Part 6

287 11 0
                                        

"Kamu sakit?" pertanyaan itu terlontar ketika dia melihatku sedang memijat pelipisku, tak sadar ternyata sosok yang bertanya itu sudah duduk dibangku taman belakang persis di sampingku sambil memperhatikanku.
Ya, malam ini aku sengaja minta kak Kevin untuk mampir kerumah ku saat ia pulang dari rumah sakit.

Kulihat ia masih mengenakan jas putihnya yang melambangkan bahwa ia seorang dokter, kulihat ia sangat lelah hari ini rambutnya yang sedikit berantakan namun tak mengurangi pesonanya.

Ya Tuhan, sanggupkah aku berterus terang kepadanya tentang perasaan Fadel ke aku? Bagaimana kalau kak Kevin enggak terima dan malah marah!

"Hei! Kok bengong?.." sentaknya yang membuatku sadar dari lamunanku.

"Eh, Ve nggak apa-apa kok kak" kataku.

"Terus ada apa? Kok Ve nyuruh kakak kesini malem-malem gini? Kangen ya" tanyanya dengan senyum manis yang menggoda.

Oh, apakah saat aku mengatakannya nanti, aku masih dapat melihat senyum kak Kevin itu lagi.

"Vee... " panggilnya.

"Hem, kak. Sebenarnya ada hal penting yang mau Ve sampaikan sama kakak. Tapi Ve berharap kakak bisa ngertiin keadaan sekarang ini.."

"Keadaan apa Ve? Ini ada apa?" tanya kak Kevin yang kulihat wajahnya kini mulai khawatir.

"F-fadel kak. Ini tentang Fadel..." ucapku.

"Fadel? Fadel kenapa Ve?"

"Kak.. Fadel pernah bilang sama Ve kalau d-dia suka s-sama Ve.. Dan dia bilang dia bakalan kejar cintanya Ve gimanapun caranya.."
"Ve takut kak.. Ve nggak mau terjadi apa-apa dengan kak Kevin" jelasku terisak yang tak mampu membendung air mataku ini.

"A-apa? F-fadel bilang gitu? Kapan Ve? Kapan dia bilang seperti itu? Plis tolong jelasin apa yang terjadi sebenarnya Ve!" ucap kak Kevin membentak.

Perasaanku saat ini benar-benar kacau. Antara lega telah menceritakan ini sama kak Kevin, sedih karena kak Kevin marah dan membentakku seperti ini, dan takut dengan ucapan Fadel kalau aku akan kehilangan kak Kevin.

"Kak pliiss!! Jangan marah dulu. Fadel nyatain cintanya pertama kali ke Ve saat kami masih kelas 2 SMP, pas kami di London. Dan waktu Ve jemput Fadel di bandara dia bilang itu lagi ke Ve! Dia pria yang keras kepala kak, Ve yakin dia nggak akan menyerah untuk mendapatkan keinginannya kak..!" jelasku dengan suara parau.

"Gila! Ini nggak bisa di biarin! Gue harus kasih perhitungan ke Fadel!" umpat kak Kevin kesal.

"Kak! Kita emang harus melakukan sesuatu kak, tapi tidak dengan kekerasan! Kita harus memikirkan cara lain a--"

"Kenapa kakak nggak boleh menghajarnya huh! Apa kamu juga cinta sama dia!?" bentak kak Kevin kepadaku.

Jek! Rasanya seperti habis ditikam pisau saat mendengar ucapan kak Kevin yang membekaskan luka kekecewaan dihatiku.

Aku sama sekali nggak pernah suka sama Fadel! Bagaimana mungkin kak Kevin menuduhku kalau aku cinta sama Fadel? Melihat wajahnya saja sudah membuatku kesal.

"Maksud kakak apa sampe kakak bilang gitu ke Ve? Asal kakak tau! sejak kehadiran Fadel, Ve selalu khawatir dengan hubungan kita kak! Ve berharap nya kita bisa menghadapi masalah ini berdua! Tapi kakak malah... Ve bener-bener kecewa sama kakak!!" ucapku setengah teriak dan tangisku pecah saat kak Kevin memeluk tubuhku.

"Ve, maafin kakak.. Kakak nggak bermaksud menuduh Ve seperti itu, kakak cuma nggak terima dengan sepupu kamu itu"

"Kakak yakin kita bisa lewati semua ini berdua. Ve harus tau kalau kakak sangat mencintai Ve dan nggak mau kehilangan Ve. Ve harus janji kalau cinta Ve cuma buat kakak.. " ucap kak Kevin yang kini juga menangis sambil memelukku.

"Ve percaya itu kak, Ve percaya sama kak Kevin. Dan Ve janji cinta Ve hanya untuk kakak.. "

-Author Pov-
Tanpa disadari sepasang mata itu menatap mereka dari sudut tergelap dengan tatapan kebencian yang luar biasa. Menumbuhkan benih-benih kecemburuan, kebencian, dan dendam. Dan inilah awal mula dari segala yang akan terjadi...
Roda takdir mulai bergulir dan waktu yang akan mengungkap segalanya..

***


Hei readers.. Tqtq..
Feelnya nggak dapet ya? Maap 🙏
(Ini cerita aku yang pertama, jadi masih belajar)

Aku kehabisan ide nih!
Comment buat kelanjutannya yak (Fadel mau nya di apain?)
👇

Next part agak lama baru aku publish yak!! 🙏
(Makanya vomment biar cepet ke next part) 😉

See you 😄

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang