Part 45

350 6 0
                                        

Budayakan vote
Sebelum baca  🙏

Kevin pov :

"Jangan! Tetaplah sadar... aku mohon" ucapku saat melihat mata itu mulai menipis. Aku merasa ada sesuatu yang ingin di ucapkannya, dan aku yakin itu adalah kata-kata perpisahannya.

Oh aku mohon jangan ucapkan hal itu, batinku. Aku menggelengkan kepalaku menolak ucapan batin gadisku itu.

"Veerisha bangun sayang!" seruku saat melihat mata itu benar benar terpejam. Ohh Tuhan aku mohon jangan ambil dia! Jangan Tuhan..

Kini air mataku semakin deras mengalir saat aku mencoba mengguncangkan tubuhnya namun tak ada respon sama sekali darinya, tubuhnya tetap tak bergeming denyutnya pun tak lagi dapat aku rasakan. Jangan tinggalkan aku sayang! Batinku masih mencoba untuk membangunkannya.

"VEERISHA SAYANG AKU MOHON BANGUN!!! JANGAN TINGGALKAN AKU SEPERTI INI!!!" jeritku namun tetap tak ada respon darinya.

"VEERISHAAAAAA!!!!!!!!!!!" jeritku lantang menyerukan namanya, ku dekap erat tubuh lemah tak berdaya itu.

Tuhan jangan ambil dia aku mohon, tukarlah dengan nyawaku jika itu bisa mengembalikannya. Jangan dia! Sudah banyak kesakitan yang ia terima Tuhan jangan lagi...

Kembalikan dia, kembalikan dia padaku. Ratapku memohon pada Sang pencipta. Jantungku terasa remuk redam seperti seperuh nyawaku pun ikut melayang bersamanya, tangisku pecah karena hatiku tak lagi kuat menahannya.

"BANGUN VEERISHA! AKU MOHON BANGUN!!!! Bangun sayaanggg..." lirihku.

Kau harus bangun sayang, jangan bawa semuanya bersamamu. Aku mungkin akan mati jika kau melakukan hal itu padaku. Aku tidak akan mampu hidup jika tanpa dirimu, kau adalah nyawaku, kau adalah hidupku, kau adalah pelitaku.

Tanpamu aku pun mati, cinta.... MATI!!

"JANGAN BAWA CINTA ITU PERGI DARIKU, AKU BISA MATI KARENANYA, BANGUNLAH AKU MEMBUTUHKANMU, SAYANGKU..."


***

Author pov :

Terlihat pintu ruang Instalasi Gawat Darurat itu masih tertutup rapat,orang-orang yang menunggu di depan ruangan itu tampak tegang. Tak jarang terdengar lantunan Doa dari mulut mereka.

Terlihat Kevin terduduk sambil tertunduk di salah satu bangku ruang tunggu di depan ruang IGD tersebut, pria itu terlihat sangat berantakan, kemeja putih yang di kenakannya banyak berlumuran darah dan bisa di pastikan jika darah itu adalah darah dari kekasihnya.

Terlihat Kevin terduduk sambil tertunduk di salah satu bangku ruang tunggu di depan ruang IGD tersebut, pria itu terlihat sangat berantakan, kemeja putih yang di kenakannya banyak berlumuran darah dan bisa di pastikan jika darah itu adalah darah d...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wanita paruh baya itu duduk dengan memasang wajah yang tak kalah khawatirnya dengan Kevin. Sekar mendekap erat tubuh Widya yang bergetar itu.

Semua Karena Cinta (Completed) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang