Ekstra Part (2)

446 9 1
                                        

Budayakan vote sebelum
Baca 🙏

"Ya Tuhan, niat sekali mereka berdua itu mengerjaiku!" ucap Kevin yang benar-benar kewalahan setelah membuka dan melihat isi kado pemberian dari Vira dan Azka itu.

Kado itu dibungkus berlapis-lapis dengan kertas koran dan kardus oleh kedua sahabat istrinya itu.

"Sudah kuduga mereka berdua itu memang sengaja ingin mengerjaiku, pantas saja tadi Azka sempat menampakkan senyum devilnya saat memberikan kado ini!" ujar Kevin tersenyum masam.

"Sudah kuduga mereka berdua itu memang sengaja ingin mengerjaiku, pantas saja tadi Azka sempat menampakkan senyum devilnya saat memberikan kado ini!" ujar Kevin tersenyum masam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi ini hadiahnya.." Kevin hanya bisa geleng-geleng kepala. Veerisha terkikik melihat pantulan wajah Kevin yang merengut kesal dari dalam kaca meja riasnya.

Bagaimana tidak kesal, coba kalian bayangkan kedua pasangan ababil itu memberikannya hadiah sebotol pomade rambut pada Kevin, dan yang paling membuat Kevin kesal adalah hadiah sekecil itu dibungkus hingga bungkusan itu menjadi sebesar TV ukuran 21inc.

Kedua pasangan itu benar-benar niat sekali untuk mengerjai Kevin.

Kevin membaca kartu ucapan yang terselip di bawah pomade rambut pemberian kedua sahabat cinta itu.

"To : Kak Kevin.

Maaf ya, Kak... Kami berdua bingung mau kasih kakak hadiah apa... Karena saat ini lagi jamannya rambut kelimis jadinya kami berikan kakak Pomade ini. Siapa tahu kakak tertarik mengikuti trend rambut saat ini. Maaf hadiahnya bukan hadiah mahal dan besar yang seperti kak Kevin bayangin sebelumnya, tapi jangan pernah lihat kecilnya isi dari hadiah kami ini ya, Kak... Tapi lihatlah betapa susahnya kami membungkus kado tersebut, hargailah jerih payah kami, Kak...

Nb. Jangan marah nanti cepet tua...

From :Azka dan Vira yang unyu-unyu"

"Cih! Unyu-unyu..." cibir Kevin, tapi pria itu malah tertawa.

Kevin meletakan Pomade pemberian Azka dan Vira itu di atas meja rias Veerisha. Saat Veerisha akan beranjak dari meja riasnya itu Kevin lebih dulu menarik Veerisha ke dalam pelukannya.

Kevin memeluk Veerisha dari belakang, tangan pria itu mengusap perut Veerisha yang masih rata.
"Dia ada di sini kan?" tanya Kevin.

"Ya dia di sini dan seharusnya kakak lah yang paling tahu akan hal itu, kak Kevin kan dokter!" ucap Veerisha mencebikkan bibirnya.

"Ya dia di sini dan seharusnya kakak lah yang paling tahu akan hal itu, kak Kevin kan dokter!" ucap Veerisha mencebikkan bibirnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang