Part 53

223 7 0
                                        

Acara pameran wedding yang di selenggarakan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu terlihat sedikit lengang, mungkin karena hari ini masih hari Kamis dan belum masuk waktu wekkend.

Kedua pasangan itu terlihat antusias saat melihat berbagai macam model undangan sampai pakaian pernikahan yang di pajang di dalam estalase kaca.

Banyak SPG yang menawarkan jasa WO dari perusahaannya masing-masing dan menawarkan berbagai macam potongan harga hingga paket diskon yang sedang mereka promosikan.

Kedua pasangan serasih itu mengundang banyak perhatian dari beberapa orang yang sempat berpapasan dengan mereka, ada yang melihat mereka dengan tatapan kagum dan terpesona. Dan tak jarang juga ada yang menatap kedua pasangan itu dengan tatapan iri.

Bagai mana mereka semua yang melihat itu tidak iri, jika kedua pasangan itu terutama sang prianya sangat perhatian sekali pada pasangannya dan sesekali mereka mengumbar kemesraannya di depan orang-orang itu. Membuat kaum hawa yang melihatnya merasa iri dengan kedua pasang wanita muda itu.

 Membuat kaum hawa yang melihatnya merasa iri dengan kedua pasang wanita muda itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sofenir..." Veerisha menunjuk stand yang memajang berbagai pernak pernik sofenir pernikahan yang begitu lucu. Veerisha menarik tangan Sekar untuk melihat-lihat di area stand sofenir itu.

Kevin dan Rayn yang melihat kedua pujaan hatinya itu begitu antusias tersenyum bahagia. Mereka senang melihat kedua gadis itu tak henti-hentinya tersenyum saat memasuki area pameran ini.

"Lihatlah mereka berdua begitu antusias." Ucap Kevin menatap kedua wanita itu yang tertawa melihat sofenir-sofenir lucu yang ada di hadapan mereka.

"Ya..." gumam Rayn ikut tersenyum bahagia melihat kekasihnya yang tengah bercanda dengan adik perempuannya itu.

"Vee.. sebentar ya aku ke toilet dulu" Veerisha mengangguk mengiyakan ucapan Sekar.

"Kamu mau ke mana?" tanya Rayn yang melihat Sekar meninggalkan Veerisha di stand pernak pernik sofenir itu.

"Aku mau ke toilet..."

"Aku anter. Bentar ya Vin..." ucap Rayn dan di anggukkan oleh sahabatnya itu.

Rayn dan Sekar beranjak meninggalkan Kevin yang masih berdiri di depan pintu stand sofenir. Kevin menghampiri Veerisha yang sedang asik melihat-lihat berbagai macam sofenir lucu di rak-rak pajangan.

"Hey..." sapa Kevin pada Veerisha yang tengah menggenggam sebuah sofenir wayang terbuat dari kayu yang di pernis mengkilat berukuran mini itu. Veerisha tersenyum melihat Kevin yang memeluknya dari belakang.

"Kamu suka itu?" tanya Kevin.

"Iya... lucu kan, tangan dan kakinya bisa di gerakan.." gadis itu menggerakan kaki dan tangan wayang kayu itu. Kevin tertawa renyah melihat kepolosan gadisnya itu.

"Apa kamu tidak capek hem? Apa kamu haus?"

"Capek nggak, haus iya..." Veerisha tersenyum menampakan deretan gigi putihnya membuat Kevin gemas dan menjawil hidung mungil gadisnya itu.

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang