"Bukan ini yang gue harapkan Ve! Tapi inilah yang terbaik. Asal kau bahagia Ve.. Gue nggak mau lihat air mata lo!"
-Kevin
:"""""""'"''''''''''''''''''''''''''"""":
Kevin Pov :
Aku tahu ini sakit Ve, bagi kamu ataupun aku ini benar-benar rasa sakit yang begitu parah..
Hanya takdir yang bisa mengobati sakit ini. Andai takdir hidupmu tidak seperti ini.
Tapi aku nggak bisa terus-terusan menyalahkan takdir.
Inilah yang terbaik! Maaf jika aku harus pergi disaat kamu membutuh kan aku! Ini demi kamu, kamu harus bahagia.. Dengan cara aku pergi dari hidupmu seperti inilah aku menunjuk kan rasa cinta ku yang tulus hanya untukmu. Semoga kau bisa bahagia dengannya..
***
Hari ini aku mampir kerumah Ve, mungkin ini terakhir kalinya aku akan kerumahnya dan bertemu dengan pujaan hatiku.
Kini aku sedang berada diruang tamu rumah Veerisha, namun sosok wanita yang kurindukan belum juga pulang.
Tante Widya bilang kalau Veerisha lagi keluar bareng Fadel untuk cari bahan tugas kampus.
Sakit! Yah memang sakit saat mengetahui orang yang kita cintai jalan dengan orang lain. Tapi aku berusaha tegar, sekaligus berlatih untuk kedepannya karena aku akan benar-benar kehilangan Veerisha. Gadis yang selama ini menghantui pikiranku untuk selalu bersamanya.
"Eh! Kak Kevin. Udah lama ya? Kok nggak bilang-bilang kalo mau kerumah?" ucap gadis yang dari tadi kurindukan.
Terlihat ia baru masuk kerumah dan diikuti dengan seorang pria di belakangnya. Jujur menurutku Fadel pria yang tampan! Sangat tampan. Tapi sifatnya itu yang membuatku tak menyukainya. Terlebih ia mencintai pujaan hatiku.
Aku yakin! Dengan wajah tampannya Fadel, Ve tidak terlalu merasa sedih jika harus dijodohkan dengannya.
"Eeh ada Kak Kevin.. Yaudah gue masuk duluan yah! Bye Ve.. " sapa Fadel dengan tatapan picik memandangku.
Sepertinya Fadel memang sengaja memberiku waktu terakhir untuk bersama Ve malam ini. Karena biasanya Fadel selalu meracauiku saat aku main kerumah Ve.
"Abis dari mana Ve? Kayaknya seru banget bisa jalan berdua bareng Fadel!" ucapku dengan gaya jealous.
"Iih kakak apaan sih! Ve juga ogah jalan berdua bareng Fadel kalo bukan karena paksaan dari Bunda!" ucap Ve.
"Terus kamu mau aja gitu disuruh jalan sama Bunda. Bilang aja kalau Ve udah mulai suka sama Fadel!" terangku.
Aku memang sengaja mengerjai Ve, dengan pura-pura nggak percaya dengan semua ucapannya.
"Loh! Kok kakak malah nuduh Ve kayak gitu.. Yaudah kalo nggak percaya, kakak pulang aja. Ve mau tidur!" ucapnya seraya berlalu dan masuk kekamarnya.
Sial! Niatnya mau pura-pura ngambek, malah dia yang ngambek beneran.
Veerisha pov :
"Vee, bukain pintunya dong..." panggilannya masih terus mengetuk daun pintu kamarku yang masih terkunci rapat.
"Vee, kakak tadi bercanda kok. Bukain pintunya sayang, kakak mau ngomong..." panggilnya.
Kulihat knop pintu kamarku naik turun. Kak Kevin berusaha untuk membukanya, tapi tak akan bisa karena pintu itu sudah aku kunci.
Dirumah memang lagi sepi, Ayah dan Kak Rayn lembur hari ini. Bunda sudah tidur dari tadi. Mungkin hanya aku dan Fadel yang mendengar suara kak Kevin memanggil namaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Karena Cinta (Completed)
RomanceVeerisha merasa hidupnya telah sempurna saat kehadiran Kevin Wijaya, pria tampan yang kini telah menjadi seorang dokter muda. Mereka bertemu pertama kali saat Veerisha liburan ke New York dan Kevin sedang kuliah di New York. Namun perjalanan cinta...
