Semalaman Kevin dan Rayn mencari Veerisha dari mulai menyusuri jalan-jalan yang mungkin di lalui gadis itu sampai pergi ke rumah teman-teman gadis itu, namun usahanya nihil sampai siang ini dia tidak jua menemukan gadis itu.
"Kamu di mana sih dek..?" gumam Kevin frustasi sambil mengacak-acakrambut hitam legamnya.
"Sudahlah kak lebih baik kakak istirahat dulu.." ucap Azka menenangkan pria yang sedang frustasi di sebelahnya itu.
Ketika tadi malam Kevin dan Rayn pergi ke rumah Azka untuk mencari Veerisha dan mereka mengatakan kejadian malam itu pada sahabat baiknya Veerisha itu, Azka bersikeras untuk ikut mencari Veerisha dan di sinilah dia saat ini bersama dengan Kevin dan Rayn mencari Veerisha dengan mengendarai mobil sedan milik Kevin itu.
"Gue gak akan berhenti untuk nyari dia, gue takut terjadi apa-apa sama dia Ka... dia pergi tanpa membawa apapun.." ujar Kevin frustasi masih mengendarai mobil sedannya itu menyusuri jalan sambil terus memasang mata tajamnya siapa tahu ia melihat sosok yang di carinya itu.
"Tapi elo butuh istirahat kak, lihat mata elo itu udah kaya panda... Kalo elo tetep nyetir dengan keadaan seperti ini elo yang bakalan kenapa-napa nanti, mending sekarang kita balik ke rumah gue, gue punya nomer telefon temen-temen SMA Veerisha. Mungkin salah satu dari mereka ada yang tau.." saran Azka.
"Bener Vin, lebih baik kita balik lagi kerumah Azka. Gue yakin adik gue itu nggak bakalan berbuat hal nodoh, Ve pasti baik-baik aja.." jelas Rayn yang duduk disebelah Kevin dengan wajah yang tak kalah capek dengan Kevin.
Kevin mempertimbangkan usulan dari dua pria itu.
"Sambil gue nelfon, kak Rayn dan kak Kevin bisa sekalian istirahat.." ucap Azka lagi.
"Oke.." ucap Kevin seeaya memutar balik mobilnya ke arah rumah Azka.
Jam menunjukan pukul 3 sore, Azka yang sedari tadi berkutik dengan telfon rumahnya itu masih belum mendapatkan kabar yang ia cari sedari tadi. Sudah puluhan teman sekolah semasa SMAnya dulu yang ia hubungi tapi tak ada satupun dari mereka yang mengetahui keberadaan Veerisha, sahabatnya itu.
Azka menghempaskan tubuhnya kasar di sofa, Azka menatap pria yang juga duduk di sofa untuk satu orang itu sedang memejamkan matanya. Yaa pria itu mungkin lelah maka dari itu ia terlelap saat ini.
Sementara pria yang duduk di sofa paling pojok itupun juga sudah terlelap.
"Elo di mana sih Vee... kita semua kawatir sama keadaan elo!" gumam Azka menatap lirih Rayn dan Kevin silih berganti yang masih memejamkan matanya itu.
"Elo gak kasihan sama kakak dan pacar lo ini hah! Lihat betapa frustasinya mereka nyariin elo semalaman.."
Ketika Azka hampir terbawa mimpinya, dering ponselnya itu membuat mata yang lelah itu kembali terjaga.
Nomor tak di kenal... batin Azka, tapi ia tetap mengangkat telfon itu.
"Ya Halo.." jawab Azka
"Halo Azka ini gue Sekar" ucap Sekar dari seberang.
Azka mengerutkan dahinya.
"Kak Sekar..." gumam Azka pelan tapi Sekar masih bisa mendengarnya.
"Tadi kakak nelfon Rayn tapi nomernya gak aktif..." ucap Sekar.
"Oh iya kak, hp kak Rayn lowbet, ini masih dicas. Ada apa ya kak?" tanya Azka.
"Ooh, jadi Rayn disitu ya? Kakak bisa bicara dengan Rayn nggak.." ucap Sekar.
"Hm.. Bisa, bentar ya kak"
"Hei, kak Rayn.. Bangun, ini kak Sekar katanya mau ngomong sama elo!" ucap Azka membangunkan Rayn yang masih dapat didengar oleh Sekar diseberang.
"Halo, Sekar.." ujar Rayn setelah Azka membangunkannya.
"Rayn, ada masalah apa dengan Ve?" tanya Sekar yang membuat Rayn mengerutkan dahinya. Dari mana Sekar ada jika memang benar lagi ada masalah dengan Veerisha.
"I-iya, kami memang ada masalah sama Veerisha, dia kabur dari rumah. Dan sampai sekarang kami masih berusaha mencarinya, maaf ya aku belum sempat kasih kabar soalnya kami lagi bingung cari Ve kemana.." jelas Rayn panjang lebar.
"Iya nggak papa kok Rayn, tapi kamu nggak usah khawatir. Ve aman sama aku, dia ada sama aku sekarang!" ujar Sekar.
"Serius Veerisha ada di sana? Veerisha baik-baik aja kan?" tanya Rayn setengah teriak.
"Ve ada sama kak Sekar, kak?" tanya Azka dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Rayn.
Tanpa di sadari Azka dan Rayn sosok yang tadi terlelap di sofanya telah terjaga dan dengan sigap merebut paksa telfon genggam itu dari tangan Rayn.
"Kevin!" pekik Rayn terkejut.
"Iya dia baik_" ucap Sekar terpotong.
"Sekar ini gue Kevin, benerkan sekarang Ve ada di rumah elo?" tanya Kevin khawatir.
"Aahh... iya dia ada di rumah gue" ucap Sekar terbata mendengar suara orang lain selain Rayn dengan nada khawatir yang teramat sangat.
"Baik terimakasih, gue akan segera ke sana. Tolong jaga Ve jangan biarkan Ve pergi lagi ya Sekar" ucap Kevin mematikan sambungan telefon ketika mendapat balasan kata "Ya..." dari Sekar.
Kevin berjalan ke arah sedannya yang terparkir di halaman depan kediaman Azka sambil di ikuti Azka dan Rayn dari belakang.
"Tunjukin gue alamatnya!" ucap Kevin melirik ke arah Rayn. Rayn hanya bisa mengangguk melihat semangat Kevin yang kembali lagi, pria ini benar-benar menghawatirkan gadis itu.
Sebelum Kevin sempat menggendarai sedannya kembali Rayn sempat menerima telfon lagi dari Bundanya, menanyakan apakah Veerisha sudah ketemu atau belum pada putranya itu.
Rayn yang memang telah mendapatkan kabar di mana lokasi adiknya itu pun berkata jujur, Bundanya pun merasa lega dan dengan bersikeras ingin menyusul Rayn.
Rayn sempat membujuk Bundanya untuk tetap di rumah dan membiarkannya menjemput Veerisha tapi perempuan paruh baya itu tetep keras kepala ingin menyusulnya. Dan dengan terpaksa Rayn memberi tahukan alamat di mana saat ini Veerisha berada.
***
Hay Readers!! Jangan lupa mampir ke cerita aku yg kedua yak!!😉
Kali ini ceritanya lebih santai, happy, alurnya tentang geng anak sekolahan, remaja-remaja yang lagi kasmaran gitoh!!😂 Gokil deh..
Dan yang pasti bakal dibikin baper deh.. 😘😝
Cek!👇
https://www.wattpad.com/story/117731166?utm_medium=link&utm_content=share_writing&utm_source=android
'Omnia Vincit Amor'
See you 😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomantikVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
