliner berwarna hitam. Dan blush on berwarna pink baby membuat wajahku makin merona, serta lipstick berwarna pink.
Overall, penampilanku cukup rapilah.
Dan tak lupa untuk membawa tas sampirku yang berwarna cream yang kuisi dengan perlengkapan make up, parfum, handphone, charger, dan power bank untuk smartphone ku yang sering lowbat karena aku termasuk penggila sosmed maka aku harus selalu on.
Aku pun menatap lagi tubuh dan wajahku di cermin. Oke, tak ada masalah.
Aku siap ke wisuda kak Kevin.
Setelah semua selesai, aku keluar kamar dan menuju meja makan yang terlihat disana baru ada Bunda dan Ayah. Sementara kak Rayn juga terlihat baru keluar dari kamarnya.
Wajahku tersenyum sumringah akan kenyataan ini. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan kak Kevin dan kedua orang tuanya.
"Pagi Bun.. pagi Yah.. pagi Kak.." sapaku sambil memberikan morning kiss lalu duduk dan minum segelas susu yang sudah di siapkan oleh Bunda.
"Pagi sayang.. Rapi banget mau kemana?" pertanyaan dan godaan kak Rayn itu membuatku kesal.
Aku memang belum cerita tentang kak Kevin ke mereka.
"Hem.. Bun, Yah. Ve boleh nggak izin pergi ke wisuda temen?" ujarku tak yakin.
"Wah! Putri Ayah ini baru tiga hari disini sudah ada saja orang yang mengundang kau ke acara spesialnya. Pasti kau juga orang spesialnya lah, iyakan Ve?" goda Ayah yang membuat wajahku semakin merona.
Untung aku tadi memberi sedikit blush on di wajahku, jadi tidak akan terlihat jelas oleh mereka kalau wajahku sekarang sedang merona.
"Iya Ve, kok nggak di kenalin ke Bunda sih temen kamu itu? Ajak dong kesini. Oh iya, temen kamu itu cewek apa cowok?" pertanyaan Bunda benar-benar membuatku bingung sekaligus malu.
"Heh.. Ia bun besok Ve ajak deh kak Kevin kesini. Ups!" jawabku sambil menutup mulutku dengan kedua tanganku yang tak sadar kalau tadi aku telah menyebutkan nama kak Kevin.
"Kevin. Oh jadi temen kamu cowok yah! Berarti dia seumuran dong sama kakak, dapet gelar apa dia Ve?" tanya kak Rayn sambil melihatkan senyum jahilnya yang membuatku ingin segera pergi dari apartemen ini.
"Iya kak, dia dapet gelar Dokter. Dia juga orang Jakarta loh, dan minggu depan kak Kevin juga balik ke Indonesia" jelasku.
"Oh jadi dia orang Jakarta juga. Hebat ya dia masih muda udah dapet gelar Dokter. Jadi kapan kamu kenalin nak Kevin itu ke Bunda?"
"Heum, lain kali ya Bun. Yaudah Ve pergi dulu Bun, takut kesiangan. Bye semua.." jawabku seraya berlalu meninggalkan mereka di meja makan.
"Iya.. Hati-hati sayang.." jawab Bunda seraya terdengar suara tawa mereka bertiga yang sepertinya tahu kalau aku sengaja mengelak dari pertanyaan-pertanyaan jahil mereka.
***
"Ve.. Veerisha! Disini.." panggil sesosok pria yang mendapati sosok ku dari kejauhan.
Ku palingkan badanku mencari pemilik suara yang sangat ku rindukan.
Ku dapati sosok pria yang begitu sempurna di mataku. Sesosok pria yang mengenakan kemeja putih di balut dengan juba hitam dan toga kesuksesan di kepalanya, dan di apit oleh sepasang orang tua paruh baya yang mengenakan kemeja dan kebaya khas Jawa dengan balutan hijab berwarna biru muda yang indah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
